Selasa, 26 Maret 2019

Breaking News

  • Insiden Perusakan Baliho Demokrat, AHY Susul SBY ke Riau   ●   
  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


CAKAP RAKYAT
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Rabu, 28 November 2018 11:07 WIB
Antara Sekularisasi dan Islamisasi, Anda Dimana?
Erisman Yahya
PRO KONTRA kelompok sekularisasi versus islamisasi akhir-akhir ini kembali menguat. Wacana ini kembali mengemuka setelah pernyataan sikap salah satu partai politik yang menolak adanya peraturan daerah berbasis agama atau perda syari’ah.


Sesungguhnya, perang ide dan gagasan antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi sudah sejak lama terjadi. Bahkan sebelum negeri ini merdeka pada 17 Agustus 1945. Dan perang gagasan antara dua kelompok ini tidak saja terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti di Turki dan lainnya.

Di Turki bahkan gerakan sekularisasi sempat sangat massif di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Attaturk. Mustafa bahkan sampai mengganti kalimat azan dan salat dalam bahasa Arab menjadi bahasa Latin.

Bagaimana di Indonesia? Barangkali dapat kita sepakati bahwa hilangnya tujuh kata dari Piagam Jakarta yang merupakan mukaddimah dari UUD 1945, yakni berdasarkan, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kemudian diganti dengan kalimat: Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah kompromi terbaik yang pernah terjadi antara kelompok sekularisasi dengan islamisasi, termasuk kompromi dengan penganut agama selain Islam di Indonesia.

Lalu dalam perjalanannya kemudian, setelah Indonesia merdeka, masing-masing kelompok terus berupaya memperjuangkan ide-ide dan gagasannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelompok sekularisasi cenderung atau menolak agama ikut-campur dalam urusan negara. Kaum sekuler biasanya menyebut agama sebagai sesuatu yang sakral sementara urusan negara bersifat duniawi atau profan semata. Sebab itu, agama yang sakral tidak semestinya masuk dalam urusan negara.

Agama cukup menjadi urusan pribadi dengan tuhannya. Apalagi Indonesia bukanlah negara berdasarkan agama tertentu. Sementara masyarakat Indonesia memeluk berbagai agama dan kepercayaan.

Memaksakan norma atau aturan suatu agama di Indonesia yang heterogen dari sisi agama, menurut kaum sekuler hanya akan memicu diskriminasi, bahkan perpecahan.

Mendiang Nurcholis Madjid (Cak Nur) melalui adagium yang pernah dipopulerkannya tahun 1970-an, “Islam Yes, Partai Islam No,” barangkali dapat kita sebut sebagai tokoh yang cenderung kepada gerakan sekularisasi di Indonesia.

Meskipun kemudian di awal reformasi, ketika Partai Keadilan (kini PKS) yang berideologi Islam berdiri di Indonesia, Cak Nur dapat memakluminya (detik.com, edisi Minggu, 18 Maret 2018).

Pemikiran-pemikiran Cak Nur sepertinya kemudian juga banyak mempengaruhi para aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla. Mereka cenderung menolak gerakan-gerakan islamisasi. Apalagi simbolisasi Islam. Bahkan JIL pernah menolak jilbab sebagai salah satu kewajiban bagi wanita muslimah. Menurut JIL, memakai jilbab hanyalah pilihan belaka.

Sementara kelompok pro islamisasi juga tidak pernah tinggal diam. Apalagi negara memberikan peluang dan kesempatan sebesar-besarnya bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya sesuai Pasal 29 UUD 1945.

Islamisasi berarti upaya pengislaman atau menghadirkan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tokoh yang paling getol dan populer untuk gerakan islamisasi ini barangkali dapat kita sepakati adalah Mohammad Natsir, pendiri Partai Masyumi.

Lalu di era milenial ini, tokoh yang sangat pro dengan gerakan islamisasi juga mungkin dapat kita sepakati adalah Ustad H Abdul Somad (UAS). Dalam berbagai ceramahnya, ustad asal Riau lulusan Mesir ini selalu menyerukan agar pemimpin-pemimpin di negeri ini dapat menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Termasuk untuk para pemimpin di daerah, seperti gubernur, bupati atau walikota, serta anggota Dewan, UAS sering menyerukan agar dengan kekuasaan yang digenggam, kiranya dapat melahirkan peraturan-peraturan daerah yang bersumber ajaran agama Islam atau populer dengan istilah Perda Syari’ah.

Lalu mungkin ada yang protes, bukankah ajaran dan aturan dalam agama Islam sudah lengkap dalam Al-Quran dan Hadits, untuk apa lagi dihadirkan dalam bentuk UU atau Perda, misalnya? Jawabannya tentu saja sudah lengkap. Namun, negara (termasuk Pemerintah Daerah) tidak bisa ikut-campur (mengeksekusi) karena belum menjadi hukum positif.

