Rabu, 27 Oktober 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 25-27 Oktober 2021

Merasa Tak Diperhatikan Pemerintah, Berapa Jatah Bulanan Imigran di Pekanbaru?
Selasa, 12 Oktober 2021 21:00 WIB
Merasa Tak Diperhatikan Pemerintah, Berapa Jatah Bulanan Imigran di Pekanbaru?
Para Imigran asal Afganistan saat berada di Wisma Orchid Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Gang Musyawarah

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Kemarin ratusan imigran yang ada di Kota Pekanbaru melakukan unjuk rasa ke Kantor Gubernur Riau. Tuntutannya mereka ingin segera dikirimkan ke negara ketiga yang diyakini akan memberikan kesejahteraan yang lebih bagi kehidupan para imigran. Bahkan dalam aksi unjuk rasa tersebut, salah satu imigran nekat menjahit bibirnya sebagai wujud aksi protes kepada pemerintah setempat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di hati kita semua, sebenarnya berapa "jatah" bulanan yang diterima oleh para imigran ini serta apa saja fasilitas yang mereka terima. Apakah terlalu kecil sehingga mereka merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah dan ingin segera pergi dari Indonesia?

CAKAPLAH.COM berusaha mencari informasi terkait hal ini dengan langsung mendatangi salah satu rumah tinggal sementara imigran yakni di Wisma Orchid Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Gang Musyawarah. Letaknya tak jauh dari kantor PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR).

Di lokasi, CAKAPLAH.COM berbincang-bincang dengan salah seorang penghuni di rumah tinggal sementara tersebut. Abul namanya. Bersama keluarganya, dirinya sudah genap 5 tahun berada di Bumi Lancang Kuning.

"Saya sudah 5 tahun tinggal di Pekanbaru. Saya warga negara Afganistan," ujar Abul memulai cerita.

Dirinya bersama dengan warga Afganistan lainnya datang ke Indonesia hingga sampai ke Riau ini karena memang lari dari negara asal yakni Afganistan yang dinilai tidak aman karena adanya perang.

Baca: Merasa Indonesia Tidak Peduli, Ratusan Imigran Afganistan di Pekanbaru Minta Dikirim ke Negara Ketiga

"Kami lari dari Afganistan dan mencari negara yang aman. Kami sebenarnya ingin ke negara ketiga yakni ada Australia, Kanada, Amerika dan juga New Zealand. Jadi kami ke Indonesia ini sebenarnya karena kami mau ke Australia dan lewat Indonesia karena Indonesia adalah negara terdekat dengan Australia," ungkapnya.

Untuk imigran yang berada di Pekanbaru, Abul mengatakan waktunya sudah sangat lama. Bahkan ada yang mencapai 10 tahun lebih. Namun hingga saat ini belum ada informasi kapan Imigran ini bisa pindah dari Indonesia untuk selanjutnya menuju ke negara tujuan yang menjadi impian mereka.

"Sudah sangat lama kami di sini, ada yang sudah berkeluarga dan ada juga yang masih single. Kalau di Indonesia mungkin untuk imigran jumlahnya mencapai 14.000 orang dan yang dari Afganistan sekitar 7.000 hingga 8.000 orang. Kami sudah sangat lama di sini dan prosesnya terlalu panjang untuk bisa pindah," terangnya.

Selama tinggal di Pekanbaru, dikatakan Abul, setiap bulannya mereka menerima uang jatah yang sudah ditetapkan pemerintah. Untuk besarannya beragam. Bagi anak-anak dan yang belum menikah, akan mendapat Rp500 ribu perorangnya. Kemudian untuk yang sudah berkeluarga, 1 orangnya mendapatkan jatah Rp1.250.000.

Baca: "Kami Bukan Binatang", Imigran di Riau Jahit Mulutnya Sendiri, Minta Dipedulikan

"Saya yang umur 22 tahun juga menadapatkan jatah bulanan Rp500 ribu, sama dengan anak bayi. Bayangkan dengan uang segitu bagaimana saya mengatur keuangan. Itu sudah untuk semuanya. Kebetulan saya di sini berlima dengan ayah ibu serta 2 orang adik saya. Jadi orang tua mendapatkan jatah Rp2.500.000, kemudian kami anak-anaknya bertiga Rp1.500.000. Jadi total dalam sebulan kami dijatah Rp4.000.000," ungkapnya.

Pria yang mengaku belajar bahasa indonesia hanya dalam waktu 3 bulan ini mengatakan, uang yang diberikan oleh pemerintah itu sudah untuk semuanya. Baik makan, pakaian, obat-obatan dan berbagai keperluan lainnya. Tak ada tambahan jatah lain seperti barang atau semacamnya.

"Tidak ada kami diberikan makanan atau barang-barang lain. Hanya uang itu saja dan kita harus pandai-pandai mengaturnya bagaimana bisa untuk bertahan. Dalam satu bulan kami harus hidup dengan uang tersebut. Apapun kebutuhan saya ya hanya dari uang itu. Itu sangat tidak cukup sebenarnya," jelasnya.

Baca: Imigran di Riau Minta Dipindahkan, Kemenkumham: Bukan Wewenang Pemerintah Indonesia

Untuk fasilitas rumah tinggal, Abul mengatakan di Wisma Orchid ini setiap keluarga diberikan 1 kamar dengan ukuran 4x4. Jadi seberapa banyak pun anggota keluarganya akan mendapatkan 1 kamar tersebut. "Kebetulan saya berlima jadi ya di kamar itu kami berlima. Kalau lebih ya sempit-sempitan di dalam kamar itu. Itu ruangan kosong ya. Tidak ada fasilitas lainnya. Kalau mau fasilitas lain harus bayar," ucapnya.

