Minggu, 26 Juni 2022

Breaking News

  • Turunkan Harga TBS Sepihak, PKS di Riau Bisa Disanksi Tegas   ●   
  • Kuala Lumpur Kembali Dilanda Banjir Bandang   ●   
  • Harga Sawit di Riau Rp3.919,87 Perkilogram, PKS Diminta Tidak sewenang-wenang Tetapkan Harga   ●   
  • PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei   ●   
  • Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang   ●   
  • ASN Pemko Pekanbaru Wajib Ingat! Bawa Mobil Dinas saat Lebaran Bakal Disanksi   ●   
  • Tol Pekanbaru Bangkinang Dibuka untuk Mudik, Polisi Dikerahkan untuk Pengamanan   ●   
  • Pengamanan Nataru Riau Kerahkan 2.527 Personel Gabungan   ●   
  • Varian Omicron Belum Ditemukan di Riau   ●   
  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19
Yamaha 25-26 Juni 2022
Polling
Bagaimana menurut Anda kinerja Anggota DPRD Riau dalam menjalankan fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan sejak dilantik 6 September 2019?


DP Ringan Wujudkan Mimpi Resti Punya Rumah Peti Harta Karun
Selasa, 31 Mei 2022 18:32 WIB
DP Ringan Wujudkan Mimpi Resti Punya Rumah Peti Harta Karun
Resti Adriani berdiri di depan rumah miliknya di Perumahan Permata Garden 1 di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Foto: Istimewa

“Rumah harus menjadi peti harta karun kehidupan”___Le Corbusier.

Corbusier adalah arsitek legendaris asal Swiss yang membangun banyak rumah dan gedung-gedung indah berdesain tak lekang oleh zaman sejak 1900-an silam. Menurutnya, rumah adalah tempat menyimpan segala yang berharga selama menjalani kehidupan. Tak hanya benda. Semuanya.

Resti setuju dengan pendapat ini.

“Makanya orang-orang harus punya rumah. Rumah juga tempat pulang dari segalanya,” ungkapnya lagi, Ahad (29/5/2022).

Bagi wanita yang bernama lengkap Resti Ardiani ini, memiliki rumah sendiri adalah daftar teratas dalam bucket list-nya sejak lulus kuliah.

Namun, wanita 27 tahun yang sekarang mukim di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau ini, sempat lama terhalang banyak onak untuk mewujudkannya.

Begitu lulus kuliah dari Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) di tahun 2016 silam, Resti langsung memasuki dunia kerja.

“Walau jurusan kuliah Akuntansi, namun begitu lulus saya bekerja sebagai pengajar dulu. Belakangan baru benar-benar bekerja di bagian administrasi perusahaan,” terang wanita dengan lesung pipit ini.

Penghasilannya sebagai guru saat itu belum bisa membuatnya yakin untuk mengeksekusi impiannya.

Tepat di Bulan April 2019, Resti mulai bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Sayangnya, setahun bekerja, petaka Covid-19 mulai terjadi di tanah air. Presiden Joko Widodo mengumumkan wabah asal Wuhan ini resmi terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020 silam.

Perusahaan tempat Resti bekerja, yang terletak di bilangan Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru, ikut terimbas pandemi yang terjadi. Lagi-lagi, impian Resti harus diurungkan dulu.

Padahal, impian itu sangat penting bagi wanita yang hobi hiking dan mendaki ini. Rumah adalah peti harta karun yang menyimpan dan mengawetkan semua yang indah yang bisa dia ingat. Juga yang sedih, sukar, dan pilu.

Harta Karun dalam Peti Usang

Sejak belia, ada beberapa rumah yang sempat Resti singgahi. 'Peti harta karun', maujud pengemas hari-hari bahagianya. Bersama duka dan pelajaran.

Salah satunya adalah sebuah rumah tua di komplek perumahan karyawan sebuah perusahaan besar di Pulau Sambu, Indragiri Hilir (Inhil). Kabupaten yang terletak di bagian Selatan Provinsi Riau.

Rumah usang itu menyimpan semua ingatan masa kecil Resti hingga beranjak remaja.

Kala itu, di awal tahun 2001, Mamak (Ibu) Resti memutuskan mengadu nasib ke pulau Sambu. Membawa Resti kecil yang masih berusia 6 tahun dan abangnya yang kala itu berusia 9 tahun. Di pulau inilah 3 anak beranak itu mulai menata hidup agar lebih baik.