Sebagai contoh, semua orang Islam tahu bahwa daging babi atau anjing adalah haram. Tapi bagaimana umat Islam bisa memastikan kehalalan suatu makanan ketika misalnya banyak produk makanan impor masuk ke Indonesia?

Terkait hal itu, lahir kemudian UU, seperti UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memberikan kewenangan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan sertifikasi halal bagi suatu produk.

Ketika hukum positif memberikan kewenangan kepada MUI untuk menentukan mana yang halal dan mana yang tidak, akhirnya masyarakat Indonesia, khususnya yang bergama Islam dapat memelihara diri dan keluarganya dari produk-produk makanan yang non halal.

Contoh lain, semua umat Islam sangat paham bahwa riba itu adalah haram. Termasuk riba dalam praktik bank-bank konvensional. Lalu dengan perjuangan umat Islam, akhirnya lahir UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang antara lain mengakomodir berdirinya bank-bank syari’ah di Indonesia.

Kini, jika umat Islam khawatir dengan riba di bank-bank konvensional, umat bisa bertransaksi di bank-bank syari’ah. Berkat UU tersebut yang sudah menjadi hukum positif, umat Islam bisa terhindar dari praktik riba.

Dalam konteks pemerintahan daerah, semangat untuk melahirkan aturan-aturan yang berbasis ajaran agama atau kita sebut Perda Syari’ah juga sedang mengalami ghirah yang luar biasa. Ini tentu saja sebagai bentuk kecintaan dan keyakinan umat Islam akan kebenaran ajaran agamanya.

Untuk konteks Riau, misalnya, Pemerintah Kabupaten Siak pernah mengeluarkan Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui Perda tersebut Pemkab Siak telah berhasil mengumpulkan zakat, infaq dan sadaqah secara islami.

Dan yang sangat menggembirakan, Pemkab Siak melalui Baznas Siak telah dapat mengumpulkan zakat sekitar Rp12 miliar per tahun. Bahkan kalau dikumulasi dari tahun 2012-2017, telah terkumpul sebesar Rp51,45 miliar. Suatu angka yang cukup fantastis!

Tersebab Perda itu juga, seperti diberitakan banyak media, telah banyak daerah di Indonesia yang datang belajar ke Siak. Keberhasilan Pemkab Siak mengelola zakat dengan Perda-nya ini, telah pula dipidatokan UAS kemana-mana.

Akhirnya, silahkan tanya diri anda, anda hendak masuk kelompok yang mana. Sekularisasi atau islamisasi. Setiap pilihan, tentu nanti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Wallahu’alam...
Penulis : Erisman Yahya
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Lainnya
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 09 Maret 2019
Oknum Guru dan Kepsek Cabuli Murid di Riau, Begini Respon Mendikbud
Sabtu, 09 Maret 2019
Ribuan Relawan Ganti Presiden akan Turun Sambut Kedatangan Prabowo ke Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
Mendikbud Sebut Persiapan UN 2019 Sudah Matang
Sabtu, 09 Maret 2019
Prabowo akan Datang ke Riau 13 Maret
Sabtu, 09 Maret 2019
Dianggap Tak Pro Guru Soal Tunjangan Profesi, Ini Respon Ketua PGRI Pekanbaru
Sabtu, 09 Maret 2019
Jarak Pandang di Pekanbaru 4 KM, Tapi Kata BMKG Bukan Karena Kabut Asap
Sabtu, 09 Maret 2019
Emak-Emak di Rohul Mengeluh Harga Bawang Merah Naik
Sabtu, 09 Maret 2019
Terus Meluas, Sudah 1.686 Hektare Lahan Terbakar di Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
BPN Prabowo Sindir Banjir di Tol Madiun: Tidak Sengaja Terbangun 'Tol Laut'
Selasa, 05 Maret 2019
Caleg Gerindra Kepulauan Meranti Divonis Tiga Bulan Penjara
Selasa, 05 Maret 2019
Sore Ini Komisioner 11 KPU Kabupaten/Kota se Riau akan Dilantik di Bandung
Selasa, 05 Maret 2019
Usai Demo di Kantor Walikota, Seribuan Guru Mengadu ke DPRD Pekanbaru
Selasa, 05 Maret 2019
Guru Demo ke Kantor Walikota, Proses Belajar di SMPN 17 Pekanbaru Tetap Berjalan
Selasa, 05 Maret 2019
Solusi Atasi Karhutla, Gubri Minta Perusahaan Bantu Pengadaan Alat Berat untuk Petani
Selasa, 05 Maret 2019
Guru di Pekanbaru Unjuk Rasa, Jalan Sudirman Macet Parah
Selasa, 05 Maret 2019
Demo ke Kantor Walikota, Guru di Pekanbaru Protes Penghapusan Tunjangan Profesi
Selasa, 05 Maret 2019
Israel Sambut Keputusan Vatikan Buka Arsip Perang Dunia II
Selasa, 12 Februari 2019
Warga yang Punya KTP Setelah Penetapan DPT akan Masuk Pemilih Khusus
Selasa, 12 Februari 2019
Polri Apresiasi BEM UIR Ciptakan Pemilu Damai dan Anti Hoax
Senin, 11 Februari 2019
Cemarkan Nama Baik Bupati Bengkalis, Toro Divonis 1 Tahun Penjara
Senin, 11 Februari 2019
Jaringan Listrik Terganggu saat Hujan Deras, Ranting Patah Penyebabnya
Senin, 11 Februari 2019
Salman, Siswa Korban Tertimpa Pagar Sekolah Kini Telah Siuman
Senin, 11 Februari 2019
Polisi Akhirnya Tahan Kades Pedekik, Bengkalis
Senin, 11 Februari 2019
Mendagri Sebut Gubernur Riau Terpilih Dilantik 20 Februari
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 25 Maret 2019
Wabup Zardewan dan Ketua DPRD Buka Rangkaian HPN 2019 PWI Pelalawan
Senin, 25 Maret 2019
Karang Taruna Kabupaten Kampar Taja Turnamen Badminton di Laboy Jaya
Minggu, 24 Maret 2019
Pelayanan Kasda Pemkab Bintan Beralih ke Jaringan Kantor BRK Kijang
Minggu, 24 Maret 2019
Porserosi Rohil Gelar Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Cup 2019

