Selasa, 20 November 2018

Breaking News

  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir   ●   
  • Baru Tiga Incumbent Daftar Jadi Calon Komisioner KPU di Riau
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


Waktu Shalat Subuh dan Isya Perlu Dievaluasi, Apa yang Salah?
Senin, 21 Agustus 2017 21:36 WIB
Waktu Shalat Subuh dan Isya Perlu Dievaluasi, Apa yang Salah?
JAKARTA (CAKAPLAH) - Islamic Science Research Network (ISRN) dari Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA) menilai awal waktu Subuh dan Isya perlu dievaluasi.


ISRN yang telah melakukan penelitian selama berbulan-bulan menemukan waktu Subuh yang biasa dipraktikan masyarakat Indonesia lebih awal dari waktu seharusnya. Begitu pula waktu Isya, diketahui lebih telat dari waktu seharusnya.

ISRN menyampaikan fakta saintifik hasil penelitiannya ini di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta - Jakarta Islamic Centre (PPPIJ-JIC) pada Senin (21/8/2017). Puluhan orang dari kalangan akademisi, ahli falakiah, peneliti, pengurus masjid dan majelis taklim menyimak paparan dari ISRN.

Ketua ISRN dari UHAMKA, Prof Tono Saksono mengatakan, alat yang digunakan dalam penelitiannya adalah Sky Quality Meter (SQM). Alat ini digunakan untuk mengukur magnitudo. Alat untuk mengukur besaran yang menunjukan tingkat keterangan sebuah benda atau objek. ISRN juga menggunakan All Sky Camera, sebuah kamera cembung yang dapat memotret 360 derajat.

Dua alat tersebut digunakan untuk mengumpulkan data guna mengetahui kedatangan waktu fajar dan waktu Subuh. Data yang dikumpulkan alat tersebut diproses dengan bantuan komputer, kemudian disesuaikan dengan ayat-ayat Alquran dan hadis.

"Kami melakukan penelitian ini sudah tujuh bulan, kami menyadari baru-baru ini, waktu Subuh ternyata lebih cepat dari seharusnya," kata Prof Tono, Senin (21/8/2017).

Ia menerangkan, waktu fajar atau waktu Subuh ternyata terjadi pada rata-rata dip 12,9 derajat. Artinya, posisi Matahari berada di bawah ufuk pada posisi dip 12,9 derajat, itulah waktu Subuh yang seharusnya. Menurutnya, pada kondisi ini cahaya Matahari sudah mulai nampak.

Tapi, masyarakat Indonesia pada umumnya memulai Azan Shubuh saat posisi Matahari masih di 20 derajat di bawah ufuk. Dengan demikian, lanjut Prof Tono, waktu Shubuh di Indonesia lebih cepat dan selisihnya sampai dip 7,1 derajat.

Berdasarkan kecepatan rotasi bumi, waktu yang dibutuhkan dari dip ke dip sekitar 4 menit. Kalau waktu Subuh lebih awal sampai dip 7,1 derajat, maka waktu Shubuh lebih awal 28 menit.  "Waktu Shubuh berarti 7,1 derajat lebih awal, jadi lebih awal 28 menit," ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian ISRN, waktu Shalat Isya pun dinilai lebih lambat dari waktu seharusnya. Dikhawatirkan, orang-orang masih ada yang melaksanakan Shalat Magrib padahal sebenarnya sudah memasuki waktu Isya.

Prof Tono yang juga anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan, berdasar hasil penelitian selama berbulan-bulan menggunakan teknologi modern, waktu Isya di Indonesia yang sering dipraktikan masyarakat pada umumnya saat posisi Matahari berada di dip 18 derajat di bawah ufuk. Padahal, seharusnya waktu Isya dimulai pada saat posisi Matahari berada di dip 11,1 derajat di bawah ufuk.