Dengan kondisi yang dirasakan saat ini, Abul mengatakan dirinya bersama Imigran lainnya sangat ingin pergi dari Indonesia. "Kami memikirkan masa depan, mau seperti apa kalau kami di sini terus. Kami di sini sudah terlalu lama. Negara kami Afganistan juga tak aman, kami tak bisa pulang. Mau maju ke negara ketiga juga kami tak bisa. Kami tak bisa lakukan apa-apa," ungkapnya.

Ali, Imigran lainnya yang menghampiri CAKAPLAH.COM saat berbincang-bincang dengan Abul mengatakan dirinya bersama 2 anak dan istrinya sudah semakin berat untuk tinggal lebih lama di Pekanbaru, Riau. Terlebih jatah uang yang didapatkan oleh dirinya dan keluarganya sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk penginapan memang gratis. Tapi kalau mau AC, mesin cuci dan wifi kami harus bayar lagi. Semuanya hampir Rp1 juta. Saya pakai AC karena anak saya ini masih kecil-kecil, mau tak mau harus pakai. Anak saya 2 kecil-kecil, belum beli susu, kemudian Pampers nya lagi. Sangat tidak cukup. Saya harap pemerintah bisa segera memfasilitasi kami untuk pergi ke negara ketiga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan jika para imigran asal Afganistan yang berada di Kota Pekanbaru diberlakukan dengan sangat baik. Bahkan, jaminan keselamatan selama tinggal di Bumi Lancang Kuning juga terjaga.

"Mereka selama di Pekanbaru sangat diperlakukan dengan baik. Baik dari pelayanan kesehatan, keselamatan bahkan jaminan kebutuhan hidupnya terpenuhi dengan baik," ungkapnya, Senin (11/10/2021).

Mantan Kepala Badan Satpol-PP Kota Pekanbaru ini menyebutkan, tuntutan agar para Imigran dikirim ke negara ketiga seperti New Zealand, Kanada serta Australia bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Tuntutan agar mereka dikirim ke Negara ketiga tidak menjadi ranah kami. Tapi Pemerintah Republik Indonesia yang memutuskannya. Jadi salah kaprah juga kalau mereka ini diperlakukan buruk selama di Indonesia khususnya Riau, Kota Pekanbaru," imbuhnya.

Penulis : Unik Susanti
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Peristiwa, Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Rabu, 13 Oktober 2021
Semua Orang Sama Dimuka Hukum, Junimart : Penegak Hukum Mosok Dibiarkan Melanggar Hukum
Rabu, 06 Oktober 2021
Banyak Permasalahan di DKI Jakarta, Alasan Baleg DPR Dukung Pemindahan Ibukota Baru
Senin, 04 Oktober 2021
Ketua MPR: PPHN Keniscayaan Diamanatkan Oleh Konstitusi
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 26 Oktober 2021
Polsek Rambah Hilir Sosialisasikan Bahaya Narkoba ke Pelajar
Selasa, 26 Oktober 2021
Persiapan Matang, PPP Pekanbaru Siap Gelar Muscab
Selasa, 26 Oktober 2021
Kelompok Tani Kampung Buatan I Dapat Bantuan Bebek Petelur dari Program Astra Kreatif
Selasa, 26 Oktober 2021
Tiga Kwarcab di Siak Raih Penghargaan Gugus Depan Terbaik Ramah Lingkungan Regional Sumatera

Serantau lainnya ...
Senin, 25 Oktober 2021
DPP Kukuhkan Pengurus HDI Chapter Riau Periode 2021-2023
Minggu, 24 Oktober 2021
Arya Saloka Ajak Masyarakat Pekanbaru Treatment Kecantikan di Klinik Elzagiarmi
Kamis, 14 Oktober 2021
Kini Semakin Mudah Miliki Rumah di D'Village Regency 3, Ada Promo Bunga Hanya 2,3% Fixed 3 Tahun
Senin, 04 Oktober 2021
Memukau, Model AMS Sukses Peragakan Rancangan Busana Siswa SMKN 3 Pekanbaru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 23 Oktober 2021
Kisah Penyintas Covid-19, Berpikiran Positif dan Bermental Baja hingga Sembuh
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 22 Oktober 2021
Fakultas Pertanian Unri Jalin Kerjasama Kewirausahaan dengan Kadin Riau
Jumat, 22 Oktober 2021
Sempat Tertunda, BEM Institut Master Sukses Gelar Lomba Pildacil Virtual 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
UIR Kuasai Dua Nomor di Kompetisi Entrepreunership Award V LLDIKTI X
Selasa, 19 Oktober 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan FAI UIR

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

April HUT 3 Kabupaten 12 Oktober 2021
Terpopuler
DPRD Riau - Maulid Nabi Muhammad SAW
Foto
DPRD Riau - Sekwan - Maulid Nabi Muhammad SAW
DPRD Riau
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani
Senin, 04 Oktober 2021
Pernah Dimiliki Aktor Terkenal, Ini Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia yang Dihargai Rp243 Miliar
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama

Selebriti lainnya ...
HUT SIAK - 12 Oktober 2021 - Kabag
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos

Religi lainnya ...
DPRD Riau
Indeks Berita
DPRD Riau Ucapan Duka 1DPRD Riau Ucapan Duka 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakBhayangkara 2021 CAKAPLAHHUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www