Serantau lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu
Rabu, 26 Desember 2018
Optimisme Para Perempuan Bekerja, Berpikir Mampu dan Tidak Membatasi Diri
Kamis, 06 Desember 2018
Usai Dapatkan 10 Bus dari Kemenhub, Ayat Ajak Masyarakat Naik Bus TMP
Rabu, 05 Desember 2018
Bupati Mursini Hadiri Rapurna TMMD TA 2018 di Mabes TNI Cilangkap

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 22 Maret 2019
Jemput Bola, 16 Anggota DPRD Bengkalis Usulkan Rp1,14 Triliun Penanganan Abrasi ke BNPP
Rabu, 13 Maret 2019
BKKBN Riau Berpacu dengan Waktu Capai Target Program KKBPK
Rabu, 06 Maret 2019
Kota Pekanbaru Sukses Gelar HUT Damkar ke 100 yang Dihadiri Mendagri
Rabu, 06 Maret 2019
MTQ ke-XIX Tingkat Kabupaten Rohul Digelar 8 April Mendatang

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Maret 2019
Susul Instagram dan Facebook, WhatsApp Ikut Bermasalah
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 21 Maret 2019
Tiga Fakultas di UIR Rencanakan Joint Reseach Bersama IIUM
Rabu, 20 Maret 2019
Raih Akreditasi B, STIE Syariah Terus Berkembang Pesat
Rabu, 20 Maret 2019
UIR-USIM Sepakat Kerjasama di Bidang Pendidikan
Senin, 18 Maret 2019
43 Mahasiswa UIR Terima Bantuan Pendidikan dari UPZ

Kampus lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


PCR
Terpopuler

01

Rabu, 20 Maret 2019 10:17 WIB
Safari Dakwah TGB di Kampus UIN Suska Sepi
PTPN5
Foto
ACT
IKLAN IMLEK RAPP
Senin, 25 Maret 2019
Rumah Layak Untuk Andini
Sabtu, 16 Maret 2019
BRK Salurkan Dana CSR untuk 1.364 Tenaga Kerja di Meranti
Minggu, 10 Maret 2019
Musholla untuk Desa Sotol, Pelalawan
Rabu, 27 Februari 2019
RAPP Gelar Sosialisasi dan Launching FAC, Targetkan 56 Sekolah

CSR lainnya ...
DPM-PTSP HUT CAKAPLAH
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans

Selebriti lainnya ...
Jumat, 15 Maret 2019
DPRD Siak Minta Polisi Tingkatkan Pemberantasan Kasus Narkoba di Siak
Jumat, 15 Maret 2019
M Fanani Dilantik Jadi Anggota DPRD Siak Menggantikan Suratmaji
Jumat, 15 Maret 2019
Reses I Tahun 2019, Sujarwo Tampung Aspirasi Masyarakat di 2 Kecamatan
Jumat, 15 Maret 2019
Ketua DPRD Siak Minta OPD Gunakan Anggaran dengan Baik

Parlementaria Siak lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www