Minggu, 12 Juli 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 8 Juli 2020

OPINI
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam
Kamis, 24 Agustus 2017 10:01 WIB
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam

PELAJARAN dan hikmah memang bisa datang dari mana saja. Tak terkecuali dari seorang perempuan tua yang ditinggal pergi suaminya dan tak punya anak keturunan, serta tengah berjuang menghadapi kangker saluran empedu.



Hingga tulisan ini diturunkan, dokter memprediksi hidupnya tinggal tiga bulan, dan siang Kamis (24/8/2017) harus kembali dibawa ke rumah sakit Swasta di Pekanbaru.

Nurzaidya, 63 tahun, mungkin bukanlah perempuan istimewa bagi kebanyakan orang. Janda yang tak punya anak ini, sejak kecil mengalami kelainan pada tulang pinggulnya. Makanya, ia pun ia tak bisa berjalan normal seperti orang kebanyakan. Namun kondisinya itu bukanlah penghalang baginya.

Perempuan yang biasa dipanggil “Mak Tuo” oleh sanak saudaranya itu, sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras. Bagaimana tidak, dengan kondisinya yang seperti itu, ia melakoni pekerjaan yang penuh resiko. Semasa muda dulu, ia melakoni pekerjaan sebagai pedagang yang memasok barang pecah belah dan bawang putih dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Kala itu termasuk ilegal.

Seiring berjalannya waktu, kini perempuan yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SD ini hanya menghabiskan masa tuanya di kampung halamannya. Tinggal bersama ibu mertua kami, yang merupakan adik perempuannya dan memilih menginvestasikan uang dagangannya di sektor perkebunan.

Meski 'Mak Tuo' tidaklah perempuan yang berpendidikan tinggi, namun bagi penulis sosoknya merupakan salah seorang “guru” yang punya kepekaan sangat tinggi. Ia sering memberikan pelajaran tentang prinsip-prinsip hidup, dan sering jadi tempat mengadu bagi saya dan saudara-saudara lainnya tatkala mengalami kesulitan finansial. Biasanya sebelum kami berencana pinjam duit padanya, seringkali ia malah lebih dulu menyuruh kami memakai duitnya. he..he..  

Suatu ketika saat penulis berniat melanjutkan pendidikan, ia termasuk salah satu yang sangat mendukung. Sebagai bentuk dukungannnya, diam-diam ternyata ia memberikan uang ke isteri saya untuk membeli laptop yang saat itu masih tergolong mahal. Karena sering melihat saya harus meminjam laptop tetangga dan bolak-balik ke rental komputer hingga larut malam jika ada tugas kuliah yang mau di kerjakan.

Tak terbayang betapa senangnya hati saya ketika itu, meski tuk menggantinya harus menyicil hingga setahun.  

Bukan hanya itu dalam pengamatan penulis, 'Maktuo' juga sangat juga peduli dengan keadaan orang-orang yang sudah sepuh di sekitarnya. Banyak diantara orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya, yang lebih mempercayakan menitipkan uang padanya, ketimbang pada keluarganya sendiri.

Tak jarang pas gajian bulan baru beberapa kebun sawit miliknya ia bagi-bagikan, termasuk ke orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya.

Hingga minggu kedua di bulan Juli lalu, adik perempuan isteri saya begitu terperanjat ketika melihatnya keluar dari kamarnya siang itu. Sekujur badan dan mata 'Mak tuo' terlihat menguning.

Semula kami menyangka ia terjangkit hepatitis atau 'penyakit kuning' biasa, istilah orang kampung. Setelah sempat menjalani pengobatan kampung, karena tak ada kemajuan akhirnya di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Setelah menjalani cek laboratorium, ternyata 'Mak tuo' tidaklah mengidap hepatitis, melainkan ada penyumbatan di saluran empedu- itu yang menyebabkan seluruh badannya
menguning.

"kemungkinan batu empedu, tapi penyumbatannya sudah cukup parah. Mengapa baru
sekarang dibawa kerumah sakit?" ujar sang Dokter penyakit dalam saat itu.

Kami pun menjelaskan, kalau 'Mak tuo' tak pernah mengeluh dan menceritakan hal itu pada kami karena katanya tak ingin menyusahkan. Terakhir sang dokter menyarankan untuk di cek lebih lanjut ke Dokter spesialis bedah saluran empedu.