Dengan demikian, dijelaskan dia, waktu Isya lebih lambat dip 6,9 derajat dari waktu seharusnya. "Artinya Isyanya terlalu lambat kira-kira sekitar 28 menit. Sebetulnya untuk Isya tidak apa-apa terlalu lambat, tapi Maghribnya dikhawatirkan orang mengira itu masih waktu Maghrib, padahal sebetulnya sudah tidak boleh karena itu sudah masuk waktu Isya, itu persoalannya," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, hasil penelitian ISRN ingin disosialisasikan kepada masyarakat luas. Sebab, melaksanakan shalat harus pada waktunya sesuai perintah Allah.

Penetapan Sejak 1908 Silam
Sementara itu ulama asal Malang Jawa Timur, KH Agus Hasan Bashori, menuturkan, jika ditelusuri kembali sejarahnya, penetapan waktu Subuh yang terdapat pada kalender-kalender dunia sekarang ini sebenarnya dibuat pertama kali oleh dua ahli astronomi asal Inggris, Lehman dan Melthe, pada 1908-1909 silam. Ketika itu, mereka menetapkan waktu Subuh dengan kriteria matahari dalam posisi minus 19 derajat di bawah ufuk.

Celakanya, penetapan waktu Subuh oleh Lehman dan Melthe tersebut kemudian diakui pula oleh masyarakat Mesir pada masa itu. Padahal, kriteria yang dibuat oleh kedua ahli astronomi itu menyelisihi kriteria yang dipakai Kesultanan Turki Utsmaniyah, yang menetapkan jadwal shalat Subuh dengan berpatokan pada waktu terbitnya fajar shadiq.

Bahkan, penetapan waktu Subuh oleh Lehman dan Melthe juga berseberangan dengan ilmu astronomi yang mematok sudut minus 18 derajat di bawah ufuk sebagai awal munculnya hamburan cahaya di atas langit (fajar kadzib). Dalam menetapkan kriteria waktu Subuh, kata Agus, Lehman dan Melthe tidak menggunakan dalil-dalil syar'i (Alquran dan hadis) sebagai landasannya. Itu karena mereka berdua memang bukan Muslim.

"Akibatnya, waktu Subuh yang mereka tetapkan menyelisihi fajar shadiq yang semestinya terjadi ketika matahari dalam posisi sekitar minus 15 derajat di bawah ufuk," tuturnya, Senin (21/8/2017).

Fajar shadiq adalah sebuah cahaya yang terlihat pada waktu dini hari sebagai batas antara akhir malam dan permulaan pagi. Sementara, fajar kadzib adalah sebuah cahaya yang agak terang yang terlihat memanjang dan mengarah ke atas (secara vertikal) di tengah-tengah langit, berbentuk seperti ekor serigala.

Meskipun, fajar kadzib telah berakhir, umat Islam belum bisa melaksanakan shalat Subuh karena cahaya putih fajar shadiq belum lagi menyebar di ufuk timur. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW, "Bukanlah fajar cahaya yang meninggi di ufuk, tetapi yang membentang berwarna merah (fajar putih kemerah-merahan)," (HR Ahmad, dari Qais ibn Thalq dari ayahnya).

Imam Abu Mijlaz (Lahiq ibn Humaid as-Sadusi al-Bashri, wafat pada 101 H), seorang tabiin yang meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari RA, Hasan ibn Ali RA, Muawiyah ibn Abi Sufyan RA, dan Imran ibn Hushain RA berkata, "Cahaya yang menjulang (meninggi) di langit bukanlah Subuh, melainkan itu adalah fajar kadzib. Sesungguhnya subuh itu adalah apabila ufuk menjadi terbuka (tersingkap) berwarna putih.

"Dengan demikian, tanda awal waktu shalat Subuh adalah fajar shadiq, bukan fajar kadzib, apalagi fajar yang ditetapkan Lehman dan Melthe," kata Agus.

Sepanjang 2009-2015, Agus telah melakukan penelitian terhadap penerapan waktu Subuh di berbagai daerah di Tanah Air. Mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Hasilnya, kata dia, memang terdapat perbedaan waktu yang cukup signifikan antara jadwal shalat Subuh yang terdapat di kalender Indonesia dan datangnya fajar shadiq.

