Rabu, 28 Juli 2021

Breaking News

  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!   ●   
  • Israel Tawarkan Vaksin yang Nyaris Kedaluwarsa ke Negara Lain   ●   
  • Singkirkan Spanyol Lewat Adu Penalti, Italia Lolos ke Final   ●   
  • Sindikat Vaksin Covid Palsu Ditangkap setelah Suntikkan Air Garam ke 2.000 Warga
Yamaha 26 Juli 2021
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


CAKAP RAKYAT
Daw Aung San Suu Kyi dan Demokrasi
Sabtu, 06 Maret 2021 14:05 WIB
Daw Aung San Suu Kyi dan Demokrasi

(CAKAPLAH) - Berbicara dan mengenal politik Myanmar, tidak akan terlepas dari sosok wanita yang “kontroversial” Aung San Suu Kyi.

Aung San Suu Kyi merupakan peraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991 atas perjuangannya terhadap Demokrasi dan Hak Asasi Manusia serta menentang berkuasanya militer di negaranya. Perjuangannya yang menentang rezim militer tersebut sehingga beliau dijadikan tahanan rumah. Belakangan hadiah Nobel Perdamaian yang beliau terima ditarik kembali, akibat diamnya dan tidak mendukung perjuangan kemanusiaan atas “pembantaian” etnis Rohingya oleh rezim militer di negaranya.

Diamnya Aung San Suu Kyi tersebut telah membuat dunia Internasional menjadi kurang simpati ketika beliau menjadi pemimpin de facto sebelum akhirnya militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi di awal tahun 2021. Dengan alasan bahwa telah terjadi kecurangan pemilu yang dimenangkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Akibatnya militer Myanmar melakukan kudeta dan melakukan tahanan rumah untuk yang kedua kalinya terhadap Aung San Suu Kyi dan menangkap tokoh tokoh politik yang pro Aung Saan Suu Kyi tersebut.

Tulisan ini akan menjelaskan siapa dan bagaimana perjalanan Aung San Suu Kyi yang menjadi simbol perjuangan demokrasi dan Hak Asasi Manusia di negaranya yang dulunya bernama Burma tersebut.

Berbicara tentang Aung San Suu Kyi, tentu tidak akan terlepas dari perjuangan ayahnya yang bernama Aung San, seorang Jenderal Burma dalam perjuangan terhadap penjajahan Inggris. Aung San bersama U Nu adalah tokoh utama dalam memperjuangkan kemerdekaan Burma (sekarang Myanmar). Sebagaimana diketahui bahwa Burma merdeka pada 4 Januari 1948 dari jajahan Inggris.

Sebutan negara Burma oleh rezim Junta Militer diganti nama dengan sebutan Myanmar. Diperkirakan rezim Junta Militer, Myanmar mengganti Burma menjadi Myanmar didasarkan agar etnis non-Burma merasa menjadi bagian dan memiliki negara. Etnis Burma berasal dari Tibet yang merupakan etnis mayoritas dan menguasai secara politik dan ekonomi.

Selain dari etnis Burma, juga terdapat etnis non Burma yaitu seperti etnis Karen, Rohingya, Shan, Kachen yang terus berusaha agar meraih kemerdekaan dan terpisah dari negara Myanmar.

Pada tahun 1962, Jendral Ne Win melakukan kudeta terhadap Jenderal Aung San, Bapak dari Aung San Suu Kyi yang pada akhirnya Jenderal Aung San terbunuh. Sejak saat itu, di Myanmar sering terjadi kudeta militer hingga tahun 2010 dan sempat pemerintahan sipil berkuasa hingga terjadi lagi kudeta militer terhadap pemerintahan sipil. Kemunculan Aung San Suu Kyi di pusat perjuangan rakyat Myanmar adalah demi tegaknya Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di negaranya.

Fakta sejarah tidak dapat dipisahkan dari konsekuensi bahwa beliau memiliki peran dan pengaruh ayah dan ibunya yaitu Jenderal Aung San dan ibunya yang bernama Daw Khin Nyunt. Fakta tersebut yaitu pertama; Daw Aung San Suu Kyi merupakan putri dari Bapak Kemerdekaan Myanmar yaitu Jenderal Aung San. Warisan ayahnya membuat dirinya menjadi simbol yang tepat bagi perjuangan rakyatnya, Myanmar, kedua; identifikasi ayah dan anak merupakan konsekuensi dalam ulangan sejarah dan ketiga; fakta keturunan mendapat pengakuan dari rakyatnya, Myanmar untuk mendukung perjuangan rakyatnya.

Selama ini, Aung San Suu Kyi dalam perjuangannya dengan tanpa kekerasan terhadap rezim Junta Militer. Perjuangan tersebut membangkitkan kekaguman dan dukungan bagi rakyat Myanmar untuk menentang militer. Perjuangan yang dilakukan oleh Aung San Suu Kyi tersebut merupakan aspirasi politiknya yang secara sadar menghindarkan diri dari konflik. Arah perjuangan politiknya banyak ia dapatkan dari aspirasi politik Mahatma Gandhi, Hahimsha yaitu perjuangan tanpa kekerasan. Aung San Suu Kyi mendapatkan aspirasi tersebut ketika ia belajar di India, ketika ibunya menjadi duta besar di New Delhi, India.

Di penjara dan menjadi tahanan rumah selama lebih kurang 20 tahun ia jalani dalam memperjuangkan tegaknya demokrasi di negaranya. Aung San Suu Kyi merupakan perempuan Asia pertama yang memenangkan hadiah Nobel perdamaian tahun 1991.

