Selasa, 18 Juni 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

OPINI
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam
Kamis, 24 Agustus 2017 10:01 WIB
Mencari Pemimpin dalam Sebungkus Garam

PELAJARAN dan hikmah memang bisa datang dari mana saja. Tak terkecuali dari seorang perempuan tua yang ditinggal pergi suaminya dan tak punya anak keturunan, serta tengah berjuang menghadapi kangker saluran empedu.



Hingga tulisan ini diturunkan, dokter memprediksi hidupnya tinggal tiga bulan, dan siang Kamis (24/8/2017) harus kembali dibawa ke rumah sakit Swasta di Pekanbaru.

Nurzaidya, 63 tahun, mungkin bukanlah perempuan istimewa bagi kebanyakan orang. Janda yang tak punya anak ini, sejak kecil mengalami kelainan pada tulang pinggulnya. Makanya, ia pun ia tak bisa berjalan normal seperti orang kebanyakan. Namun kondisinya itu bukanlah penghalang baginya.

Perempuan yang biasa dipanggil “Mak Tuo” oleh sanak saudaranya itu, sejak dulu dikenal sebagai pekerja keras. Bagaimana tidak, dengan kondisinya yang seperti itu, ia melakoni pekerjaan yang penuh resiko. Semasa muda dulu, ia melakoni pekerjaan sebagai pedagang yang memasok barang pecah belah dan bawang putih dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Kala itu termasuk ilegal.

Seiring berjalannya waktu, kini perempuan yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SD ini hanya menghabiskan masa tuanya di kampung halamannya. Tinggal bersama ibu mertua kami, yang merupakan adik perempuannya dan memilih menginvestasikan uang dagangannya di sektor perkebunan.

Meski 'Mak Tuo' tidaklah perempuan yang berpendidikan tinggi, namun bagi penulis sosoknya merupakan salah seorang “guru” yang punya kepekaan sangat tinggi. Ia sering memberikan pelajaran tentang prinsip-prinsip hidup, dan sering jadi tempat mengadu bagi saya dan saudara-saudara lainnya tatkala mengalami kesulitan finansial. Biasanya sebelum kami berencana pinjam duit padanya, seringkali ia malah lebih dulu menyuruh kami memakai duitnya. he..he..  

Suatu ketika saat penulis berniat melanjutkan pendidikan, ia termasuk salah satu yang sangat mendukung. Sebagai bentuk dukungannnya, diam-diam ternyata ia memberikan uang ke isteri saya untuk membeli laptop yang saat itu masih tergolong mahal. Karena sering melihat saya harus meminjam laptop tetangga dan bolak-balik ke rental komputer hingga larut malam jika ada tugas kuliah yang mau di kerjakan.

Tak terbayang betapa senangnya hati saya ketika itu, meski tuk menggantinya harus menyicil hingga setahun.  

Bukan hanya itu dalam pengamatan penulis, 'Maktuo' juga sangat juga peduli dengan keadaan orang-orang yang sudah sepuh di sekitarnya. Banyak diantara orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya, yang lebih mempercayakan menitipkan uang padanya, ketimbang pada keluarganya sendiri.

Tak jarang pas gajian bulan baru beberapa kebun sawit miliknya ia bagi-bagikan, termasuk ke orang-orang tua di sekitar tempat tinggalnya.

Hingga minggu kedua di bulan Juli lalu, adik perempuan isteri saya begitu terperanjat ketika melihatnya keluar dari kamarnya siang itu. Sekujur badan dan mata 'Mak tuo' terlihat menguning.

Semula kami menyangka ia terjangkit hepatitis atau 'penyakit kuning' biasa, istilah orang kampung. Setelah sempat menjalani pengobatan kampung, karena tak ada kemajuan akhirnya di bawa ke salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Setelah menjalani cek laboratorium, ternyata 'Mak tuo' tidaklah mengidap hepatitis, melainkan ada penyumbatan di saluran empedu- itu yang menyebabkan seluruh badannya
menguning.

"kemungkinan batu empedu, tapi penyumbatannya sudah cukup parah. Mengapa baru
sekarang dibawa kerumah sakit?" ujar sang Dokter penyakit dalam saat itu.

Kami pun menjelaskan, kalau 'Mak tuo' tak pernah mengeluh dan menceritakan hal itu pada kami karena katanya tak ingin menyusahkan. Terakhir sang dokter menyarankan untuk di cek lebih lanjut ke Dokter spesialis bedah saluran empedu.

Beberapa hari berselang, kami pun membawa 'Mak tuo' ke dokter bedah saluran empedu di rumah sakit lainnya. Namun bagaikan disambar petir di siang hari, setelah melalui proses scanning ternyata 'Maktuo' tidaklah mengalami penyakit batu empedu, melainkan mengidap kangker saluran empedu yang sudah menjalar hingga ke paru-paru bahkan hingga ke otak.

“Dioperasi pun akan percuma, karena kemungkinan berhasil sangat kecil," ujar sang dokter. Dokter hanya menyarankan agar dibawa pulang saja, sambil menjelaskan fase-fase yang akan terjadi hingga ajal menjemputnya nanti.

