Sabtu, 04 Februari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

Soffel Jaga Kesehatan Mak Wo yang Jaga Warung Siang Malam, DBD Jauh!
Minggu, 20 Maret 2022 21:48 WIB
Soffel Jaga Kesehatan Mak Wo yang Jaga Warung Siang Malam, DBD Jauh!
Mak Wo menjaga warung sederhana miliknya dari pagi hingga malam. Agar terlindung dari gigitan nyamuk, Mak Wo selalu pakai Soffel. Foto: Yusni Fatimah Lubis

“Mak Wo, Mak Woooooo,” seru suara-suara melengking di depan rumah bercat kuning pupus sore itu.

Wanita bergamis dan berkerudung besar berjalan tergopoh dari arah bagian belakang rumah itu menuju teras depan.

Pemilik rumah yang dipanggil Mak Wo itu keluar pintu.

“Mau beli apa?”

“Mie goreng dua Wo,” jawab anak paling tinggi di antara 4 sekawan itu. Dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Mereka adalah rombongan anak-anak yang rutin mengaji di masjid sebelah rumah Mak Wo.

Mereka sudah lama jadi pelanggan tetap warung Mak Wo. Usaha kecil-kecilan di Perumahan Permata Teratai 3, Jalan Teratai Pekanbaru, Riau.

Perumahan ini masib baru, belum 2 tahunan ini ramai dihuni. Warung sederhana Mak Wo-singkatan dari Mak Uwo-, menjadi pilihan warga sekitar untuk berbelanja.

Termasuk bocah-bocah berpeci dan bermukena itu. Mereka rutin mampir ke warung Mak Wo sebelum Magrib. Setelah Magrib, atau sebentar seusia Salat Isya. Seperti malam ini, Sabtu (19/3/2022).

Mak Wo menyiapkan pesanan mereka. Dua mi goreng kilat yang jadi salah satu favorit anak-anak pecinta masjid itu. Harganya murah, cuma 2000 perak per porsi. Bahan dasarnya mi instan mereka Intermie.

Usai mengangsurkan pesanan anak-anak itu, Mak Wo ikut duduk di warungnya bersama mereka. Bercengkrama jelang Azan Isya berkumandang.

“Lekas habiskan mie-nya. Hampir azan itu,” ujar Mak Wo mengingatkan anak-anak itu.

“Beli Teh Gelas Mak Wo,” ujar anak bermukena pink.

“Ambik (ambil) lah ke belakang,” jawab Mak Wo singkat.

Pelanggan Mak Wo memang biasa masuk ke rumahnya. Karena minuman dingin disimpan dalam kulkas yang posisinya ada di dapur Mak Wo.

Di tengah-tengah bercerita itu, Mak Wo menyadari anak-anak itu sibuk mengibas-ibas sarung mengusir nyamuk. Mak Wo refleks menyorongkan penangkal nyamuk andalannya, Soffel.

Warung Mak Wo dan Nyamuk

Mak Uwo artinya kakak perempuan Ibu dalam Bahasa Minang. Kebanyakan orang memilih memakai kata Mak Wo saja. Lebih ringkas.

Mak Wo memiliki nama asli sangat keren sebenarnya. Dessy Christina Zamza. Ke-kotaan sekali.

Mak Wo kini berusia 46 tahun. Asli Sumatera Barat.

Sebelum pindah ke Kota Pekanbaru, Mak Wo dan dua putrinya menetap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga 7 tahun lamanya. Saat itu, wanita tegar yang telah kenyang menjalani beragam profesi ini mengikuti langkah keluarga ke sana. Sebelum itu lagi, keluarga Mak Wo bermukim di Padang, Sumatera Barat.

Baru 2 tahun ini, garis takdir membawa keluarga kecil itu ke Pekanbaru. Kota Bertuah yang perkembangan ekonominya terbilang pesat di Sumatera.

Setelah menjual seluruh aset di Banjarmasin, Mak Wo membeli rumah yang sekarang ditempatinya. Bagian depan rumah tipe 39 itu disulap jadi warung kecil-kecilan. Ada sabun, minyak goreng, aneka jajanan anak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya yang dijual di warung ini. Di hari-hari tertentu, Mak Wo menyediakan jajanan seperti kerupuk mie kuah, lupis, mpek-mpek, dan lainnya.