Saat Resti duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Sang Mamak menikah dengan pria yang jadi Bapak sambung Resti hingga saat ini. Bapak baru Resti ini juga salah satu pekerja di perusahaan yang sama dengan Mamak Resti. Perusahaan yang jadi produsen santan instan terpopuler di tanah air.

“Bapak kandung saya sudah pisah dari Mamak saat saya masih umur 2 atau 3 tahun. Masih kecil banget. Sampai sekarang gak tahu kabarnya,” kenang Resti.

Sebelum ke Pulau Sambu, keluarga Resti tinggal di Provinsi Jambi. Namun keadaan ekonomi yang sulit memaksa mereka mencari daerah lain untuk mengadu nasib. Terlebih setelah kedua orang tuanya bercerai.

Mamak Resti mengikuti ajakan temannya untuk merantau ke Pulau Sambu, hingga akhirnya ditakdirkan menikah dengan Bapak Resti yang sekarang.

Setelah memulai babak baru dalam hidup, keluarga Resti tinggal di sebuah rumah papan sederhana. Rumah yang seluruhnya terbuat dari kayu yang mulai usang. Beratap seng yang sudah rapuh lagi berkarat. Tapi memiliki 3 kamar tidur.

Rumah tua itu jadi tempat Resti kecil dan keluarganya yang hangat beristirahat setiap hari. Berlindung dari panas dan hujan. Berbagi segala hal yang mungkin untuk mereka bagi. Bercengkrama mesra, bercerita tentang hari-hari mereka saat di sekolah begitu Bapak dan Mamak balik dari bekerja.

Kenangan masa kecil wanita yang kerap berhijab besar ini banyak tercipta di rumah yang halamannya ada pohon nangka itu. Banyak ‘harta karun’ ia simpan di rumah itu.

“Rumah kami di Sambu itu paling banyak menyimpan kenangan bagiku. Paling berharga walau bentuknya jelek. Susah senang kami terekam semua di rumah itu,” kata Resti mengenang hari-harinya selama di sana.

Sejurus kemudian, dia memperlihatkan foto rumah itu. Sebuah rumah kayu berkelir hijau buram dengan atap yang mulai tertutup karat. Rumah di sebelahnya sama saja. Hanya beda warna.

“Di rumah ini Saya dibesarkan. Di sana kehidupan sederhanaku dimulai. Rumah yang penuh kehangatan dan menyimpan banyak cerita masa kecil yang menyenangkan,” kisahnya sembari mengamati lekat-lekat foto itu. Mungkin untuk yang kesekian kali dia melihatnya hari ini. Ada nada kerinduan dalam suaranya.

"Walau jelek, rumah itu sangat berarti bagiku. Kami mulai mengenal hidup bahagia di sana," ulangnya lirih.

Sejenak terdiam, Resti kembali berkisah, di tahun 2009, begitu ia tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Resti dan abangnya meninggalukan rumah itu. Merelakan peti harta karunnya tertinggal di negeri itu. Ia dan abangnya pindah ke Kota Pekanbaru.

Sementara Bapak dan Mamak tetap bertahan di sana. Memilih melanjutkan berkerja pada perusahaan.

Pada tahun 2016, barulah Mamak Resti memutuskan pindah ke rumah keluarga besarnya di Batusangkar, Sumatera Barat (Sumbar).

Bapaknya menyusul Sang Mamak setahun kemudian.

Rumah masa kecil Resti di Sambu, Inhil, Riau (kiri) dan rumah keluarga besarnya di Batusangkar, Sumbar (kanan). Foto: Istimewa

Resti dan abangnya sesekali pulang ke Batusangkar. Rumah yang jauh lebih besar dari rumah mereka saat di Sambu. Rumah beton ini dikeliling beberapa batang pohon kelapa. Berhadapan langsung dengan sepetak sawah.

Vibe-nya nenangin banget lah,” jelas Resti memberi gambaran.

Dia kembali memperlihatkan foto rumah keduanya ini. Banyak pohon tumbuh di pekarangannya. Ada Nangka, Rambutan, dan Jengkol.

Pohon Kuini besar di pekarangan rumah yang sangat luas itu selalu mengikhlaskan buahnya jatuh untuk dinikmati Resti dan sepupu-sepupunya.