"Menurut hasil observasi dan penelitian kami, jadwal shalat Subuh yang menjadi acuan masyarakat Indonesia selama ini rata-rata lebih awal sekitar 20 menit dari kemunculan fajar shadiq," ujar anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Malang periode 2012-2017 itu lagi.

Muhammadiyah Minta tak Dipublikasi

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Yunahar Ilyas meminta agar penelitian atau kajian tentang penentuan awal shalat subuh tidak dipublikasikan dulu oleh Islamic Science Research Network (ISRN) dari Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA). Pasalnya, hal itu akan membuat kegaduhan di kalangan maayarakat.

Menurut dia, penelitian tersebut baru menggunakan pendekatan astronomi saja, sehingga masih membutuhkan pendekatan fikih dan lain-lain. Karena itu, PP Muhammadiyah belum melakukan kajian terhadap awal waktu subuh tersebut.

"Kita minta pada UHAMKA untuk tidak dipublikasikan dulu karena ini masih kajian-kajian awal yang masih sangat dini. Jangan dipublikasikan dulu saya sudah minta ke rektornya karena ini sangat sensitif," ujarnya.

Yunahar melihat, masyarakat Indonesia sangat mudah percaya, sehingga jika dipublikasikan akan ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Karena itu, menurut dia, belum waktunya untuk dipublikasikan.

Namun, jika kajian awal waktu subuh itu hanya menjadi studi bagi ilmuan, maka tidak menjadi masalah karena nantinya pasti akan diuji terlebih dahulu.

"Di Majelis Tarjih juga belum dibahas. Muhammadiyah itu untuk hal seperti itu harus tingkat nasional. Harus musyawarah nasional. Jadi kita tidak melarang kajian-kajian itu, silakan pendekatan sains. Tetapi kita minta supaya tidak dipublikasikan dulu jangan sampai menimbulkan kegaduhan," katanya.

