Rabu, 03 Juni 2020

Breaking News

  • Waspada Wabah Covid-19, Masjid Raya Annur Riau Tiadakan Salat Jumat   ●   
  • Pemprov Riau akan Bagi-bagi Sembako ke Warga Miskin Terdampak Corona   ●   
  • Pemda Pelalawan Alokasikan Rp 9 Miliar untuk Penanganan Covid-19   ●   
  • Asri Auzar Anjurkan Kader Demokrat yang Ikut Kongres Lakukan Rapid Test   ●   
  • Cegah Virus Corona, PKB Riau Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid   ●   
  • Kondisi Pasien Suspect Corona di Dumai Membaik   ●   
  • Ade Fitra Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Pekanbaru 2020-2025   ●   
  • Tahun Ini 50 Mahasiswa UIN Suska Riau Terima Beasiswa dari Bank Indonesia   ●   
  • Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 5,3 Miliar   ●   
  • Kadisdik Riau Larang Sekolah Pungut Uang Perpisahan Siswa
Yamaha 1 Juni 2020

CAKAP Suardi, M.I.Kom
Kekuasaan dalam Domba Berbulu Singa
Senin, 15 Januari 2018 10:33 WIB
Kekuasaan dalam Domba Berbulu Singa

PADA zaman dahulu, ada Domba yang begitu terobsesi menjadi Singa, sang penguasa rimba raya. Mungkin karena terlalu banyak mendengar kisah tentang keperkasaan Singa, lewat dongeng yang selalu diceritakan ayahnya menjelang tidur.

Saat bermain bersama teman-temannya, sang Domba yang tumbuh dengan lincah itu pun selalu berlagak seperti Singa. Bertindak beringas, buas, demi label perkasa dan penguasa. Tapi ia tetaplah seekor Domba, yang tak ditakdirkan untuk memangsa, dengan mengoyak dan berlumur darah seperti Singa. Melainkan merumput dan memakan dedaun hijau lainnya, seperti layaknya Domba biasa.

Namun inilah yang tak bisa diterima sang Domba. Menurutnya, takdir yang dijalaninya ini salah. “Dengan lahir sebagai Domba, bagaimana mungkin saya akan menjadi penguasa rimba raya,” gumam sang Domba. Coba saja saya jadi Singa, dengan menjadi Singa hidup akan menjadi indah dan luar biasa, dengan segala sifat liar yang gila. Karena “zaman Now” yang serba gila, yang tak gila malah akan dianggap gila dan salah. Maka yang paling pas itu adalah menjadi Singa, pikir sang Domba.

Sejak itu Domba selalu berpikir bagaimana caranya agar jadi Singa. Domba pun tak lupa berdoa pada Allah SWT, meski disisi lain ia tak pernah menerima takdirnya sebagai Domba.

Hingga suatu ketika, saat berjalan kakinya tersandung botol. Diamatinya, dan dibuka tutupnya, maka tiba-tiba terdegar suara yang bergelegar. ”Ha..ha.. aku kasih satu permintaan”. Bayangkan apa yang akan diminta sang Domba? Pingin kurus Jin... (seperti Iklan, red) tentu saja salah. Permintaannya tentu saja.... tebak sendirilah.

Sejak itu, domba pun berubah wujud jadi Singa. Ia berjalan dengan pongahnya, meninggalkan koloninya. Karena hidup bersama sekumpulan Domba 'tak level lah ya' gumam sang domba eh.. Singa mantan Domba. Ia pun meninggalkan hutan belantara menuju koloni Singa di gurun belantara.

Tapi menjadi anggota baru di lingkungan Singa tidaklah mudah. Ia harus menunjukkan kredibilitasnya dengan segala kebuasannya. Tentu saja dengan minum Vodka, menghisap Ganja dan pecandu narkoba serta Dugem bareng teman-teman barunya. Eh.. salah pokoknya hidup liar bebas maredekalah, tak lupa minum darah dan mengoyak tuk memakan daging mentah.

Yang terakhir ini begitu berat diterima nurani sang Singa (lebih tepatnya Singa mantan Domba - Red). Makanya, setiap ada pesta, ia terlihat tak pernah menikmatinya. Rupanya, tingkahnya yang canggung dan tak biasa layaknya seekor Singa, telah diamati sang raja koloni singa. Hingga suatu ketika, ia pun di perintah menghadap sang raja.  

Dicerca sederet pertanyaan, Raja singa pun bertitah; “Ketahuilah anak muda, di dunia Singa, kita akan semakin kehilangan kemampuan untuk benar tanpa menyalahkan mereka. Kita semakin tidak sanggup untuk benar, kecuali dengan harus menyalahkan. Di dunia liar kita nan gila, yang benar kita, yang lain salah semua. Makanya supaya kita benar, diperlukan orang dan pihak lain yang salah. Karena kita tidak bisa benar dengan kebenaran itu secara otentik dan mandiri. Untuk menjadi penguasa, kau harus gila di zaman gila." 