“Tapi di belakangnya ada kuburan,” katanya singkat sembari tertawa.

Orangtuanya memutuskan tinggal di rumah ini hingga sekarang. Mereka membuka kebun jeruk ‘limau’ di daerah ini. Bapaknya juga berdagang cilor keliling kampung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Resti sendiri tak terlalu lama menetap di rumah ini. Ia harus melanjutkan sekolah di Kota Pekanbaru.

Walau kenangan masih sedikit, tapi lagi-lagi ia harus meninggalkan peti harta karunnya.

Demi menuntut ilmu, ia pun ikut eteknya, adik Sang Mamak, ke Ibukota Provinsi Riau itu. Hari-hari awal sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai ia jalani.

Di masa sekolah ini, sesekali Resti pulang kampung ke rumah Batusangkar. Uniknya, atau nekadnya, ia selalu mengendarai sepeda motor untuk jarak sejauh itu. Sekitar 200 km jaraknya dari Kota Pekanbaru!

“Mabok kalau pakai mobil,” katanya singkat memberi alasan. Kening dan ujung hidungnya mengernyit. Mungkin sedang membayangkan bau parfum mobil travel yang beraroma jeruk. 

Mandiri

Begitu duduk di kelas II SMK, Resti memutuskan tinggal di sebuah kos-kosan. Ia pamit dari rumah Sang Etek.

“Rumah Etek jauh dari sekolah saat itu. Tak ada sepeda motor. Jadi harus pakai oplet (angkot) yang bikin sering telat,” kata Resti memberi alasan.

Ingin belajar mandiri juga jadi alasan ia memutuskan tinggal di kos-kosan. Walau bukan rumah, tapi ada 'harta karun' yang sempat ia simpan di ruang kecil berbentuk kamar itu. Ia melewatkan ujung masa remajanya di kos-kosan ini.

Resti betah tinggal dengan rekan-rekannya yang sebaya. Begitu terus hingga ia masuk kuliah dan menamatkannya.

Saat memasuki dunia kerja pun, Resti masih menjadi penghuni kos. Hingga ia memasuki tahun kedua bekerja di perusahaannya saat ini, barulah ia terfikir untuk mengontrak sebuah rumah. Pensiun dari jabatan penjaga kos.

Selang 1 tahun, kemandirian semakin padu dalam dirinya. Tekadnya pun bulat untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Ia ingin menunjukkan pada dunia, walau gajinya tak mentereng, namun ada hasil dari ia bekerja selama ini.

“Alasan ambil rumah, bila balik kampung dan ditanya ‘di Pekanbaru tinggalnya dimana?’ Saya kan bisa jawab dengan bangga ‘rumah sendiri dong’”, ungkap Resti setengah terbahak.

Namun, alasan mendasar bagi Resti adalah niat dia dan calonnya untuk menyempurnakan agama dalam waktu dekat.

“Sebenarnya alasan utama adalah fikiran yang mulai matang dan niatan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan calon suami,” terang Resti dengan suara pelan tapi berat. Serius.

“Kan udah umur 27. Masak mau ngontrak terus. Terlebih, sewa kontrakan itu kalau dihitung bulanan, nyaris sama dengan bayar kredit rumah. Minimal Rp1 juta per bulan,” beber Resti.

Belum lagi angka itu juga akan terus naik dari tahun ke tahun. Maka benarlah alasan Resti, daripada setor duit terus ke induk semang, lebih bagus dia ngambil rumah sendiri saja.

Dia ingin saat sudah membangun bahtera rumah tangga, dia punya peti harta karun sendiri untuk menyimpan segala yang berharga dengan si dia dan anak-anak mereka kelak.

Sebab, bila rumah bukan milik sendiri, maka dia akan mengalami hal yang sama seperti di masa-masa dia tumbuh jadi dewasa. 

“Makanya ingin sekali punya rumah sendiri. Kalau bukan rumah sendiri kan takutnya nanti bila pindah, maka kenangan, harta karun, di dalamnya akan tertinggal juga. Sedih lagi,” katanya dengan suara pelan.

Namun, impian itu sulit terwujud di tahun 2021 lalu. Karena kantong Resti dan kantong semua orang masih digerogoti pandemi Covid-19.

Mewujudkan Mimpi

Impian Resti punya peti harta karun sendiri akhirnya bisa digapai di awal tahun 2022.