Sehari-hari, Mak Wo membuka warungnya sejak pagi hingga pukul 09.00 wib malam. Penghasilannya memang tidak begitu banyak dan belum bisa dikatakan ada pemasukan rutin saban hari.

“Perumahan sekitar kita kan masih sepi. Pelanggan tak banyak. Penghasilan paling sekitar Rp30 ribu - Rp50 ribu perhari. Itu juga gak tiap hari. Kadang ada kadang gak,” jelas Mak Wo sembari tersenyum kecil.

Di sela-sela kesibukannya merapikan barang dagangan yang baru dibeli dari grosir berbungkus 4 keresek besar, Mak Wo menjelaskan, bahwa warung sederhana miliknya itu memang menjadi satu-satunya sumber rezekinya saat ini. Maka, tak heran Ia berusaha agar warungnya selalu buka setiap hari.

“Uwo jualannya sampai jam 9 malam, dari pagi. Warung di depan rumah aja, gak ketutup. Di teras kan. Jadi wajar ada nyamuk yang mengganggu. Baik siang maupun malam,” jelasnya lagi, Sabtu (19/3/2022).

Tak mau sakit bila terkena gigitan nyamuk, Mak Wo tak pernah lupa memakai losion penangkal nyamuk. Mak Wo mengaku, Soffel adalah satu-satunya produk yang Ia percaya kalau soal nyamuk. Soffek sudah sejak lama Ia kenal.

Bukan tanpa alasan Mak Wo memilih Soffel yang berbentuk losion dan spray. Penyakit asma Mak Wo membuatnya tak kuat bila harus menghirup asap obat nyamuk jenis bakar atau pun yang semprot.

Mak Wo sudah terbilang langganan memakai inhaler. Harus selalu ada stok di rumah. Bila kecapaian atau kena alergen, asma Mak Wo bisa kambuh. Makanya Mak Wo sangat menjaga agar asmanya tidak jadi hambatan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, termasuk berdagang.

Mak Wo melayani pembeli di warungnya. Foto: Yusni Fatimah Lubis

“Kalau di rumah, Uwo pakai yang Soffel losion. Suka yang Apel, fresh,” imbuhnya, seraya melayani salah satu tetangga yang datang untuk membeli popok bayi.

Sementara untuk keluar rumah, seperti belanja ke pasar, Mak Wo kerap membawa yang Soffel spray. Karena lebih mudah diaplikasikan.

“Yang semprot, wangi dan enteng di kulit. Pakainya pas belanja di pasar kaget. Pasar kaget kan gak tiap hari buka. Jadi pas buka di Hari Kamis, tak heran banyak nyamuk. Justru nyamuk siang yang lebih bahaya. Bisa demam berdarah,” beber Mak Wo.

Mak Wo juga mengaku sudah sejak lama mengenal Soffel. Produk Enesis itu telah berganti nama, namun Mak Wo tetap setia.

“Dulu kan Sari Puspa itu namanya. Dari masih muda-muda dulu sudah tahu penangkal nyamuk ini. Bisa dibilang setia lah. Uwo paling gak bisa digigit nyamuk. Bentol-bentol parah jadinya,” jelas Mak Wo.

Untuk keluarga juga, Mak Wo sejak dulu mempercayakan Soffel untuk dijadikan penangkal nyamuk penyebab DBD atau Malaria.

"Amanlah kalau pakai Soffel. DBD jauh!,"imbuhnya setengah tertawa.

Mak Wo berkisah, saat ini, keluarga kecilnya adalah pemberi semangat agar terus berusaha dalam mengumpulkan pundi-pundi Rupiah.

Saat disinggung soal sang suami, Mak Wo hanya berkisah sekilas. Katanya mereka telah berpisah sejak 12 tahun silam.

Mak Wo memiliki dua anak perempuan yang jelita. Nama singkat mereka Audry dan Orin.

“Yang sulung perempuan. Audry, umur 21 tahun. Kerja sambil kuliah di Mahaputra Jalan Paus. Kuliahnya malam. Kerjanya pagi sampai sore di perusahaan distributor sebagai admin,” ungkapnya.