“Pokoknya bisa bertahan dalam jangka waktu enam bulan saja, dia sudah tergolong kuat,” ujar dokter menambahkan.

Karena takut 'Maktuo' akan mengalami drop mendengar kabar itu, kami pun sepakat merahasiakan berita ini padanya. Isteri saya yang tengah menjalani hamil muda anak ketiga, karena terus terusan menangis sejak mendengar berita itu, akhirnya memutuskan untuk tinggal dikampung saja sementara waktu, bersama 'Maktuo' dan ibu mertua kami.

Setelah hampir sepekan sepulang dari rumah sakit kami masih sepakat untuk tetap merahasiakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Tak dinyana, ternyata 'Maktuo' sendiri mengaku telah mengetahui perihal kangker saluran empedu yang dideritanya.
Ternyata adik laki-lakinyalah, yang beberapa hari lalu menelpon dan menceritakan keadaan yang sebenarnya pada 'Maktuo'. Diluar dugaan kami 'Maktuo' malah terlihat biasa-biasa saja. Ia tetap beraktifitas seperti biasa, tak ada kecemasan
yang tampak dari raut wajahnya. Walau untuk berjalan ia harus ditopang tongkat, ia tetap saja beraktifitas.  

Bahkan suatu hari, karena kondisi isteri yang sedang hamil muda, hampir seharian tak mau makan melainkan hanya tiduran dikasur. Justru 'Maktuo' pula yang setiap saaat menjenguknya dan menungguinya di tempat tidur. Ia selalu menanyakan sudah makan atau belum, dan ingin makan apa?

'Maktuo' sempet cerita ke isteri saya saat itu, kalau ia dari tadi minta adik saya membelikan sebungkus garam. Namun entah karena adik saya lupa, garam yang disuruh beli pun tak kunjung datang.

Pagi-pagi ketika keluar rumah giliran saya yang di pesan isteri untuk sekalian memberikan sebungkus garam. Setelah duduk sejenak di kedai kopi, langsung saja bergegas pulang. Setelah ditanya terkait pesanan sebungkus garam, kali ini malah giliran saya yang lupa membeli pesanan sebungkus garam yang tadi dipesan 'Maktuo'.
Akhirnya, karena memang ada barang lain yang hendak dibeli, saya pun langsung
bergegas ke warung harian yang ada di depan rumah, sambil membeli pesanan sebungkus garam tadi.

Sesampai di rumah, saya telah menemukan 'Maktuo' dan isteri di dapur. Matanya yang masih menguning, terlihat berbinar melihat sebungkus garam pesanannya yang saya bawakan. Saya pun duduk dikursi meja makan, tak jauh dari mereka memasak. Terlihat 'maktuo' membubuhkan garam tadi ke secawan air yang ternyata air kelapa. Air kelapa itu pun dijadikan campuran untuk menanak nasi.

Tak lama berselang, 'Maktuo' menyuruh isteri saya menggelar tikar rotan dilantai. Ia memanggil saya dan anggota keluarga lainnya tuk makan bersama. Terlihat menu yang disajikan sangatlah sederhana. Bersama nasi putih, telihat sayur bayam, goreng ikan teri, telor dadar dan sambal lado.

Namun ketika kami mendekat, seketika tercium aroma yang begitu menggoda pada nasi putih dan menu sederhana yang disajikan.

Benar saja, siang Ahad itu 'maktuo' dan kami anggota keluarga lainnya, makan dengan lahapnya, walau dengan menu sederhana. Bahkan isteri saya yang tadinya sangat sulit makan, malah terlihat beberapa kali tambah.

Saat beberapa anggota keluarga lainnya telah beranjak pergi meninggalkan ruang makan, saya bertanya pada 'Maktuo' mengapa kali ini nasinya begitu terasa enak? Dan apa rahasianya?

Sambil tersenyum, 'maktuo' menjawab singkat, “rahasianya sebungkus garam yang sering terlupakan oleh kita,” ungkapnya serius.

Saya pun termenung mendengar jawabannya, pikiran saya menerawang kemana-mana. Bahkan jawaban singkat itu seakan menjadi tamparan bagi penulis, bahkan mungkin bagi bangsa  kita saat ini. Acapkali kita melupakan sesuatu, tapi perannya sangatlah besar seperti halnya sebungkus garam.

Ketika garam dicampurkan makanan, yang jadi perhatian kita tatkala hanya pada nasi, lauk dan sayurannya yang enak. Padahal garamlah yang sangat brperan disitu. Begitu juga ketika garam dijadikan sebagai campuran kacang atau jangung rebus, pasti kita mengatakan kacang atau jangung rebus yang begitu enak. Tapi kita melupakan pentingnya peran garam di situ, sampai akhirnya sebagian kita baru tersadar ketika harga
garam tiba-tiba naik.