Tepat di tahun ketiga banting tulang sebagai seorang staf admin, Resti berhasil membulatkan tekad. Walau tabungan pas-pasan, karena ia juga kerap mengirim sejumlah uang untuk membantu kebutuhan orang tua, ia kadung berniat batu untuk 'meminang' rumah di Kota Pekanbaru.

Diskusi-diskusi panjang dan alot pun terjadi dengan sang calon pendamping hidup. Bukan bertengkar, hanya bertukar pikiran demi masa depan.

Dukungan dan bisikan-bisikan bangga dari kedua orang tua semakin melingkarkan niat Resti. Utuh dan bulat! Rumah impian harus terwujud tahun ini.

Karena belum benar-benar merdeka secara finansial, tapi ingin sesegera mungkin memiliki rumah, maka Resti dan calon suaminya sepakat untuk menggunakan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Mereka mencari rumah yang bisa dimiliki dengan Down Payment (DP) 'ramah' bagi kondisi keuangan mereka.

Ini adalah jalan bagi Resti untuk menjadi bagian dari masyarakat yang bisa menggapai mimpi walau dalam keterbatasan. Terbantu kemudahan pemerintah negeri ini dalam upaya menggerakkan ekonomi.

“Awalnya niat beli tanah, baru bangun rumah sendiri. Namun kalau dihitung-hitung akan lama sekali, sementara harga rumah akan naik terus setiap tahun. Sementara penghasilan kita tidak begitu banyak yang bisa disimpan,” terang Resti memberi alasan.

Usai diskusi kesekian kali dengan calon suami yang mengaku berat bila berhadapan dengan riba, Resti memutuskan memanfaatkan KPR syariah. Win-win solution.

Di awal Februari 2022, dimulailah pencarian peti harta karun itu. Resti dan calon suami mulai rajin putar-putar Kota Pekanbaru sekitar.

Tak mudah sebenarnya, karena pasaran harga rumah di Pekanbaru yang berjuluk Kota Metropolitan Madani ini, terbilang tinggi. Untuk rumah type 36, kebanyakan dijual pada kisaran harga Rp140 juta hingga Rp150 juta.

Namun, pencarian mereka akhirnya bermuara. Setelah banyak pertimbangan, dua sejoli ini menjatuhkan pilihan pada Perumahan Permata Garden 1 di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Lewat sedikit dari batas Kota Pekanbaru.

Perumahan Permata Garden 1 dibangun oleh PT Mobri Indo Praset. Perusahaan yang punya record baik dan telah jadi developer untuk setidaknya 8 lokasi perumahan yang berbeda. Kebetulan atau memang takdir, perusahaan ini bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) yang sudah ada juga Syariahnya. 

“Ada BTN Syariah. Jadi sesuai lah dengan kemauan calon suami saat itu. Walau letaknya sudah di luar Kota Pekanbaru, tapi tidak terlalu jauh. Jaraknya masih 30 menit dari lokasi kantor saya,” terang Resti.

Rumah yang mereka pilih adalah tipe 36 dengan luas tanah 108 meter persegi. “Tapi lokasi tapak yang kami pilih ada di sudut dan ada juga kelebihan tanah. Jadi total luasnya 120 meter persegi,” jelasnya antusias.

Sejurus kemudian ia menambahkan lagi, saat survey ke lokasi, dia menyaksikan sendiri lingkungan perumahan yang baik. Lokasi strategis dekat dengan fasilitas umum, seperti sekolah, perkantoran pemerintah kabupaten, dan pertokoan. “Cucok lah,” katanya membatin saat itu.

Resti meninjau lokasi sekitar rumahnya di Perumahan Permata Garden 1 di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Foto: Istimewa

Untuk jenis KPR yang dipilih, Resti memilih program subsidi yang akan dibiayai oleh BTN Syariah. Jenis KPR nya diberi nama KPR BTN Sejahtera, dengan margin fixed 3, 72%. Angsuran bulanannya jadi Rp1,2 juta.

“Harga rumah Rp 157.700.000. Nah, plafon KPR nya dapat Rp142.975.000. Bunganya flat 3,72% untuk 14 tahun. Sebenarnya bukan bunga, tapi margin. Karena ini kan syariah,” terang Resti.