Editor : Jef Syahrul
Sumber : Republika.co.id
Kategori : Nasional, Serba Serbi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 09 November 2018
KPA Pekanbaru Dukung Usulan FKUB Buat Perda LGBT
Jumat, 09 November 2018
Dengar Guru Honorer Menangis, Sandi Janjikan Ini
Jumat, 09 November 2018
Pendapatan Berkurang, Pemprov Riau Pastikan 2019 Tetap Bisa Membangun
Jumat, 09 November 2018
Politik Memanas, PWNU Riau Imbau Masyarakat Tetap Adem
Jumat, 09 November 2018
Nobar "Hanum dan Rangga", Irvan Herman Ajak Millenial Cintai Film Dalam Negeri
Jumat, 09 November 2018
Rayakan Hari Pahlawan, Persatuan Istri Karyawan Telkomsel Gelar Donor Darah
Jumat, 09 November 2018
Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air
Jumat, 09 November 2018
PKS: Penanganan Isu Habib Rizieq oleh Dubes RI Sudah On The Track
Jumat, 09 November 2018
Fotonya Jadi Ikon Perlawanan Palestina, Abu Amr Ditembak Israel
Jumat, 09 November 2018
India Diselimuti Kabut Beracun Usai Perayaan Diwali
Jumat, 09 November 2018
Ditahan Sporting, Arsenal Tetap Melaju dari Babak Grup Liga Europa
Jumat, 09 November 2018
Chelsea Lolos dari Babak Grup Liga Europa
Kamis, 08 November 2018
Mantan Legislator Rohul Ungkap Potensi Kecurangan Pemilu di Wilayah Perusahaan dan Kecurangan Kades
Kamis, 08 November 2018
Pemkab Kuansing Mulai Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Banjir
Selasa, 06 November 2018
Baru Nikah 2 Jam, Pasangan Ini Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Selasa, 06 November 2018
Biadab! Bocah Empat Tahun Diperkosa Massal di RS
Senin, 05 November 2018
Firdaus Izinkan Disnaker 'Jewer' Perusahaan Nakal di Pekanbaru
Senin, 05 November 2018
Paripurna Batal, Septina Kecewa pada Koleganya
Senin, 05 November 2018
Firdaus: Mutasi Akan ada Setiap Waktu
Senin, 05 November 2018
Pedagang di Riau Expo Rugi dan Keluhkan Sepi Pengunjung
Senin, 05 November 2018
Antisipasi Kelangkaan, Polisi Kawal Truk BBM Hingga Pekanbaru
Senin, 05 November 2018
Tak Hadir, 56 Pelamar CPNS Pekanbaru Gugur
Senin, 05 November 2018
Pemuda Pancasila Tegaskan Netral di Pilpres 2019
Senin, 05 November 2018
Dari 2.735 Peserta CPNS Pemprov Riau Hanya 109 Penuhi Passing Grade
Senin, 05 November 2018
Sebar Hoax Tentang Penculikan Anak, Ibu Muda di Dumai Diamankan Polisi
Senin, 05 November 2018
Dilanda Banjir, Petani Kuansing Terancam Gagal Panen
Senin, 05 November 2018
7.000 Korban Banjir di Kuansing Belum Mengungsi
Senin, 05 November 2018
KPU Pekanbaru Pasang APK 16 Parpol di Purna MTQ
Senin, 05 November 2018
Empat Sepeda Motor Disita Saat Operasi Zebra
Senin, 05 November 2018
Ribuan Rumah dan Lahan Sawah di Kuansing Terendam Banjir, BPBD Riau Tak Bisa Bantu
Jumat, 02 November 2018
NTP Riau Turun 1,46 Persen, Petani Riau Defisit
Jumat, 02 November 2018
Protes Jalan Berlubang, Warga Tanam Pisang di Badan Jalan Lembaga Pemasyarakatan
Jumat, 02 November 2018
Banyak OPD Tidak Ikut Riau Expo Karena tak Ada Anggaran
Jumat, 02 November 2018
Kunjungi, Beragam Acara Ramaikan HUT Mal Pekanbaru ke-15
Jumat, 02 November 2018
BMKG: Hujan Deras, Waspada Jika Keluar Rumah
Jumat, 02 November 2018
Dedet: Katanya Satu Tahun Anggaran, Kok Minta Tambah?
Jumat, 02 November 2018
Sandiaga Respons Balik Jokowi Klaim Harga Pangan Stabil
Jumat, 02 November 2018
Aksi Bela Tauhid Jilid II Desak Pembakar Dijerat Pasal Penistaan Agama
Jumat, 02 November 2018
Pangeran Saudi: Kudeta Terhadap Raja Salman Mungkin Terjadi Dalam Waktu Dekat
Jumat, 02 November 2018
Tiga WNI Diculik Bajak Laut Kongo
Jumat, 02 November 2018
Tanpa Disangka, Pemain Muda Ini Jadi Pahlawan Kemenangan Manchester City
Jumat, 02 November 2018
Hebat, Sudah 399 Hari Kevin/Marcus Kuasai Rangking 1 Dunia
Kamis, 01 November 2018
Pencanangan PKK KKBPK Kesehatan Momentum Tingkatkan Kualitas Keluarga
Kamis, 01 November 2018
UMK Pekanbaru 2019 Belum Ditandatangani Walikota
Kamis, 01 November 2018
Persaingan di Gala Desa Semakin Seru, Sepaktakraw Menuju Semifinal
