Senin, 10 Agustus 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 6 Agustus 2020

BPBD Sebut Asap Kiriman
Sekolah di Meranti Tidak Diliburkan, Jalur Pelayaran Masih Aman
Senin, 09 September 2019 18:18 WIB
Sekolah di Meranti Tidak Diliburkan, Jalur Pelayaran Masih Aman

SELATPANJANG (CAKAPLAH) - Kabut asap menyelimuti Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (9/9/2019), dimana aroma asap juga tercium hingga ke dalam rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti memperkirakan kabut asap yang melanda daerah tersebut beberapa hari terakhir merupakan asap kiriman dari daerah lain di luar Kepulauan Meranti.

Kepala BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengatakan kabut yang menyelimuti Kabupaten termuda di Riau itu dipastikan asap kiriman dari kabupaten lain yang juga mengalami kebakaran jika berpedoman dengan arah angin.

"Asap tebal itu bukan dari kita, itu asap kiriman, jika berpedoman dengan pergerakan arah angin, arahnya itu ke selatan, itu larinya ke Sungai Apit, Kabupaten Siak, tak mungkin dia balik kemari," kata M Edy Afrizal.

Sementara itu untuk kebakaran di Kepulauan Meranti terdapat dua titik api. Lokasi kebakarannya terjadi di Desa Bumi Asri Kecamatan Merbau. Sedangkan di Dusun Kampung Balak Desa Tanjung Peranap sudah dipastikan padam.

"Kebakaran di Kampung Balak sudah padam tinggal proses pendinginan. Sementara dua titik api hari ini lokasinya berada di Desa Bumi Asri. kendala di sana itu sumber air tidak ada, namun kita sudah koordinasikan dengan pihak perusahaan untuk mengerahkan alat berat," ujar M Edy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Drs H Nuriman Khair mengatakan, meskipun kabut asap sudah terlihat menyelimuti namun belum berdampak luas dan mempengaruhi aktivitas sekolah di daerah tersebut. Dan kebijakan untuk meliburkan sekolah pun belum dilakukan.

"Kabut tidak begitu tebal, makanya saya minta sama Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk sekolah- sekolah, tapi jangan sampai mengganggu jam pelajaran. Saat ini kita menerapkan kurikulum K13 jadi siswa tidak bisa sembarang diliburkan," kata Nuriman.

Mantan Sekretaris Dewan itu hanya akan meliburkan sekolah setelah


melihat kondisi kabut asap secara situasional.

"Saya mengimbau untuk siswa yang berada di sekolah untuk tidak beraktifitas di luar dan cukup hanya di kelas saja. Kalau kita harus meliburkan sekolah itu sampai kapan, tidak ada kepastian, kecuali kabut itu pekat betul, ukuran saya jarak pandang, kalau saat ini masih normal, jadi cukup pakai masker saja," ujar Nuriman.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti menyebutkan, secara kasat mata kondisi tersebut sangat tidak bagus untuk kesehatan masyarakat. Dan jika harus beraktifitas diluar disarankan untuk menggunakan masker.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri mengatakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan perihal meliburkan sekolah. Dia mengatakan bahwa langkah koordinasi ini dilakukan agar kebijakan meliburkan sekolah di Kepulauan Meranti bisa diambil secara bijaksana.

"Karena kita tidak punya alat ISPU (Indeks Standard Pencemar Udara) jadi kita masih bingung harus beracuan ke mana, namun untuk kondisi itu kita akan berkoordinasi dengan DLH," ujar Fahri.

Fahri mengatakan secara kasat mata, kondisi Kepulauan Meranti memang berasap, namun masih tidak signifikan. "Saat ini kalau menurut kita masih kondisi sedang," tutur Fahri.

Terkait hal ini juga Fahri menilai bahwa untuk meliburkan sekolah belum perlu dilakukan. "Levelnya (kondisi asap) apa kita tidak tahu persis, kalau diliburkan seperti itu tentu menyalahi aturan. jadi ini kita mau membicarakan dulu dengan dinas pendidikan," ujar Fahri.

Fahri mengatakan sudah berkoordinasi dengan DLH dan tim penanggulangan bencana kebakaran Kepulauan Meranti, namun belum juga mendapatkan informasi pasti terkait kondisi udara.

Dirinya juga menanggapi permintaan Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti untuk menyiapkan masker bagi seluruh siswa. "Sekarang berapa orang siswa di Meranti, kalau kita menggunakan seperti itu, tentunya tidak mencukupi kapasitas masker kita," ujar Fahri.

Dirinya mengatakan apabila memang kondisi dinilai sudah berbahaya, maka tinggal mengikuti instruksi Gubernur Riau untuk meliburkan sekolah.

"Tapi tingkat emergency kita saat ini tidak diketahui karena tidak punya alat, yang bisa terdeteksi Pekanbaru, Siak, Dumai, Bengkalis, terus kita mau ikutin yang mana? kan perlu kesepakatan bersama," katanya.