“Saya awalnya berharap bisa kredit selama 15 tahun. Tapi ternyata dapat yang 14 tahun. Tapi tak apa-apalah. Biar cepat lunas juga,” ungkap Resti sembari tertawa girang.

Resti mengaku sangat bersyukur dengan kemudahan-kemudahan yang dia peroleh selama pengurusan untuk mendapatkan rumah mungil impiannya. Mulai dari adanya promo DP super murah dari developer dan bank yang ia pilih, hingga kemudahan pengurusan administrasi.

“Diinfokan marketingnya, DP seharusnya 5% dari harga rumah, yakni Rp7,5 juta. Namun dapat promo potongan Rp5 juta, jadi sisa DP Rp2,5 juta saja. Kemudian, saya kasih tanda jadi Rp1 juta. Sisanya ada Rp1,5 juta. Itu pun boleh diangsur sampai 3 kali,” jelas Resti sembari mengingat-ingat.

Dengan semua promo menarik dan kemudahan dari developer serta bank, Resti merasa nyaris tidak ada kendala dalam proses ia mengajukan KPR.

Saat ditanya kenapa tidak mencari perumahan yang menawarkan DP hingga 0%, Resti beralasan, sudah cukup menabung untuk membayarkan DP 5%.

“Kan sudah ada tabungan, walau tak banyak. Bisalah untuk yang DP 5% saja ditambah untuk bayar kelebihan luas tanah. DP 0% itu memang sangat membantu orang-orang yang mau cari rumah namun belum bisa ngumpulin duit. Tapi kalau saya, cukuplah yang 5%. Toh diberi diskon juga ujung-ujungnya,” katanya lagi.

Penawaran dari pihak developer, menurut Resti sudah sangat menarik. Selain DP rendah dan bisa dicicil, developer juga memberikan bonus menarik. Mulai dari semenisasi halaman, carport, mesin air, hingga meja dapur.

Bahkan, marketing perumahan ini bersedia membantu Resti melakukan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang hasilnya diketahui dalam 3 hari.

“Semua harus bersih catatan pinjaman kita. Bahkan orang marketing sempat bilang, bila ada urusan di aplikasi Shopee yang belum tuntas, seperti Spaylater, alamat batal dapat KPR,” jelasnya.

Ada juga form data yang harus diisi, lalu diserahkan ke developer. “Mungkin data untuk isi aplikasi buat ajukan subsidi ke pemerintah. Syukurlah dibantu isi,” terang Resti.

Tuntas urusan itu, Resti langsung mengajukan berkas berisi syarat-syarat ke bank. Pada proses ini, Resti menunggu 2 pekan lamanya. Begitu pihak BTN menyatakan berkas lengkap dan ok, tahap selanjutnya adalah wawancara dan survey.

Katanya, pengecekan ketat memang perlu dilakukan pihak bank agar developer dan bank sendiri terjauhkan dari kemungkinan kredit macet di kemudian hari.

Begitu BTN menyetujui pengajuan KPR, Resti pun dikabarkan terkait plafon dan marginnya.

“Seperti diridai Allah. Semua berjalan lancar. Hanya tersangkut di masalah Surat Domisili kemarin. Maklum, KTP saya kan masih KTP Sumatera Barat,”ungkapnya malu-malu. Namun masalah itu tidak begitu berarti bagi Resti. Sebab perjuangan untuk memiliki rumah memang harus ‘terasa’.

“Anggaplah memulai kenangan. Buat diingat-ingat nantinya,” ungkap Resti lagi sembari tertawa.

Tuntas masalah surat domisili, proses selanjutnya lebih lancar lagi.

“Bila tak salah, di akhir Bulan Februari 2022, developer sudah mulai proses awal pembangunan rumah,” kenang Resti.

Ia rajin berkunjung ke kapling perumahan itu. Membawakan gorengan untuk tukang agar lebih semangat bekerja, sembari memeriksa bangunan yang sudah berdiri. Tak lupa bertegur sapa dengan para calon tetangga.

Nuansa di sekitar perumahan masih tergolong hijau. Bahkan masih ada beberapa batang pohon karet di belakang rumah Resti.

“Biasanya sekali sepekan ke sana. Sebenarnya calon suami yang paling rajin cek ke lokasi,” terangnya lagi.

Begitu bangunan mencapai 80 persen, Resti pun melakukan akad kredit.