Kamis, 01 November 2018
Warga Desa Beting Terima Bantuan Zakat Comodity Development
Kamis, 01 November 2018
Bakorpakem Pastikan Bengkalis Aman dari Aliran Meresahkan
Kamis, 01 November 2018
Polsek Pangkalan Kuras Tangkap Dua Pelaku Pengedar Narkoba
Kamis, 01 November 2018
Jadi Narasumber di Forum Integritas Nasional Kolaborasi Integritas 2018 di Balikpapan, Ini yang Disampaikan Bupati Siak Syamsuar
Rabu, 31 Oktober 2018
Mahasiswa Matematika UIR Gelar Khatam Alquran
Kamis, 01 November 2018
Arab Eksekusi Mati TKI, Sandiaga Bandingkan Jokowi dengan Prabowo
Kamis, 01 November 2018
Cuaca Ekstrem Terparah, 14 Warga Saudi Meninggal Dunia
Kamis, 01 November 2018
India Resmikan Patung Tertinggi di Dunia, Sosok Siapa?
Rabu, 31 Oktober 2018
BNNP akan Telusuri Kasus Ratusan Urine Pelajar yang Mengandung THC di Kuansing
Rabu, 31 Oktober 2018
Sidang Mediasi Sengketa Informasi SKK Migas Sumbagut 'Deadlock'
Rabu, 31 Oktober 2018
Sepekan Kedepan Harga TBS Sawit Riau Turun
Rabu, 31 Oktober 2018
Bangun Kebersamaan dalam Bekerja, Rektorat UIR Dialog dengan Pegawai Kebersihan
Rabu, 31 Oktober 2018
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Bengkalis Lakukan MoU dengan Sejumlah PT
Rabu, 31 Oktober 2018
Pengerjaan Proyek Jalan Duri, Dewan Minta P2JN Tak Lepas Tangan
Rabu, 31 Oktober 2018
Senin, DPRD Jadwalkan MoU KUA PPAS APBD 2019
Rabu, 31 Oktober 2018
Disdik Pekanbaru Gandeng BPK Awasi Penggunaan Dana BOS
Rabu, 31 Oktober 2018
Gaji Pilot Lion Air JT 610 Dilaporkan Hanya Rp3,7 Juta
Rabu, 31 Oktober 2018
Antisipasi Banjir, Dinas PUPR Pekanbaru Bersihkan Drainase
Rabu, 31 Oktober 2018
Niat Efisiensi Anggaran, Pemprov Riau Malah Tambah Rp150 Miliar untuk Single Salary
Rabu, 31 Oktober 2018
Musim Hujan Datang, Riau Waspada Banjir
Rabu, 31 Oktober 2018
625 Ikut Tes CPNS, Hanya 25 Orang Lulus Passing Grade
Rabu, 31 Oktober 2018
Sekda Riau Terangkan Maksud Surat Pentingnya yang Dikirim ke OPD
Rabu, 31 Oktober 2018
Akhir November Pemerintah Kota Qingdao Kunjungi Pekanbaru
Rabu, 31 Oktober 2018
Hari Ini Lion Air Bertemu Tim Boeing
Rabu, 31 Oktober 2018
Jaksa : Para Terdakwa Sudah Lakukan Pencurian
Rabu, 31 Oktober 2018
Jatuh di Indonesia, India Ikut Periksa Pesawat Boeing 737 Max 8
Rabu, 31 Oktober 2018
Sebut Tentara Ottoman, Dhuafa di Kota Turki ini Gratis Makan
Rabu, 31 Oktober 2018
Investasi Turun, Kebijakan Pemerintah Harus Lebih Nendang
Rabu, 31 Oktober 2018
A1 Dukung Prabowo-Sandi Karena Mau OK OCE Jadi Gerakan Nasional
Rabu, 31 Oktober 2018
Hasil Lelang Foto Ustaz Abdul Somad dan Kombes Pol Susanto akan Disalurkan PWI Pekanbaru untuk Korban Gempa dan Tsunami
Rabu, 31 Oktober 2018
BNNK Kuansing Undang Orang Tua Siswa SMAN 1 Cerenti
Rabu, 31 Oktober 2018
Rasio Desa Berlistrik di Provinsi Riau Sudah 93,01 Persen
Rabu, 31 Oktober 2018
Syarat Utama agar Liverpool Juara Premier League Musim Ini
Rabu, 31 Oktober 2018
Bayern Tanpa Kesulitan Melaju ke 16 Besar Piala Jerman
Selasa, 30 Oktober 2018
Empat Isu Ini Jadi Fokus Pembahasan di IAGI 2018
Selasa, 30 Oktober 2018
Kapolres Kampar Ajak Semua Pihak Dukung Suasana Kondusif Jelang Pemilu
Selasa, 30 Oktober 2018
Plt Gubri: Meski Anggaran Cubit-Mencubit MTQ Tetap Dilaksanakan
Selasa, 30 Oktober 2018
Ini Jadwal dan Lokasi Ujian CPNS di Pemko Pekanbaru
Selasa, 30 Oktober 2018
Gaji Pokok PNS Dipastikan Naik 5 Persen Tahun Depan
Selasa, 30 Oktober 2018
Ada Pengusaha Tolak Dipasangkan Tapping Box oleh Bapenda Pekanbaru
Selasa, 30 Oktober 2018
PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir, Cek Jadwal dan Lokasi di Sini
AMSI
Topik
Rabu, 14 November 2018
Zayn Malik: Aku Bukan Muslim
Sabtu, 10 November 2018
Jadi Istri Pengusaha Kaya, Maia Bakal Gelar Resepsi Pernikahan di Stadion GBK
Selasa, 06 November 2018
Evi Masamba Ungkap Penyebab Dirinya Pingsan di Pelaminan
Senin, 05 November 2018
Roy Kiyoshi Pernah Ramalkan Pesawat Jatuh di Indonesia Akhir 2018 Ini