Akibat dipenjara oleh rezim militer Myanmar, Suu Kyi tidak dapat menghadiri penyerahan hadiah Nobel Perdamaian tersebut kepadanya. Suami beserta kedua anaknya yang tinggal di Inggris yang mewakilinya dalam penyerahan hadiah Nobel Perdamaian tersebut. Hingga suaminya, Michael Aries meninggal dunia, beliau tidak dapat menghadiri pemakaman suaminya tersebut akibat ditolak oleh militer jika kembali ke negaranya.

Aung San Suu Kyi yang lama bermukim di luar negeri dan bersuamikan seorang warganegara Inggris, mendiang Michael Aris, sosok Suu Kyi tentunya sangat menghargai pluralisme dan perbedaan yang ada. Hal tersebutlah yang diharapkan oleh dunia internasional peranan dan ketokohannya tersebut dalam menyelesaikan masalah Rohingya di negara bagian Rakhin.

Ketokohan seorang Suu Kyi telah menginspirasi sutradara Prancis, Luc Besson menggarap film yang bercerita tentang perjuangan seorang perempuan dan sekaligus ikon demokrasi Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi.

Film yang diberi judul ”The Lady”, menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh perempuan Myanmar, Aung San Suu Kyi sejak kembali ke negaranya, tahun 1988.

Bersama suaminya, Michael Aries seorang warga negara Inggris, Daw Aung San Suu Kyi tidak pernah surut dalam memperjuangkan demokrasi di negaranya. Inti dari Film ”The Lady”, menceritakan keseharian Daw Aung San Suu Kyi selama masa- masa dalam tahanan di negaranya dalam dua dekade terakhir.

Dalam Film ”The Lady”, sosok Daw Aung San Suu Kyi diperankan oleh aktris Hollywood asal Malaysia, Michelle Yeoh dan sosok Michael Aris, diperankan oleh aktor Prancis, David Thewlis.

Film ”The Lady” yang baru diluncurkan tersebut telah mendapat simpati dan dukungan internasional dalam pemutaran pertamanya di Roma, Italia. Memang sosok Daw Aung San Suu Kyi tak akan dapat dipisahkan dalam perjuangan demokrasi, penegakan hak asasi manusia dan konsolidasi politik di Myanmar. Oleh karenanya, sosok Daw Aung San Suu Kyi sebagai tokoh politik Myanmar masih merupakan daya tarik tersendiri dalam hubungan sipil dan militer di negara yang mulai membuka iklim demokrasi, namun di tengah jalan iklim demokrasi tersebut runtuh akibat kudeta militer.

Penulis : Hasrul Sani Siregar, MA, Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau.
Editor : Yusni
Kategori : Internasional, Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Kamis, 22 Juli 2021
MPR Desak Vaksin Dosis Ketiga untuk Nakes Dilakukan Secepatnya
Rabu, 14 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemerintah Telah Tetapkan PPKM Darurat MPR Minta Semua Harus Berdoa
Senin, 12 Juli 2021
MPR: Koperasi Sebagai Panglima Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 09 Juli 2021
MPR: Penting untuk Hadirkan Kolaborasi dalam Hadapi Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 27 Juli 2021
Riau Lakukan Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Ekosistem Gambut
Selasa, 27 Juli 2021
Sinergi Penanggulangan Covid-19, Polres Pelalawan Ajak Perusahaan Salurkan Alkes dan Obat
Selasa, 27 Juli 2021
Pantau Prokes Masyarakat, Polsubsektor Pelalawan Adakan Operasi Yustisi
Selasa, 27 Juli 2021
Kampung Tangguh Polres Bengkalis Panen Cabai Merah Setengah Ton

Serantau lainnya ...
Rabu, 21 Juli 2021
Anak Didik AMS Juarai Pemilihan Bujang Dara Pekanbaru 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Famys Hijab, Pilihan Tepat untuk Tampil Cantik Saat Idul Adha
Jumat, 09 Juli 2021
Berkembang Pesat, Irvan Asmara Sukses Dirikan AMS Modelling School
Kamis, 08 Juli 2021
DRV Beauty Store Jadi Ikon Kosmetik di Sungai Penuh, Produknya Lengkap dan Original

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Advertorial lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?
Jumat, 02 Juli 2021
Heboh Bill Gates dan Istrinya Sebenarnya sudah Meninggal Tahun 2013 Lalu
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 27 Juli 2021
Tingkatkan Inovasi Teknologi Terapan Bidang MKG, PCR dan BMKG Jalin Kerja Sama
Selasa, 27 Juli 2021
Tim Kukerta Balek Kampung Unri Sialang Sakti Berikan Spanduk dan Logo
Selasa, 27 Juli 2021
Kukerta Unri Desa Ujung Batu Timur Serahkan 1.000 Batang Bibit Tanaman Buah kepada Masyarakat
Senin, 26 Juli 2021
Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Pulau Terap Kampar Lakukan Penyemprot Disinfektan

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Perlukah Gubernur Riau dan Walikota/Bupati Menyampaikan Permohonan Maaf atas Meningkatnya Kasus Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM Level 4?


PCR 15 Juli 2021
Terpopuler

03

Kamis, 22 Juli 2021 16:08 WIB
Ditahan Jaksa, Donna Fitria Menangis
Permata
Foto
Unilak 1 Juni 2021
Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah
Kamis, 01 Juli 2021
Peramal Mbak You Meninggal Dunia
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit

Selebriti lainnya ...
Bhayangkara 2021 CAKAPLAH
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
UIR 2021
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban
Jumat, 02 Juli 2021
Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Seperti Apa yang Bisa Disebut Syahid?
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman

Religi lainnya ...
Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRD
Indeks Berita
Idul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www