Intinya hingga saat ini kita dan sebagaian besar masyarakat kita hanya terlena dengan tampilan tetapi melupakan peran. Hal ini sejalan dengan pendapat Robert T. Moran (Mulyana: 2000) yang mengemukakan, budaya-budaya Timur cenderung melukiskan sesuatu dengan menggunakan visualisasi-visualisasi. Sedangkan budaya-budaya Barat cenderung lebih menggunakan konsep-konsep.

Kita lebih memeperhatikan komunikasi visual ketimbang komunikasi lainnya. Makanya tak heran, hingga saat ini masyarakat kita masih mudah terbius dengan pencitraan. Jika budaya ini terus dipertahankan, alamatlah demokrasi ke depan hanya akan melahirkan pemimpin-pemimpin karbitan. Dimana mereka hanya sibuk dengan hal-hal yang bisa seakan kelihatan, tetapi tak peduli dengan peran yang seharusnya dijalankan. Hanya peduli dengan ekonomi yang seakan mengalami peningkatan, namun menapikkan kenyataan masyarakat makin kesusahan.

Makanya sempena pemilihan gubernur Riau tahun depan, kita jangan lagi seakan hanya terbius dengan segala pencitraan yang dilakukan menjelang pemilihan. Baik melalui media-media massa yang ditampilkan, maupun lewat poster dan spanduk yang dipasang serampangan.

Lihat jugalah dari konsep yang diusung dan jejak rekam. Yang paling penting, sudah mampukah kah para calon Gubernur berperan laksana garam. Yang tidak terlalu mementingkan menunujuk-nunjukan diri dalam tampilan, namun komitmen menjalankan fungsi dan peran sesuai kedudukan dan jabatan. Wallahualam...

Penulis : Suardi, M.I.Kom (PNS Dosen Prodi Komunikasi FDK UIN Suska Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Selasa, 11 Juni 2019 20:33 WIB
Impor Riau Naik 42,10 Persen
Sabtu, 15 Juni 2019 18:57 WIB
Bintang Ajax Tertarik Gabung Arsenal
0 Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 17 Mei 2019
Kelompok Bertikai Diminta Menahan Diri, Kapolresta Pekanbaru Kerahkan Anggotanya Patroli
Jumat, 17 Mei 2019
5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan
Jumat, 17 Mei 2019
Tawuran di Jembatan Siak IV Berawal dari Senggolan Sepeda Motor
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 18 Juni 2019
Bertahap, DPMPTSP Pelalawan Tahun Ini Buka Kantor Pelayanan di Setiap Kecamatan
Selasa, 18 Juni 2019
Tahun Depan Siak Tuan Rumah Festival Pusaka Nusantara ke VIII
Selasa, 18 Juni 2019
Bank Riau Kepri Fishing Community Gelar Tribar Akbar 2019
Senin, 17 Juni 2019
Dua Gedung OPD Bakal Disulap Jadi Mal Pelayanan Publik

Serantau lainnya ...
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut
Minggu, 28 April 2019
Gaya Hijab Casual untuk Kamu yang Feminin
Minggu, 28 April 2019
Tips Mudah untuk Menghilangkan Blackheads di Area Wajahmu

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 06 Juni 2019
Open House Idul Fitri Bupati Bengkalis, Kuatkan Jalinan Silaturrahmi
Jumat, 24 Mei 2019
Bupati Irwan Buka Puasa Bersama Masyarakat Asal Meranti di Batam
Kamis, 23 Mei 2019
Wujudkan Janji Kampanye, H Zulkifli AS - Eko Suharjo Komit Bangun Dumai
Rabu, 22 Mei 2019
Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Serahkan Bantuan Pembanguan Musala

Advertorial lainnya ...
Selasa, 11 Juni 2019
Sony Sedang Mempersiapkan Xperia dengan Enam Kamera Belakang
Selasa, 11 Juni 2019
@OnLeaks Perlihatkan Desain Awal Pixel 4 Series
Senin, 10 Juni 2019
Galaxy Note10 Pro Tidak Disokong Fast Charging 45W
Senin, 10 Juni 2019
Xiaomi Mi 9T Pro Sudah Muncul di Geekbench

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya
Rabu, 15 Mei 2019
Efek Berhenti Olahraga Ketika Ramadan
Sabtu, 06 April 2019
Tidur dengan atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 18 Juni 2019
Gubri Ingin Taruna Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jadi Nelayan Hebat
Senin, 17 Juni 2019
UIR Siapkan 18 Program Studi di Akreditasi International
Jumat, 14 Juni 2019
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Unilak dan ISI Padang Panjang Jalin Kerjasama
Selasa, 11 Juni 2019
Ketum YLPI Lantik Komisaris dan Direksi PT Uira Usaha Investasa

Kampus lainnya ...

PLN
Terpopuler
IKLAN WAISAK APRIL
Foto
PTPN5
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Kamis, 23 Mei 2019
Tiap Ustaz Arifin Ilham Pulang dari Luar Kota, Ketiga Istrinya Setor Hafalan Alquran
Rabu, 08 Mei 2019
Terbelit Kasus Penistaan Agama, Andre Taulany Diistirahatkan Dari NET TV
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www