Selanjutnya, sang raja Singa memerintahkan tuk mengurung Singa muda bersama Domba tua. Ia baru akan dibebaskan, tatkala bisa mengoyak-ngoyak domba tua dengan taring dan cakarnya untuk dimangsa.

Setelah berhari-hari di penjara bersama Domba tua, rasa lapar pun mulai mendera Singa muda (yang tak lain mantan Domba, red). Ditatapnya domba tua dengan napsu kebinatangannya, namun yang muncul bukannya kebuasan layaknya Singa. Melainkan rasa iba, sebagai sesama Domba. “Ada apa wahai singa muda, di sini engkaulah penguasanya. Dengan taring dan cakar tajammu, kau bisa berbuat segalanya. Sedang aku hanyalah Domba tua yang tak berdaya,” ungkap si Domba tua. 

Sejurus kemudian Singa itu mendongakkan kepalanya. “Entahlah domba tua, tadinya dalam obsesi ku sebagai penguasa dunia, nurani hanyalah sekedar sampah yang menjadi slogan tak berharga. Untuk bisa berkuasa, diperlukan keberingasan, buas dan liar seperti halnya Singa. Tapi kini keperkasaanku malah kalah oleh nurani dan rasa iba. Sang singa pun bercerita panjang lebar, hingga ia berubah jadi singa.

Mendengar cerita Singa (mantan Domba, red), Domba tua yang sudah tergolong renta itu pun tertunduk. Ia pun menceritakan sebuah kisah hidupnya yang persis sama dengan kata-kata yang terpahat di sebuah pemakaman seorang bishop Anglican (Tahun 1100) yang terdapat di Westminster Abbey, Inggris.

“When I was young and free and my imagination had no limits, 

I dreamed of changing the world.

As I grew older and wiser, 

I discovered the world would not change, 

so I shortened my sights somewhat and decided to change only my country. 

But it too seemed immovable.

As I grew into my twilight years, 

in one last desperate attempt, 

I settled for changing my family, 

those closest to me, 

but alas they would have none of it.

And now as I lay on my deathbed, 

I realize:

If I had only changed myself first, 

then by example I might have changed my family.

From their inspiration and encouragement, 

I would then have been able to better my country and who knows. 

I may have even changed the world.”

Begini kira-kira artinya;

Ketika aku masih muda dan bebas dan imajinasiku pun tanpa batas, 

aku bermimpi mengubah dunia.

Ketika aku bertambah tua dan bijaksana, 

aku menyadari bahwa dunia tak dapat kuubah,

maka cita-citaku kupersempit dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. 

Namun tampaknya itupun tak berhasil

Ketika usia senja mulai kujelang,

lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan,

kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku,

karena mereka orang-orang yang paling dekat denganku.

Namun sayangnya, 

mereka pun tak kunjung berubah

Dan sekarang, ketika aku berbaring menjelang kematianku, 

tiba-tiba kusadari:

Jika pertama-tama yang kuubah adalah diriku sendiri

maka teladan yang kuberikan mungkin dapat mengubah keluargaku.

dan mungkin inspirasi dan dorongan mereka membuat negeriku menjadi lebih baik.

Dan siapa tahu, pada waktu itu aku telah mengubah dunia.

Diakhir kata-katanya, sang Domba renta itupun meminta sang Singa kembali ke koloni Domba di hutan belantara. “Kau bukanlah Singa dan Domba biasa, Sang Pencipta begitu menyayangimu dalam takdir hidupmu yang kau jalani. Maka jadilah dirimu sendiri. Teruslah belajar pada para cendikia di koloni kita," ujar si si Domba renta sambil menghujamkan belati yang telah lama di simpannya di penjara ke perutnya. Sambil mengoyak perutnya Domba tua itupun memekik, seakan tengah dimangsa sang singa muda.

Raja singa pun tertawa lega, sambil membebaskan Singa muda dari penjara malam itu juga. Namun begitu pintu penjara dibuka, Singa muda itu pun berlari sekuat tenaga. Menuju hutan belantara tepat para koloni Domba, tanpa peduli pada duri-duri yang bersarang di sekujur badannya ia terus berlari tak kenal lelah.

Hingga tiba-tiba kakinya kembali tersandung pada sebuah botol kaca. Sang Singa muda pun kembali menjadi Domba. Namun tak dinyana, begitu ia sampai di koloni Domba ia melihat sebagaian para cendikia Domba telah menempeli tubuhnya dengan bulu-bulu Singa. Berlagak seperti Singa, dengan mengeluarkan petuah dan dogma layaknya seekor Singa. Tapi ia hanya menyeringai sambil tertawa geli.

