Selasa, 22 Juni 2021

Breaking News

  • Tahun Ini Pemberangkatan Jamaah Haji Indonesia Kembali Dibatalkan   ●   
  • Truck Terguling di Jalan Sudirman Pekanbaru   ●   
  • Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Soekarno Hatta terjadi kemacetan parah, Jumat (26/3/2021) malam, pukul 20.00 wib, akibat banjir paska hujan deras.   ●   
  • Penembakan Kembali Terjadi di Pekanbaru, DPRD Minta Polisi Rutin Tes Psikologi   ●   
  • Kepala BPKAD Kuansing Tidak Penuhi Panggilan Jaksa   ●   
  • Kabar Baik, Tunjangan ASN Pemprov Riau segera Cair   ●   
  • Dukung Vaksinasi Covid-19, Pemprov Riau Refocussing Anggaran DAU 8 Persen   ●   
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih   ●   
  • Dewan Dukung Polisi Periksa Kadis DLHK Soal Tumpukan Sampah   ●   
  • Nunggak PBB di Pekanbaru Rumah Ditempel Stiker
Yamaha 21 Juni 2021
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Konsumen Kesal Indomaret di Siak Sering Jual Susu Bayi Kaleng dengan Kondisi Penyok
Kamis, 18 Maret 2021 11:22 WIB
Konsumen Kesal Indomaret di Siak Sering Jual Susu Bayi Kaleng dengan Kondisi Penyok
Kondisi susu bayi dengan kaleng penyok yang dibeli Nata di gerai Indomaret Jalan Sutomo Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.

SIAK (CAKAPLAH) - Nata (34), seorang konsumen langganan Indomaret di Jalan Sutomo Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau mengaku kesal karena pegawai Indomaret sering memberinya produk susu bayi kemasan kaleng dalam kondisi penyok saat berbelanja di sana.

Ia mengungkapkan kekesalannya pada gerai Indomaret itu karena ternyata masih menjual susu bayi dengan keadaan kaleng yang penyok-penyok.

"Susu bayi kaleng diletak di belakang kasir, setiap membeli saya memesan ke kasirnya. Si kasir kerap memberikan susu dengan keadaan kaleng yang penyok, biasanya saya menolak, tapi tadi malam tidak ada lagi pilihan," kata Nata saat berbincang dengan CAKAPLAH.com di Siak, Rabu (17/3/2021).

Menurut Nata, kasir atau pekerja di gerai Indomaret itu memang hanya menjalankan pekerjaannya. Tetapi Nata menilai seakan tidak ada edukasi dari internal Indomaret terhadap karyawannya tersebut.

"Karena si karyawan tidak tahu dampak terhadap kemasan produk yang penyok. Maka mereka santai memajangnya di rak dan tidak ragu menjualnya ke konsumen. Kita memang tidak bisa menyalahkan konsumen (bila mau membeli juga), tetapi ini harus jadi pelajaran," kata Nata.

Nata menceritakan, pada Selasa tengah malam kemarin stok susu bayinya habis. Kemudian ia bersama suami berniat mencarinya di Indomaret, karena minimarket di sekitar Kota Siak selain Indomaret dan Alfamart Jalan Sutomo tidak ada yang buka.

"Dengan terpaksa saya membelinya di sana (Indomaret). Saya memilih kaleng dengan tingkat kepenyokan yang paling sedikit, tetapi tetap saja tidak puas dan khawatir," katanya.

Nata khawatir dengan kondisi kaleng susu bayinya yang penyok itu, ia beranggapan jika kemasan rusak serpihan logam pada kaleng akan bercampur ke susu tersebut. Ada juga kemungkinan buruk lainnya.

Ia meminta Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun tangan dalam hal ini. Apalagi saat ini detik-detik menjelang bulan Ramadan, tingkat kebutuhan konsumen semakin tinggi.

"Saya mohon dinas terkait cek minimarket yang masih menjual produk tak layak di Siak. Jangan cuek lah. Bagi saya ini amat penting, agar bisa menjadi pelajaran bagi Indomaret ke depan, supaya tidak lagi menjual susu bayi dengan kaleng yang penyok atau rusak," kata dia.