Audry bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri dan juga untuk memenuhi kebutuhannya, serta membantu Mak Wo.

Anak kedua Mak Wo perempuan juga. Sekolah di sebuah Madrasah Tsanawiyah kelas VIII, tak jauh dari komplek perumahan Mak Wo.

“Mereka adalah penyemangat saya untuk terus bekerja menjaga warung saya. Orin juga kerap membantu membuat aneka jajanan. Seperti lupis, kerupuk kuah, risol dan lainnya,”jelas Mak Uwo.

Bila rezekinya ada, Mak Wo berniat membangun bagian samping rumahnya menjadi kios kecil. Agar lebih representatif dipakai berdagang.

Untuk itu, Mak Uwo ingin memastikan dia selalu dalam keadaan sehat dan jauh dari sumber penyakit. Terutama di masa pandemi ini.

“Jauh-jauh lah dari yang namanya DBD atau Malaria. Ampun deh, uda la Covid belum usai, jangan sampai kena DBD atau Malaria gara-gara nyamuk. Makanya harus jaga diri,” sebutnya lagi sembari tertawa ringan.

Mak Wo termasuk Ibu-Ibu yang sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan memperhatikan kebiasaan hidup sehari-hari. Tak heran Mak Wo sangat rajin bersih-bersih pekarangan rumahnya dan sekitar.

Taman bunga di pekarangan rumah selalu hijau. Jauh dari rumput-rumpu bandel. Got di sekeliling rumah juga kerap Mak Wo bersihkan. Tak ada genangan di sekitar rumah dan rumput tinggi yang bisa jadi sarang nyamuk.

Dalam “ritual” mengurusi pekarangannya itu, Mak Wo juga selalu “berperisai” Soffel. Sebab nyamuk masih kerap muncul karena di sekitar komplek perumahan memang masih banyak ilalang dan pepohonan di tanah kosong.

“Selain pelindung diri sendiri, Uwo jual Soffel juga. Yang sachet ada itu Uwo jual,” ulangnya sembari menunjuk hanger berisi rentengan Soffel sachet.

Mak Wo juga menjelaskan, terkadang pihak RW memang mengadakan fogging ke sekitar perumahan. Tapi metode fongging bukanah solusi terbaik, karena jentik nyamuk tidak ikut terbunuh. Jadi, katanya, semua warga harus sadar. Harus ikut memberantas. Kubur tempat-tempat penampungan air. Kuras genangan dan menutup tempat penampungan air. Yang perlunya lagi adalah giat gotong-royong membersihkan lingkungan bersama-sama.

“Kita tak tahu naas apa yang bisa menimpa. Uda di-fongging-pun kadang nyamuk tak lenyap. Kan jentiknya masih hidup dan jadi dewasa. Akhirnya berkeliaran. Hinggap di orang yang sakit DBD. Bisa kena kita kalau hinggap di kita dan menghisap darah kita. Makanya harus lindungi diri sendiri. Gimana agar tak digigit nyamuk tu,” urainya lagi.

Kembali, menurut Mak Wo, Soffel adalah solusi selanjutnya dari upaya-upaya umum yang dilakukan untuk menangkal DBD. Agar warga sehat dan bisa beraktifitas sehari-hari.

DBD di Pekanbaru

Hingga pekan pertama di Bulan Februari kemarin, data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 125 kasus.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih pada Jumat (25/2/2022) lalu.

“Karena saat ini memang musim pancaroba dan peningkatan kasus DBD terjadi tahun ini. Bahkan di Puskesmas ada satu yang meninggal dunia. Domisili Kecamatan Payung Sekaki,” ungkap Kadiskes Zaini.

Katanya lagi, ratusan kasus DBD itu terjadi di 15 kecamatan yang ada di Pekanbaru.

Ia pun mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap ancaman DBD di lingkungan masing-masing.

“Yang paling penting itu menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan polda hidup sehat,” imbuhnya.

Terkait DBD yang mewabah di Pekanbaru, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi juga memberi perhatian khusus. Orang nomor dua di Negeri Madani ini pun meminta pihak Diskes Pekanbaru melakukan fogging massal di daerah-daerah yang tinggi kasus DBD-nya.