“Saat ini rumah saya sudah tuntas. Saya tinggal menunggu pemasangan mesin pompa air karena listrik PLN baru saja masuk rumah 3 hari yang lalu,” jelasnya.

Saat ditanya kapan akan pindah ke rumah barunya yang dicat coklat muda itu, Resti mengaku segera.

“Barang-barang saya malah sudah diangkut ke sana semua,” katanya sembari tertawa lagi.

Tepat di masa libur Lebaran kemarin, dia juga telah sempat mengajak Bapak dan Mamaknya melihat rumah tersebut. Mereka sangat girang saat mengetahui bahwa putri mereka satu-satunya sudah memiliki rumah sendiri.

“’Daripada ngontrak terus, kan bagus ambil rumah sendiri. Bangga juga Mamak ke orang-orang kampung kalau Resti sudah punya rumah sendiri di Pekanbaru’,” kata Resti menirukan apa yang dikatakan Mamaknya kala itu.

Tinggal hitungan hari, Resti akan memasuki rumah impian itu. Akan menjadikannya sebagai peti harta karun kehidupannya dan keluarganya kelak. Tempat membangun kisah hidup penuh ikhtibar dan menyimpan segala yang baik. Menjadi tempat untuk pulang.

Bank Wujudkan Mimpi Memiliki Rumah

Berkat dorongan program pemulihan ekonomi nasional dan peran Bank Indonesia (BI), bank-bank di tanah air terus berupaya memberikan kemudahan dan tawaran terbaik bagi masyarakat yang hendak memiliki rumah.

Salah satunya adalah Bank Tabungan Negara (BTN) yang di tahun ini semakin mantab menjalankan misinya, yakni menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun 2025.

BTN dikenal dengan dukungannya terhadap pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kepemilikan rumah.

Produk andalan BTN diantaranya adalah KPR nonsubsidi, KPR Subsidi, KPR BTN Gaes for millenial, dan KPR BTN HITS.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengungkap, hingga April 2022, realisasi KPR BTN telah mencapai 64.583 unit.

Sedang secara keseluruhan, untuk Tahun 2022 ini, Haru menjelaskan target penyaluran KPR non subsidi sebesar 43.931 unit atau tumbuh 59,08% persen.

Untuk KPR Subsidi BTN, atau KPR Sejahtera FLPP baru di awal 2022 lalu saja sudah melejit 13.192 unit. Meningkat 472 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pergerakan ekonomi negara akibat dorongan KPR memang nyata terasa usai pandemi nyaris berlalu.

Ditambah lagi, adanya kebijakan perpanjangan uang muka 0% (DP 0%) dari BI untuk kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Desember 2022 yang jelas-jelas sangat mendukung bisnis bank.

Proses pembangunan rumah subsidi tipe 36. Kebijakan Pemerintah, Bank Indonesia, dan Bank mempermudah masyarakat memiliki rumah impian. Foto: Istimewa

BTN mengakui relaksasi dari BI bakal sangat membantu bisnis bank ke depan. Bank dengan portofolio terbesar di sektor properti ini, optimistis KPR bisa tumbuh dobel digit di 2022.

Hal ini juga tak lepas dari amanat pemerintah kepada BTN sebagai bank penyalur KPR Bersubsidi yang merupakan program dari dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, BTN akan terus meningkatkan peranannya sehingga menjadi contoh bagi bank-bank lainnya dalam penyaluran KPR.

"Ayo sama-sama membantu Indonesia menyediakan rumah masyarakat layak dan mudah," ajaknya.

Katanya lagi, melihat bahwa jumlah pasokan rumah banyak, namun permintaan masih terbatas, BTN mempermudah konsumen untuk memiliki akses dengan kondisi keuangan terbatas dan menjadi sebuah solusi. Salah satunya dengan tawaran DP yang rendah.

Seperti dikatakan Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR Iwan Suprijanto, sektor properti diharap memberi andil besar dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Kerjasama antara pemerintah, BI, perbankan, dan pengembang memang diharapkan berjalan lebih baik untuk menjawab tantangan penyediaan perumahan, di antaranya lewat pembiayaan KPR. Khususnya dalam pemanfaatan subsidi pemerintah, serta pemenuhan rumah berkualitas bagi masyarakat,” sebutnya pada Ahad (15/5/2022) lalu.