Sementara itu, vendor Indomaret untuk wilayah Siak-Pelalawan, Agus, sudah melihat sejumlah susu bayi di gerai Indomaret Sutomo Siak dalam keadaan penyok. Ia sempat menyalahkan konsumen kenapa mau membeli produk itu.

"Saya sudah tanya ke karyawan, kata karyawan kenapa konsumen itu mau membelinya," kata Agus.

Agus juga telah melihat produk susu bayi berbagai merek dengan keadaan kaleng yang penyok. Dia juga belum tahu kalau produk seperti itu mengandung serpihan logam dari kaleng yang dapat membahayakan kesehatan.

Sementara itu, Abas Ginting, Bidang Perizinan Indomaret di wilayah Siak juga tidak berkenan dimintai keterangannya. Sebab dia belum mengetahui kondisi sejumlah produk dengan kemasan rusak di Indomaret Sutomo Siak.

"Saya belum tahu permasalahan itu," katanya singkat.

Perwakilan Indomaret di Pekanbaru, Irfan berterimakasih atas informasi yang terjadi di Siak. Ia mengaku sudah meneruskan informasi ini ke manajemen.

"Mohon maaf, untuk informasi ini sudah saya teruskan ke manajemen," kata dia.

Bahaya Produk Kemasan Kaleng dalam Kondisi Penyok

Dikutip dari Klikdokter.com, diterangkan bahwa produk makanan kemasan dengan kaleng yang penyok bisa membahayakan kesehatan.

Menurut Suki Hertz, seorang profesor nutrisi dan keamanan makanan untuk Culinary Institute of America, sebenarnya hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan penyoknya.

Sebagai contoh, pada kaleng terdapat lekukan kecil dan letaknya tidak berada di sambungan kaleng, menurut Suki produk tersebut masih aman untuk dikonsumsi karena umumnya tidak akan memengaruhi kualitas makanan di dalamnya. Namun, bila penyok atau lekukan itu berada pada garis sambungan kaleng, sebaiknya konsumen mengembalikan makanan kaleng itu ke dalam rak dan beri tahu kepada petugas toko.

"Bila penyok atau cacat tersebut berada di sambungan kaleng, kemungkinan besar patogen sudah masuk ke dalam. Jika Anda tetap membeli dan mengonsumsinya, Anda bisa sakit," kata Suki.

Bagian garis sambungan kaleng sangat rentan menjadi celah bagi patogen untuk masuk. Ketika bagian itu terkena tekanan hebat akibat jatuh, maka celah akan semakin besar. Kesempatan bagi bibit penyakit untuk masuk ke dalam kaleng dan mengontaminasinya juga semakin besar.

Ancaman Penyakit Botulisme

Tak cuma mesti memperhatikan letak penyoknya, Anda juga perlu mengecek seberapa dalam kondisi penyok tersebut. Semakin dalam lekukannya, maka produk tersebut makin tak aman untuk dikonsumsi.

Bahkan, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memberi pernyataan, jika lekukan yang dalam tersebut sampai menimbulkan titik yang tajam, risiko kontaminasi racun dari bakteri Clostridium botulinum sangat tinggi! Bakteri ini adalah satu-satunya mikroorganisme dengan spora yang tahan suhu tinggi, dan terdapat pada makanan dalam kaleng.

Racun tersebut dapat membuat Anda terkena botulisme atau keracunan makanan yang dapat mematikan sistem saraf. Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan penglihatan, kelopak mata terkulai, kram perut, otot wajah melemah, kesulitan menelan, hingga kesulitan bernapas.

Penulis : Wahyu
Editor : Yusni
Kategori : Ekonomi, Serba Serbi, Kabupaten Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?

Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 08 Juni 2021
Pemerintah Diimbau Hentikan Impor Alkes, Bamsoet: Sektor Kesehatan Ini Justru Dinikmati oleh Asing
Senin, 07 Juni 2021
Soal Wawasan Kebangsaan, FPKB MPR RI: Itu Sesuatu yang Fundamental, Penting untuk Indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
Ketua MPR RI Luncurkan Buku ke-19 Berjudul ‘Cegah Negara Tanpa Arah’
Selasa, 25 Mei 2021
Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Achmad: MPR Dorong 4 Pilar Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 21 Juni 2021
Zaman Serba Digital, OPD Harus Melek Teknologi
Senin, 21 Juni 2021
Polres Pelalawan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi dan Pos PPKM
Senin, 21 Juni 2021
Peringati Hari Bhayangkara, Polres Inhu Gelar Donor Darah
Senin, 21 Juni 2021
Hari Kedua Silaturahmi 360 Derajat, Demokrat Pekanbaru Minta Ranting Cek Aspirasi Warga

Serantau lainnya ...
Senin, 31 Mei 2021
Segera Diluncurkan, Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri
Minggu, 30 Mei 2021
UIR dan IAEI Riau Edukasi Pelaku Usaha di Pekanbaru tentang Konsep Laundry Syariah
Selasa, 11 Mei 2021
Tampil Cantik saat Lebaran, Fajar Cosmetic Ramai Pengunjung
Rabu, 05 Mei 2021
7 Cara Gampang Agar Lebih Mudah Bangun untuk Sahur

Gaya Hidup lainnya ...
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu

Advertorial lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
5 Smartphone Terbaru dari Oppo Tahun 2021
Senin, 03 Mei 2021
Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku Kurang dari 2 Pekan Lagi
Kamis, 29 April 2021
Dua Minggu Lagi WhatsApp akan Blokir Kamu
Selasa, 13 April 2021
Bukan Mimpi Lagi, Ini 2 Mobil Terbang yang sudah Dapat Izin Mengudara

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak
Selasa, 13 April 2021
Tips Sehat saat Puasa: Olahraga Ringan dan Penuhi Nutrisi
Senin, 18 Januari 2021
Terlalu Lama Pakai Masker Sebabkan Mata Kering, Ini Cara Mencegahnya

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 17 Juni 2021
Bantu Hadapi Dunia Kerja, Fikom UIR Luncurkan Program Magang bagi Mahasiswa
Jumat, 11 Juni 2021
Perdana di Pekanbaru, Santri di Pondok Pesantren Terima Vaksin Covid-19
Rabu, 09 Juni 2021
Tingkatkan SDM Daerah, PCR Lakukan Pertemuan dengan Pemkab Meranti
Selasa, 01 Juni 2021
Alumni di Meranti Dukung Dr Moris Jadi Ketua IKA Unri

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...
Polling
Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mewajibkan warganya melampirkan bukti sudah vaksin Covid-19/sudah mendaftar jika ingin mengurus dokumen administrasi. Apakah Anda setuju?


Unilak 1 Juni 2021
Terpopuler

05

Pelantikan Bupati Siak - Pemkab Siak
Foto
Idul Fitri 1442 Syahrul Aidi
Waisak 26 Mei 2021 - APRIL
Kamis, 29 April 2021
7 Artis Indonesia dengan Bayaran Selangit
Selasa, 13 April 2021
Diungkap Sahabat, Billy Sering Bengong Sulit Lupakan Pesona Amanda Manopo
Rabu, 31 Maret 2021
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih
Jumat, 19 Maret 2021
Diduga Terlibat Perdagangan Anak sebagai PSK, Artis Cynthiara Alona Terancam 10 Tahun Penjara

Selebriti lainnya ...
Muswil PPP 29 Mei 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Idul Fitri 1442 BRK
Senin, 14 Juni 2021
Santri Rumah Qur'an Hajjah Rohana Tak Hanya Fokus Tahfiz Tapi Juga Belajar Pokok Keislaman
Selasa, 18 Mei 2021
Hukum Menggabung Puasa Qada Ramadan dan Syawal
Jumat, 07 Mei 2021
Rilis Lagu Bertema 'Tak Mudik', Azwa Nasyid dan Azam Voice Bikin Sedih Hilang
Rabu, 05 Mei 2021
4 Golongan Manusia Mendapat Kebahagian dan Kesengsaraan

Religi lainnya ...
PKB Kampar - Catur Sugeng
Indeks Berita
Ucapan Ramadan Syahrul AidiPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021APRIL/RAPP - ImlekNyepi 14 Maret 2021 - APRIL RAPPHUT Kampar 2021 - APRIL-RAPP
www www