“Selain menekan penyebaran Covid-19, Saya instruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging di wilayah yang rawan kasus DBD. Saya dapat laporan banyak wilayah yang tinggi kasus DBD-nya,” ujar Wawako.

Meski demikian, Wawako mengingatkan untuk tidak terpaku kepada fogging dalam urusan menangani DBD. Harus jalankan 3M juga.

“Masyarakat kita minta menjaga kebersihan lingkungan. Gotong royong. Terapkan pola hidup sehat,” katanya menekankan.

Dengan maraknya kasus DBD di Pekanbaru, Wawako meminta semua masyarakat waspada dan ikut andil menjaga lingkungan sekitar.

Soffel Solusi atasi DBD, Terlebih di Tengah Pandemi

Enesis megajak seluruh masyarakat Indonesia agar tetap berhati-hati dengan DBD. Penyakit akibat virus dengue yang ditularkan lewat Aedes aegypti ini merupakan wabah yang setiap tahunnya menyerang warga. Per tahun, kurang lebih terjadi 100.000 kasus DBD di seantero tanah air. Tak terkecuali di saat pandemi Covid-19. Wabah di tengah wabah.

Di masa pandemi, justru kewaspadaan perlu ditingkatkan. Selain menjalankan gerakan 3 M, cara lain juga harus dijalankan.

Dengan memakai Soffel, perlindungan dari gigitan nyamuk bisa didapatkan hingga 8 jam. Cara ini efektif dibanding opsi lain bila berada di ruangan terbuka. Soffel mengandung bahan aktif Diethiltoluamide yang menjauhkan serangga. Ada juga varian Soffel Alamia yang terbuat dari bahan alami dengan ekstrak daun serai, sehingga nyaman di kulit. Tanpa iritasi, tidak lengket, dan anti kulit kering. Aman untuk semua anggota keluarga.

“Enesis memikirkan kesehatan masyarakat Indonesia. Selalu concern. Berinovasi pada produk yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Public Relation Officer Enesis Group Grisella da Lopez dalam sosialisasi secara virtual pada Jumat (11/3/2022) kemarin.

Giza, biasa Ia dipanggil, menguraikan salah satunya yang membantu menjaga kesehatan masyarakat Indonesia sejak dahulu adalah Soffel. Produk legend dari Enesis yang dibuat sejak tahun 1988, sejak Enesis berdiri.

Grisella da Lopez, Public Relation Officer Enesis Group saat memberi penjelasan dalam sosialisasi secara virtual pada Jumat (11/3/2022).

Awalnya diberi nama Sari Puspa. Soffel digunakan untuk mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dari DBD dan penyakit lain yang dibawa nyamuk. Seperti Malaria, Zika, dan Cikungunya. Soffel yang terjamin keampuhannya menangkal nyamuk telah menjadi produk losion anti nyamuk terlaris di Asia dan Timur Tengah.

“Enesis juga melakukan sosialisasi Wabah di Tengah Wabah, yakni DBD. Covid-19 memang wabah, tapi baru. Sedangkan DBD terjadi setiap tahun. Endemi. Kita harus tetap mengingatkan masyarakat agar aware terhadap DBD. Kita selalu sosialisasikan pentingnya 3M Plus. Tidak hanya Menguras, Mengubur, dan Mendaur ulang untuk mencegah nyamuk DBD. Tapi juga Melindungi diri, yakni dengan memakai Soffel pencegah nyamuk,”urai Giza lagi.

Di tahun 2021 kemarin, Enesis Group bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah menggelar kegiatan CSR dan Edukasi Pencegahan DBD dan Perilaku Hidup Bersih Sehat. Selain sosialisasi dan edukasi, dilakukan juga pembagian bantuan Antis dan Soffel kepada warga.

Sepanjang tahun 2021 kemarin, Soffel masuk diantara produk-produk Enesis yang meraih penghargaan Top Brand Award 2021 dari INFOBRAND. Selain kategori produk, Enesis Group sebagai perusahaan juga menyabet sejumlah penghargaan. Diantaranya penghargaan Corporate Social Initiative For Pandemic Solutions 2020, Top Corporate Social Responsibility 2021, dan Top Brand Award 2021 untuk 4 kategori berbeda.