Beberapa hari berselang, kami pun membawa 'Mak tuo' ke dokter bedah saluran empedu di rumah sakit lainnya. Namun bagaikan disambar petir di siang hari, setelah melalui proses scanning ternyata 'Maktuo' tidaklah mengalami penyakit batu empedu, melainkan mengidap kangker saluran empedu yang sudah menjalar hingga ke paru-paru bahkan hingga ke otak.

“Dioperasi pun akan percuma, karena kemungkinan berhasil sangat kecil," ujar sang dokter. Dokter hanya menyarankan agar dibawa pulang saja, sambil menjelaskan fase-fase yang akan terjadi hingga ajal menjemputnya nanti.

“Pokoknya bisa bertahan dalam jangka waktu enam bulan saja, dia sudah tergolong kuat,” ujar dokter menambahkan.

Karena takut 'Maktuo' akan mengalami drop mendengar kabar itu, kami pun sepakat merahasiakan berita ini padanya. Isteri saya yang tengah menjalani hamil muda anak ketiga, karena terus terusan menangis sejak mendengar berita itu, akhirnya memutuskan untuk tinggal dikampung saja sementara waktu, bersama 'Maktuo' dan ibu mertua kami.

Setelah hampir sepekan sepulang dari rumah sakit kami masih sepakat untuk tetap merahasiakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Tak dinyana, ternyata 'Maktuo' sendiri mengaku telah mengetahui perihal kangker saluran empedu yang dideritanya.
Ternyata adik laki-lakinyalah, yang beberapa hari lalu menelpon dan menceritakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Diluar dugaan kami 'Maktuo' malah terlihat biasa-biasa saja. Ia tetap beraktifitas seperti biasa, tak ada kecemasan
yang tampak dari raut wajahnya. Walau untuk berjalan ia harus ditopang tongkat, ia tetap saja beraktifitas.  

Bahkan suatu hari, karena kondisi isteri yang sedang hamil muda, hampir seharian tak mau makan melainkan hanya tiduran dikasur. Justru 'Maktuo' pula yang setiap saaat menjenguknya dan menungguinya di tempat tidur. Ia selalu menanyakan sudah makan atau belum, dan ingin makan apa?

'Maktuo' sempet cerita ke isteri saya saat itu, kalau ia dari tadi minta adik saya membelikan sebungkus garam. Namun entah karena adik saya lupa, garam yang disuruh beli pun tak kunjung datang.

Pagi-pagi ketika keluar rumah giliran saya yang di pesan isteri untuk sekalian memberikan sebungkus garam. Setelah duduk sejenak di kedai kopi, langsung saja bergegas pulang. Setelah ditanya terkait pesanan sebungkus garam, kali ini malah giliran saya yang lupa membeli pesanan sebungkus garam yang tadi dipesan 'Maktuo'.
Akhirnya, karena memang ada barang lain yang hendak dibeli, saya pun langsung
bergegas ke warung harian yang ada di depan rumah, sambil membeli pesanan sebungkus garam tadi.

Sesampai di rumah, saya telah menemukan 'Maktuo' dan isteri di dapur. Matanya yang masih menguning, terlihat berbinar melihat sebungkus garam pesanannya yang saya bawakan. Saya pun duduk dikursi meja makan, tak jauh dari mereka memasak. Terlihat 'maktuo' membubuhkan garam tadi ke secawan air yang ternyata air kelapa. Air kelapa itu pun dijadikan campuran untuk menanak nasi.

Tak lama berselang, 'Maktuo' menyuruh isteri saya menggelar tikar rotan dilantai. Ia memanggil saya dan anggota keluarga lainnya tuk makan bersama. Terlihat menu yang disajikan sangatlah sederhana. Bersama nasi putih, telihat sayur bayam, goreng ikan teri, telor dadar dan sambal lado.

Namun ketika kami mendekat, seketika tercium aroma yang begitu menggoda pada nasi putih dan menu sederhana yang disajikan.

Benar saja, siang Ahad itu 'maktuo' dan kami anggota keluarga lainnya, makan dengan lahapnya, walau dengan menu sederhana. Bahkan isteri saya yang tadinya sangat sulit makan, malah terlihat beberapa kali tambah.

Saat beberapa anggota keluarga lainnya telah beranjak pergi meninggalkan ruang makan, saya bertanya pada 'Maktuo' mengapa kali ini nasinya begitu terasa enak? Dan apa rahasianya?

Sambil tersenyum, 'maktuo' menjawab singkat, “rahasianya sebungkus garam yang sering terlupakan oleh kita,” ungkapnya serius.