Kebijakan Pemerintah dan BI Pulihkan Ekonomi Nasional Lewat Sektor Properti

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih terjadi, sederet langkah yang diambil pemerintah untuk mempertahankan dan menggairahkan pemulihan ekonomi bangsa, tampaknya memberi efek seperti yang diharapkan.

Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi lumayan tinggi di tahun 2022 ini, yakni di atas 5%. Bahkan untuk tahun 2023 nanti, pemerintah ingin bangsa ini alami perkembangan ekonomi meroket hingga 5,9 %.

Angka itu lumayan tinggi dari realisasi tahun 2021 silam yang hanya berada di angka 3,69 %.

Kebijakan yang diberikan untuk sektor properti memberi dampak sangat positif. Seperti insentif PPN untuk perumahan yang diberikan pemerintah, diperkuat dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melanjutkan pelonggaran Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% untuk bank memenuhi NPL/NPF tertentu.

Juga kebijakan pelonggaran aset tertimbang menurut risiko (ATMR), ketentuan tarif premi asuransi, dan uang muka perusahaan pembiayaan dari OJK.

Semua kebijakan itu mampu mendorong realisasi kredit properti tanah air hingga Rp465,55 triliun. Data ini tercatat hingga Desember 2021.

Industri properti memang sangat nyata ikut mendongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional sejak pandemi melanda. Pelaku industri properti pun terus berupaya ikut menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi secara nasional.

Bila nilai penjualan properti hunian di tahun 2021 mencapai Rp88 triliun, maka tahun 2022 ini, diprediksi, secara keseluruhan, bisnis perumahan akan meningkat 20%, atau mencapai Rp110 triliun.

Angka itu bisa saja terus meroket mengingat BI yang memutuskan memperpanjang ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0% kredit pemilikan rumah KPR. Aturan itu telah berlaku sejak 2 Desember 2019 silam.

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, ketentuan DP 0% untuk KKB dan KPR bisa dinikmati masyarakat hingga 31 Desember 2022 atau hingga akhir tahun ini. Relaksasi ini akan mendorong konsumsi terhadap sektor properti. 

“Kebijakan ini untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor KPR,” tegas Perry. Kebijakan yang membuat banyak masyarakat Indonesia bisa mewujudkan mimpinya.

Sejalan dengan hal tersebut, bank sentral juga memperpanjang ketentuan rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% hingga 31 Desember 2022.

Dengan kata lain, masyarakat bisa menikmati insentif pembelian rumah secara kredit tanpa DP hingga akhir tahun ini. Ketentuan ini pun berlaku untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan). Namun, dengan catatan bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu. 

Selain itu, BI juga menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti. 

Meski begitu, Perry menegaskan keputusan ini sudah dipikirkan masak-masak dan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Tujuan segala kebijakan yang diambil oleh BI adalah agar permintaan masyarakat terhadap properti dapat meningkat serta laju kredit perbankan dapat terus tumbuh.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Bagaimana menurut Anda kinerja Anggota DPRD Riau dalam menjalankan fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan sejak dilantik 6 September 2019?

Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 26 Juni 2022
Berbagi Keuntungan, Al Ananda Tour and Travel Gratiskan 27 Pengurus Masjid di Riau Umrah ke Tanah Suci
Minggu, 26 Juni 2022
Digelar TUK Hira Harapan Sukses Pekanbaru, Puluhan Peserta Ikuti Uji Kompetensi PSKK BNSP 2022
Minggu, 26 Juni 2022
Pengurus Resmi Dikukuhkan, Gempar Riau Siap Berkontribusi Bangun Bumi Lancang Kuning
Sabtu, 25 Juni 2022
Akhir Pekan, Misnarni Syamsuar Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan di Bengkalis

Serantau lainnya ...
Selasa, 21 Juni 2022
Begini 5 Cara Agar UMKM Go Online dan Sukses Besar
Selasa, 14 Juni 2022
7 Daftar Pekerjaan Untuk Lulusan SMA yang Gajinya Besar
Kamis, 02 Juni 2022
6 Olahraga Mudah Paling Pas untuk Turunkan Berat Badan
Selasa, 31 Mei 2022
Meniti Mimpi, Wujudkan Rumah Impian untuk Calon Istri