Baginya para Cendkia berbulu Singa itu tak ubahnya seperti badut Singa, yang ingin membangun integritas dan citranya. 

Di sisi lain, sejak saat itu Domba muda itu pun tak pernah ingin berubah. Bahkan jadi manusia sekali pun, karena baginya salah-salah manusiapun bisa terjangkit penyakit “raja Singa” Nggak tau lah, wallahualam.

Penulis : Suardi, M.I.Kom, Mengajar Jurnalistik Sastrawi, Prodi Komunikasi UIN Suska Riau
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat, Kota Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Lainnya
Komentar

tebuwan


Selasa, 16 Januari 2018 07:59 WIB
Hahaha...bait terakhir tu yg mantap pak "raja singa"

Berita Pilihan
Rabu, 04 Maret 2020
Walikota Dumai: Kondisi Pasien Suspect Corona Membaik
Rabu, 04 Maret 2020
Jadwal Musda Golkar Riau Masih Misterius
Rabu, 04 Maret 2020
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Hujan Disertai Petir pada Malam Hari
Rabu, 04 Maret 2020
Ternyata, Pengembalian SK Pengurus Lama 3 DPD II Golkar di Riau Baru Putusan Sela Mahkamah Partai
Rabu, 04 Maret 2020
Tiga Pembunuh Pengusaha Tepung Ditangkap Polisi, Satu Ditembak
Rabu, 04 Maret 2020
Musim Ini 3 Pemain Asal Papua Bela PSPS Riau
Rabu, 04 Maret 2020
Cegah Virus Corona, DPR Minta Setop Acara Musik dan Seminar
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 03 Juni 2020
Setelah Bantu Sembako, PT HK Salurkan Bantuan BLT kepada 335 KK di 12 Desa dan Satu Kelurahan yang Dilewati Jalan Tol
Rabu, 03 Juni 2020
Komisi Informasi dan Diskominfo Inhil Gelar Rakor PPID Utama se-Riau Secara Virtual
Rabu, 03 Juni 2020
Babinsa Koramil 07/Kampar Gencar Patroli Karlahut
Rabu, 03 Juni 2020
Babinsa Koramil 16/Tapung Hadiri Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance Desa Rimba Makmur

Serantau lainnya ...
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan
Kamis, 05 Maret 2020
Cegah Virus Corona, Ini Dia Tips Dari Dompet Dhuafa
Minggu, 23 Februari 2020
Nikmati Perjalanan Wisatamu Dengan Bus Tiara Mas
Minggu, 09 Februari 2020
CAKAPLAH & BENTO

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 14 April 2020
Bantu Penanganan Covid-19, Pertamina dan Hiswana Migas Serahkan APD ke Pemprov Riau
Kamis, 27 Februari 2020
PGN Rutin Lakukan Pemeliharaan Transmisi dan Jalur Distribusi
Rabu, 26 Februari 2020
Usai Dilatih Tim Fire Fighter PT RAPP, Ratusan Mahasiswa Unilak Daftar Jadi Relawan Karhutla
Senin, 24 Februari 2020
PGN Jaga Ketahanan Pasok Gas Jawa Timur

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19
Kamis, 09 April 2020
Wangi Jahe Merah dan Kopi Petani Hutan Saat Pandemi Covid-19
Jumat, 20 Maret 2020
Golongan Darah 'O' Lebih Kebal Terhadap Corona, Benarkah?
Sabtu, 01 Februari 2020
Terungkap, Alasan Lelaki Senang dengan Perempuan Bertubuh Mungil

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 30 Mei 2020
Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana UIR
Rabu, 06 Mei 2020
Cukup Bayar SPP, Pasti Kuliah di Unilak
Jumat, 17 April 2020
IKA Ilmu Ekonomi Unri Salurkan Bantuan Sembako ke Mahasiswa Terdampak Covid-19
Rabu, 15 April 2020
Masuk Kampus UIR, Dosen dan Mahasiswa Wajib Periksa Suhu Badan

Kampus lainnya ...

RAPP Idul Fitri 1441 / 2020
Terpopuler
Ucapan Idul Fitri AMPG
Foto
BOB PT BSP Idul Fitri
Iklan Unilak
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Labersa Hotel 03 - 2020
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia
Jumat, 31 Januari 2020
Cerita Melody Laksani JKT48 Berburu Oleh-Oleh di Pekanbaru

Selebriti lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan ACT 6 Mei 2020
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
Indeks Berita
Imbauan Cegah Corona Pemkab SiakDiskes RohulDPMPT Pekanbaru Jamil 1DPMPT Pekanbaru Jamil 2APRIL HUT KAMPARIklan Polres Inhu Verifikasi CAKAPLAHHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPPTPP Ucapan Verifikasi CAKAPLAHKUD TANI BAHAGIA INHU VERIFIKASI CAKAPLAHPangeran Hotel
www www