Sementara itu, kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan membuat Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang mengeluarkan edaran waspada pelayaran untuk mengantisipasi resiko kecelakaan.

Kepala Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan, untuk menghindari hal tidak diinginkan, maka syahbandar mengimbau aktivitas pelayaran meningkatkan kewaspadaan saat berlayar dan memperhatikan jarak pandang aman.

"Kemunculan kabut asap ini membuat risiko kecelakaan pelayaran semakin meningkat, dan kami mengimbau pengguna jasa untuk mewaspadai cuaca buruk saat berlayar," kata Suharto.

Dia mengimbau pelaku pelayaran untuk menghindari hal tidak diiinginkan dan nakhoda kapal mewaspadai jalur layar di sepanjang selat di Kepulauan Meranti

"Meski kabut asap masih dalam batas ambang normal jarak pandang, tapi kita selaku institusi wajib mengimbau dan mengeluarkan surat edaran agar semua pihak waspada," sebutnya.

Dikatakannya, pengguna jasa diharapkan juga untuk senantiasa memantau kondisi cuaca dan jarak pandang agar tidak tertutup kabut asap dengan menggunakan peralatan navigasi dan melengkapi kapal dengan alat keselamatan.

"Saat ini jarak pandang pelayaran masih aman, yakni berkisar 3 mil dan belum berbahaya. Tapi kami tetap menghimbau untuk nakhoda mengurangi kecepatan kapal, menghidupkan lampu navigasi pelayaran di siang hari dan mengaktifkan radar kapal dan GPS," ujar Suharto.

Penulis : CK4
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serba Serbi, Kabupaten Kepulauan Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Pilihan
Minggu, 28 Juni 2020
Video Jokowi Marah 18 Juni, Kenapa Baru Dirilis Sekarang?
Minggu, 28 Juni 2020
Keroyok 5 Polisi, 11 WNA Nigeria Ditangkap Polda Metro
Minggu, 28 Juni 2020
Ratusan Warga Uji Swab dan Rapid Test di Pasar Agus Salim, Ini Hasilnya
Minggu, 28 Juni 2020
Ini Penyebab PPDB Jalur Zonasi di Riau Banyak Diprotes
Sabtu, 27 Juni 2020
Unilever, Coca Cola Dkk Setop Iklan di Facebook, IG & Twitter
Sabtu, 27 Juni 2020
Putusan Sudah Inkrah, 1.300 Hektare Lahan Gondai Diminta Segera Dieksekusi
Kamis, 04 Juni 2020
Terungkap! Miliaran Rupiah Duit Korupsi Jiwasraya untuk Main Judi Kasino
Rabu, 03 Juni 2020
Chef Peterseli Kitchen Pekanbaru Wakili Indonesia di Kompetisi Chef International
Rabu, 03 Juni 2020
Curi Tiga Tandan Sawit untuk Beli Beras, Ibu Tiga Anak di Rohul Dihukum Percobaan
Selasa, 02 Juni 2020
PPDB SMA/SMK di Riau Dimulai 17 Juni
Selasa, 02 Juni 2020
Pasien Positif Sembuh dan Tidak Ada Tambahan, Pekanbaru Sudah Masuk Zona Kuning
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 09 Agustus 2020
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Mahasiswa STIT Al-Kifayah Bagikan 1000 Bibit Ikan Lele
Minggu, 09 Agustus 2020
Bupati Siak Alfedri Resmikan Pembangunan Ponpes Putri Ummul Quro Perawang
Minggu, 09 Agustus 2020
Cegah Covid-19, Polsek Ukui Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Tradisional
Minggu, 09 Agustus 2020
Kapolsek Bunut Panjat Tower 35 Meter untuk Memantau dan Cegah Karhutla

Serantau lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Perminyakan Pertama hingga Politeknik Terbaik: Lewat Edukasi, PT CPI Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Selasa, 30 Juni 2020
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses, VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center
Senin, 29 Juni 2020
DPRD Riau Gelar Paripurna LHP BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemprov Riau Tahun 2019
Senin, 08 Juni 2020
Warga Rumbio Sumringah Didatangi Bupati Kampar dan Terima BLT

Advertorial lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 07 Agustus 2020
Hakikat Evaluasi Standar Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Rabu, 05 Agustus 2020
Dosen Unilak Terbanyak Lulus Serdos di LLDIKTI Wilayah X, Jumlahnya 47
Kamis, 30 Juli 2020
Tim KKN Unri Beri Penyuluhan Covid-19 kepada Warga Dumai Barat
Rabu, 29 Juli 2020
UIR Jalin Kerjasama Strategis dengan Pemkab Rokan Hilir

Kampus lainnya ...

AMSI Webinar
Terpopuler
Dapo Kanisya
Foto
BSP Hut Riau ke-63
APRIL RAPP HUT Riau ke-36
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Unilak Juli 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 Ok
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Polres Rohul 27 Juni 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Religi lainnya ...
AMPI Riau
Indeks Berita
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPP
www www