Enesis Group pada 2021 memang nyata menunjukkan komitmen untuk memberikan dukungan terhadap pemerintah dalam melawan penyebaran virus Covid-19. Diantaranya melalui Program Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat dan Program Enesis Save Travel Campaign.

Selain itu, Enesis Group juga menjalankan program lain, seperti bantuan Covid-19 dan DBD kepada pemerintah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Bantuan ke lokasi bencana disalurkan. Tak luput yang terbaru adalah serangkaian program vaksinasi bergandengan dengan berbagai pihak. Bersama-sama membantu terwujudnya herd immunity serta membantu pemulihan ekonomi nasional jelang usainya pandemi.

Di masa pandemi sendiri, Enesis Group merupakan perusahaan yang tidak terdampak secara ekonomi, karena produknya banyak yang berbasis kesehatan. Tetap dibutuhkan masyarakat agar selalu terjaga di tengah wabah.

Untuk tetap maksimal dalam melayani masyarakat di tengah pandemi, Enesis bahkan menyediakan jasa home delivery service untuk konsumen.

“Saat itu semua orang dirumahkan. Mau ke supermarket untuk belanja takut. Nah kita sebagai perusahaan harus membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Kita menyediakan home delivery service dengan WhatsApp. Bisa pesan hari ini dikirim besok. Bayarnya bisa cash on delivery, bisa transfer,” jelas Giza lagi.

Enesis, masih kata Giza, dengan puluhan ribu karyawannya saat ini, selalu berusaha memberi yang terbaik untuk pelanggan, untuk masyarakat Indonesia. Dan kini, Enesis Group telah mengembangakan jaringan produknya ke dalam berbagai kategori hingga menjadi salah satu grup fast-moving consumer good (FMGC) yang menonjol di kawasan Asia yang berpusat di Singapura.

“Produk-produk Enesis telah dikenal sebagai merek yang terpercaya dengan tekad kuat untuk memberikan yang terbaik demi kepuasan pelanggan,” pungkasnya.

Penulis : Yusni Fatimah Lubis
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kesehatan dan Keluarga
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Artikel Terkait
0 Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 03 Februari 2023
Berkunjung ke Malaysia, Apindo Riau Bahas Pendirian Pabrik Abon Ikan Patin di Kampar
Jumat, 03 Februari 2023
KNPI Riau Hadiri Rakernas KNPI di Bandung
Kamis, 02 Februari 2023
Bupati Siak Sebut Disdukcapil Berperan Penting dalam Program Bujang Kampung
Kamis, 02 Februari 2023
Seleksi Wawancara Calon PKD, Panwaslu Kecamatan Rumbai Berharap Peserta Terpilih Punya Integritas Tinggi

Serantau lainnya ...
Jumat, 03 Februari 2023
Cara Memotong Ayam yang Benar
Kamis, 02 Februari 2023
Diresmikan Istri Pj Walikota, Vinia Butik Marpoyan Tawarkan Produk Berkualitas Harga Terjangkau
Selasa, 31 Januari 2023
3 Zodiak Jalani Hidup Paling Beruntung Bulan Februari 2023
Senin, 30 Januari 2023
Berdesain Unik, Pojok Baca RSUD Tengku Rafian Siak Juara 1 Lomba Perpustakaan

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Oppo Find X6 Series Akan Punya Tiga Varian, Ini Bocorannya
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Peringati Hari Kanker Dunia, IDI Pekanbaru akan Gelar Berbagai Kegiatan
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 02 Februari 2023
Tahun 2022 Santuni Rp 2 Triliun, Jasa Raharja Sambangi Unri untuk Tekan Lakalantas di Riau
Rabu, 01 Februari 2023
UIR Penjajakan Potensi Kerjasama dengan UTP Malaysia
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Bangga Anak Riau Diterima Magang di Thailand dan Filipina
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
PCR 2023
Foto
Khas Hotel November 2022
Nataru 2022 April.RAPP
Selasa, 31 Januari 2023
7 Drakor Terbaru Februari 2023, Ada The Heavenly Idol dan Taxi Driver 2
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard

Selebriti lainnya ...
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www