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 10 Juni 2022
Tutorial Mengubah Alamat Warga di Kecamatan Pemekaran, Disdukcapil Pekanbaru Beri Kemudahan
Kamis, 09 Juni 2022
Disdukcapil Pekanbaru Gencar Sosialisasikan Perubahan Adminduk
Selasa, 07 Juni 2022
Komitmen Jaga Kebersihan, Pemko Pekanbaru Ubah Sampah Jadi Bahan Baku PLTU
Selasa, 31 Mei 2022
Turun ke Sungai Sail, Pj Walikota Komit Selesaikan Persoalan Banjir

Advertorial lainnya ...
Jumat, 03 Juni 2022
UMKM Lokal jadi Target Pemasaran, Warungpay sudah Tersebar di Berbagai Wilayah Riau
Kamis, 02 Juni 2022
Elon Musk Wajibkan Karyawan Tesla WFO, Menolak Disuruh Mundur
Selasa, 31 Mei 2022
Samsung Galaxy A03 Hadir, Harga hanya Sejutaan
Selasa, 31 Mei 2022
Kominfo akan Bangun 42 BTS di Wilayah 3T Riau

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 26 Juni 2022
Pencanangan GERMAS, Sekda Pekanbaru Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat
Rabu, 22 Juni 2022
Pernah Raih Rekor MURI, RSI Ibnu Sina Pekanbaru Komit Tingkatkan Layanan Bagi Pasien Bibir Sumbing
Rabu, 22 Juni 2022
Wabup Nasarudin Hadiri Baksos Sunatan Massal PT RAPP dan APR
Selasa, 14 Juni 2022
Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 26 Juni 2022
Pengurus IKA USU Riau Dilantik, Diajak Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Jumat, 24 Juni 2022
Fakultas Psikologi UIR Raih Hibah Penelitian Pengembangan Kurikulum dari Kemendikbukristek
Selasa, 21 Juni 2022
Dewan Pembina-nya Syamsuar, Zul Anshari Terpilih Jadi Ketua IKA FISIP USU Wilayah Riau
Selasa, 21 Juni 2022
SEF Berbagi Keceriaan dengan Panti Asuhan di Pekanbaru

Kampus lainnya ...
Selasa, 07 Juni 2022
7 Perusahaan Keroyokan Bersihkan Sungai Kerumutan Sepanjang 30 Kilometer
Rabu, 01 Juni 2022
MTSN 2 Pangkalan Lesung Dapat Bangunan Baru dari PT Musim Mas
Selasa, 24 Mei 2022
Pentingnya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Asian Agri Gelar Pelatihan Bagi UMKM Riau, Sumut, dan Jambi
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat

CSR lainnya ...
Polling
Bagaimana menurut Anda kinerja Anggota DPRD Riau dalam menjalankan fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan sejak dilantik 6 September 2019?


HUT PEKANBARU 238 - CAKAPLAH
Terpopuler
Pemko - KONI Pekanbaru
Foto
Khas Hotel 13 Juni 2022
HUT PEKANABRU 23 Juni 2022 - BSP
Minggu, 15 Mei 2022
Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima, Burjobar dan Roti Cha Milik Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Hadir di Pekanbaru
Jumat, 13 Mei 2022
Beredar Foto Menag Yaqut Rangkul 'Ragil Mahardika', Ansor: 1000% Editan!
Jumat, 06 Mei 2022
Cantiknya Sophia Latjuba saat Lebaran, Tetap Stylish Walau Pakai Sarung
Rabu, 27 April 2022
Dikira Mualaf, Ternyata Ini Alasan Celine Evangelista Sering Pakai Baju Muslim

Selebriti lainnya ...
Demokrat 2022
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Dewan DPRD Riau 1
Minggu, 26 Juni 2022
Tinjau Kelayakan Pendidikan, Gubri Sambangi Pondok Tahfidz Quran Bengkalis
Jumat, 24 Juni 2022
Peduli Masyarakat Kurang Mampu, LAZISMu Riau Launching Warung Makan 2000
Rabu, 27 April 2022
Dompet Dhuafa Volunteer Riau Gelar Puncak Serambi
Selasa, 26 April 2022
ACT Riau Tebar Sajian Iftar terbaik untuk Yatim, Penghapal Quran, dan Warga Prasejahtera

Religi lainnya ...
Waisak 16 Mei 2022 - APRIL
Indeks Berita
Dewan DPRD Riau 3Dewan DPRD Riau 4Dewan DPRD Riau 5
www www