Selebriti lainnya ...
Senin, 19 November 2018
Siak International Serindit Boat Race Tanpa Tim Luar Negeri
Selasa, 06 November 2018
5 Zodiak Ini Miliki Sifat Pemalas
Kamis, 01 November 2018
Berusia Muda, Tapi Empat Zodiak Ini Memiliki Jiwa yang Dewasa dan Tua
Sabtu, 06 Oktober 2018
Deretan Hotel di Badung Bali yang Menarik

Gaya Hidup lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 24 Oktober 2018
Berhadiah Rp101 Juta, Tiga Mahasiswa Unilak Lolos di Final EA LLDIKTI
Jumat, 19 Oktober 2018
FH UIR Kerjasama dengan UII Yogya Tingkatkan Aktivitas Catur Dharma
Senin, 01 Oktober 2018
Rektor Unilak Buka Workshop Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi
Selasa, 04 September 2018
Mahasiswa UMRI Ciptakan Lingkungan Ramah Anak di Perumahan Warga

Kampus lainnya ...
Jumat, 02 November 2018
Riau Expo 2018 Angkat Potensi Daerah
Selasa, 30 Oktober 2018
LDIKTI Wilayah X Sukses Selenggarakan Entrepreneurship Award II Tahun 2018
Selasa, 04 September 2018
Galeri Foto: DPRD Pekanbaru Gelar Rapat Paripurna Penyampaian 4 Ranperda
Senin, 13 Agustus 2018
Galeri: Reses, Irmi Syakip Sambangi Masyarakat Kelemantan Barat Bengkalis

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Facebook Rilis Aplikasi Video Singkat Pesaing Tik-Tok
Jumat, 26 Oktober 2018
Kepergok Pakai iPhone, Duta Samsung Didenda Rp24 M
Sabtu, 15 September 2018
Siap-siap, WhatsApp Segera Berubah Gelap
Senin, 03 September 2018
Alasan Pengguna Android Beralih ke iOS dan Sebaliknya

Tekno dan Sains lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


Iklan Germas Diskes Pekanbaru
Terpopuler

02

Jumat, 16 November 2018 05:58 WIB
Timnas Indonesia 'Diserbu' Suporter di Thailand

03

Sabtu, 17 November 2018 10:32 WIB
Jokowi Bisa Dimakzulkan Karena Ucapan Ketum PSI
Foto
Selasa, 20 November 2018
BPJS Ketenagakerjaan Rengat Serahkan Bantuan untuk PAUD yang Kebanjiran
Sabtu, 10 November 2018
SKK Migas Raih Juara II Stan Terbaik Riau Expo 2018
Sabtu, 10 November 2018
PENGUMUMAN REKRUTMENT PENYEDIA PENINGKATAN KAPASITAS TEKNIS DESA (P2KTD)
Jumat, 09 November 2018
Kuansing Maksimalkan Kualitas Pendidikan

CSR lainnya ...
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia
Senin, 17 September 2018
Kandungan Alkohol pada Tapai dan Hukumnya
Jumat, 31 Agustus 2018
Di Dalam Tubuh Kita Banyak Setan, Ini Tandanya

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www