Kamis, 23 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 21-25 September 2021

LIPI Minta Warga Waspada Rapid Test Corona di Toko Online
Kamis, 02 April 2020 07:34 WIB
LIPI Minta Warga Waspada Rapid Test Corona di Toko Online
Ilustrasi alat rapid test corona. (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

(CAKAPLAH) - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan masyarakat untuk hati-hati jika hendak melakukan uji virus corona Covid-19 secara mandiri dengan alat rapid test yang dibeli di situs belanja online.

Peneliti LIPI Wien Kusharyoto mengatakan, masyarakat harus memastikan apakah alat tersebut memiliki akurasi dalam mendeteksi Covid-19.

"Publik harus hati-hati memilih tes-nya. Mungkin ada baiknya mencari sumber bahwa alat rapid test-nya tersebut memiliki sensitivitas dan berfungsi dengan baik," ujar Wien kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4/2020).

Wien menuturkan sejumlah negara memiliki masalah terkait dengan alat rapid test yang dimilikinya. Misalnya Spanyol, dia berkata alat rapid test yang dibeli dari sebuah perusahaan di China tingkat akurasinya hanya 30-35 persen.

Sehingga, dia berkata ada sejumlah warga Spanyol yang positif dinyatakan negatif dalam alat rapid test tersebut. Tak hanya Spanyol, dia mendapat informasi bahwa negara seperti Turki, Ceko, hingga Belanda juga memiliki masalah yang sama seperti China.

"Jadi semuanya tergantung dari produsennya. Karena banyak juga yang memproduksi alat rapid test," ujarnya.

Lebih lanjut Wien menjelaskan, rapid test merupakan cara untuk mengetahui sejarah seseorang apakah pernah terinfeksi Covid-19 atau sebaliknya. Dia berkata patogen yang masuk ke dalam tubuh biasanya membentuk antibodi IgM.

Untuk antibodi IgM, dia berkata umumnya terbentuk selama 5-10 hari setelah terinfeksi. Puncaknya, dia berkata dua minggu setelah terinfeksi. Sedangkan antibodi IgD, dia menyebut sekitar 11 hari dan mencapai puncak pada 4 minggu setelah terinfeksi.

"Oleh karena itu, tujuan rapid test sebenarnya adalah mendetekasi apakah seseorang pernah terinfeksi oleh Covid-19 atau belum. Kalau sudah lama, misalnya sudah dua minggu, ada kemungkinan hasil testnya itu positif," ujarnya.

Selain riwayat infeksi, Wien menyampaikan rapid test juga digunakan untuk mengetahui orang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala. Sebab, orang tanpa gejala ketika terinfeksi Covid-19 bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain tanpa diketahui.

"Sedangkan yang negatif maka saya cenderung untuk 10 hari kemudian dites kembali karena antibodinya sudah terbentuk," ujar Wien.

Di sisi lain, Wien mengaku rapid test tidak berbahaya. Dia menyebut rapid test Covid-19 seperti mengetes kehamilan pada perempuan. Perbedaan, kata dia terletak pada pengambilan darah untuk rapid test Covid-19.

"Jadi kalau seorang berani menusuk ujung jarinya sendiri kemudian meneteskan itu ke alkitnya tu sebenarnya itu tidak masalah," ujarnya.

Meski tak berbahaya, Wien mengimbau masyarakat yang memilih uji mandiri, khususnya yang dinyatakan positif untuk membuat alat rapid test Covid-19 dengan benar agar tidak menyebabkan orang lain terinfeksi. Misalnya, dia berkata alat rapid test Covid-19 yang telah digunakan dimasukkan ke dalam plastik atau dibakar.

"Paling tidak harus dipanaskan karena dengan demikian virusnya sudah mati atau dijemur di matahari yang lama. Dan untuk yang positif untuk segera melapor," ujar Wien.

Lebih dari itu, Wien menyampaikan ada metode lain untuk mendeteksi Covid-19, yakni lewat metode PCR. Dia berkata metode PCR dapat mengetahui status seseorang meski jumlah virus dalam darah masih sedikit dan antibodi belum mencapai puncaknya.

"Jadi terus terang lebih tepat yang real time PCR yang saat ini digunakan," ujarnya.

Editor : Ali
Sumber : Cnnindonesia.com
Kategori : Ekonomi, Peristiwa
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 22 September 2021
Selesaikan Pesanan Kapal Penangkap Ikan, Hipmi Apresiasi Polbeng
Rabu, 22 September 2021
1.308 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Divakinasi Tahap Dua
Rabu, 22 September 2021
Presiden Desak Polri Usut Mafia Tanah, Jangan Ada Aparat Penegak Hukum yang Membekingi
Rabu, 22 September 2021
Fokus untuk Peningkatan Pelayanan Umum, DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Naik Menjadi Rp44 Triliun

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Dosen Unri Beri Pelatihan Warga Desa Sungai Masjid Membuat Kain Motif Ecoprint dari Tumbuhan dan Gulma
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

05

Kamis, 16 September 2021 23:38 WIB
PSPS Riau Tunjuk Jafri Sastra Sebagai Pelatih
HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www