Saya pun termenung mendengar jawabannya, pikiran saya menerawang kemana-mana. Bahkan jawaban singkat itu seakan menjadi tamparan bagi penulis, bahkan mungkin bagi bangsa  kita saat ini. Acapkali kita melupakan sesuatu, tapi perannya sangatlah besar seperti halnya sebungkus garam.

Ketika garam dicampurkan makanan, yang jadi perhatian kita tatkala hanya pada nasi, lauk dan sayurannya yang enak. Padahal garamlah yang sangat brperan disitu. Begitu juga ketika garam dijadikan sebagai campuran kacang atau jangung rebus, pasti kita mengatakan kacang atau jangung rebus yang begitu enak. Tapi kita melupakan pentingnya peran garam di situ, sampai akhirnya sebagian kita baru tersadar ketika harga
garam tiba-tiba naik.

Intinya hingga saat ini kita dan sebagaian besar masyarakat kita hanya terlena dengan tampilan tetapi melupakan peran. Hal ini sejalan dengan pendapat Robert T. Moran (Mulyana: 2000) yang mengemukakan, budaya-budaya Timur cenderung melukiskan sesuatu dengan menggunakan visualisasi-visualisasi. Sedangkan budaya-budaya Barat cenderung lebih menggunakan konsep-konsep.

Kita lebih memeperhatikan komunikasi visual ketimbang komunikasi lainnya. Makanya tak heran, hingga saat ini masyarakat kita masih mudah terbius dengan pencitraan. Jika budaya ini terus dipertahankan, alamatlah demokrasi ke depan hanya akan melahirkan pemimpin-pemimpin karbitan. Dimana mereka hanya sibuk dengan hal-hal yang bisa seakan kelihatan, tetapi tak peduli dengan peran yang seharusnya dijalankan. Hanya peduli dengan ekonomi yang seakan mengalami peningkatan, namun menapikkan kenyataan masyarakat makin kesusahan.

Makanya sempena pemilihan gubernur Riau tahun depan, kita jangan lagi seakan hanya terbius dengan segala pencitraan yang dilakukan menjelang pemilihan. Baik melalui media-media massa yang ditampilkan, maupun lewat poster dan spanduk yang dipasang serampangan.

Lihat jugalah dari konsep yang diusung dan jejak rekam. Yang paling penting, sudah mampukah kah para calon Gubernur berperan laksana garam. Yang tidak terlalu mementingkan menunujuk-nunjukan diri dalam tampilan, namun komitmen menjalankan fungsi dan peran sesuai kedudukan dan jabatan. Wallahualam...

Penulis : Suardi, M.I.Kom (PNS Dosen Prodi Komunikasi FDK UIN Suska Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Selasa, 07 Juli 2020 21:27 WIB
Impor Riau Naik 14,92 Persen
Jum'at, 24 April 2020 15:01 WIB
Pemkab Siak Terima Bantuan APD dari PT BSP
Minggu, 12 Juli 2020 15:05 WIB
NTP Riau Bulan Juni Turun 1,86 Persen
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 12 Juli 2020
Koorlap Satgas TMMD Ke-108: Pekerjaan Fisik Terobos Jalan Capai 49%
Minggu, 12 Juli 2020
Di Sela Kesibukan Program TMMD, TNI Juga Luangkan Waktu Bercengkerama dengan Anak-anak Desa Lango
Minggu, 12 Juli 2020
Babinsa Koramil 11/Tambusai Bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Cegah Karhutla
Minggu, 12 Juli 2020
Dukung Pembangunan Desa, Babinsa Koramil 03 Bunut Goro Bersama Warga Bangun Turap

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 07 Juli 2020
Tandatangani MoA dengan UIR, Bupati Kampar Berharap Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 07 Juli 2020
Tim Relawan Covid-19 Unri Kecamatan Tualang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Jumat, 03 Juli 2020
Prodi Ilmu Komunikasi Univrab Gelar Penyuluhan Covid-19 di Pekanbaru
Senin, 29 Juni 2020
Tim PKM Dosen Fekon Unilak Bantu Manajemen Bank Sampah di Rumpes

Kampus lainnya ...

PCR Juni 2020
Terpopuler
Polres Rohul 27 Juni 2020
Foto
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Unilak Juli 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
AMPI Riau
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
APRIL HUT KAMPAR
Indeks Berita
Imlek 2019 RAPP
www www