Kamis, 27 Juni 2019

Breaking News

  • 5 Bulan Menunggak, Dewan Minta Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Taat Aturan   ●   
  • Bawang Merah Sebabkan Inflasi di Riau 0,11 Persen   ●   
  • 100 Hari Pertama sebagai Gubernur, Syamsuar Disibukkan dengan Kampanye Capres   ●   
  • Penculik Anak di Siak Ternyata Sering Cabuli Anak Tirinya   ●   
  • Kasus Rommy, Tiga Pejabat Kemenag Diperiksa KPK   ●   
  • Warga Bengkalis Tewas Disambar Petir Saat Menanam Kacang   ●   
  • Demokrat Riau Kampanye Akbar 11 April di Pekanbaru, SBY dan AHY Tak Hadir   ●   
  • KPK Ingatkan Pemilih Jangan Minta Uang ke Caleg   ●   
  • Amril Mukminin Sampaikan 13 Program Strategis Pemkab Bengkalis   ●   
  • Komisi IV DPRD Riau Minta PUPR Cek Dugaan Retak Flyover Mal SKA
Muhibbah

5.000 Pelajar RI Terjerat 'Kerja Paksa' di China dan Taiwan
Minggu, 19 Mei 2019 17:49 WIB

Jakarta (CAKAPLAH) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Asia-Oseania menyebutkan sebanyak 5.000 pelajar RI di China dan Taiwan terjerat praktik kuliah kerja yang tak proporsional, salah satunya jam kerja yang melebihi seharusnya.

Jumlah itu didapat dari investigasi satgas yang dibentuk PPI Kawasan Asia-Oseania, beranggotakan perwakilan mahasiswa Indonesia di China, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.

Badan itu telah mencari informasi dan melakukan verifikasi terhadap para mahasiswa yang menjalani program selama empat bulan sejak Februari 2019.

"Satgas telah menemukan praktik ini di Taiwan serta Tiongkok. Temuan ini cukup mengejutkan kami karena di saat antusiasme kuliah ke luar negeri begitu tinggi, ada pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan calon mahasiwa," kata Nikko Ali Akbar, anggota Satgas Anti Kerja Paksa dari Tiongkok, dalam Simposium Kawasan Asia-Oseania 2019 di Tianjin, Sabtu (18/5/2019).

Dalam pernyataannya PPI Kawasan Asia-Oseania mengatakan eksploitasi mahasiswa ini berawal dari sebuah agen di Surabaya yang membuka perekrutan dan menargetkan siswa lulusan SMA dalam praktiknya.

Tim satgas PPI itu tak mengungkap nama agen tersebut dan nama universitas yang menerima ribuan pelajar RI ini.

Namun, tim satgas mengaku banyak calon mahasiswa yang terbius agen tersebut lantaran diiming-imingi kuliah sembari kerja. Agen disebut berperan membantu calon mahasiswa mengurusi seluruh keperluan kuliah seperti kepengurusan dokumen.

Para calon mahasiswa lalu terbang menuju salah satu kota di selatan China dengan status visa 'study working'. Di Negeri Ginseng, ada pihak yang menjemput para siswa dan mengantarkan mereka ke sebuah kampus.

"Para calon mahasiswa lalu diminta untuk menyerahkan sejumlah uang dengan alasan untuk biaya visa dan akomodasi. Setelah itu, mereka dibawa ke sebuah pabrik," bunyi pernyataan PPI Kawasan Asia-Oseania.

Selama menjalani program kuliah kerja, para mahasiswa disebut diminta bekerja selama lima hari dan dua hari kuliah selama seminggu. Tak hanya itu, para mahasiswa juga diwajibkan untuk kerja lembur hingga pukul 02.00 dini hari.

Menurut informasi yang didapat satgas, para siswa akan dikenakan potongan gaji jika tidak bisa bekerja atau absen setiap harinya. Perihal pendapatan, para mahasiswa disebut mendapat gaji sebesar 500-1.000 yuan atau Rp1-2 juta.

Jumlah tersebut didapat mahasiswa setelah dipotong biaya kuliah sebesar 700 yuan atau Rp1,4 juta.

"Mereka hidup di pabrik secara tidak layak dan mendapat sejumlah perlakuan kasar dalam keadaan paspor ditahan pihak pabrik," kata PPI Kawasan Asia-Oseania.

Lebih lanjut, tim satgas PPI Kawasan Asia-Oseania melihat sistem perekrutan mahasiswa tidak bertanggung jawab ini berlangsung terorganisir. Sebab, sejumlah agen pendidikan dan perekrutan mahasiswa aktif mempromosikan skema program kuliah kerja di luar negeri.

Untuk itu, PPI Kawasan Asia-Oseania mendesak pemerintah Indonesia untuk meninjau langsung universitas-universitas di China dan Taiwan tempat para pelajar RI tersebut mengenyam pendidikan.

"Hal ini penting untuk mengetahui legalitas universitas dan program, karena menurut temuan tim Satgas, ijazah dari universitas ini tidak diakui keabsahannya."

Pada awal 2019, kasus serupa juga mencuat di Taiwan. Sebanyak 300 pelajar RI di salah satu universitas Taiwan diduga menjadi korban eksploitasi akibat skema program kuliah-magang tersebut.

Dugaan tersebut muncul setelah salah satu anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang (KMT), Ko Chih-en, mengungkap hasil investigasinya. Dia menyebut ratusan mahasiswa RI itu terdaftar di Universitas Hsing Wu, distrik Linkou, Taipei.

Para mahasiswa Indonesia itu dilaporkan dipekerjakan di sebuah pabrik lensa kontak di Hsinchu. Mereka bekerja dari pukul 07.30 sampai 19.30 waktu setempat. Mereka harus berdiri selama 10 jam dan membungkus setidaknya 30 ribu bungkus lensa kontak, dengan waktu istirahat hanya dua jam.

Taiwan membantah tudingan tersebut dan berjanji akan mengevaluasi skema kuliah-magang yang diakui baru diterapkan pemerintah pada 2017 lalu ini.

Editor : Jef Syahrul
Sumber : cnnindonesia.com
Kategori : Internasional, Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 22 Juni 2019
Heboh, Warga Siak Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kantong Plastik
Sabtu, 22 Juni 2019
Gubernur Riau Batalkan Kerjasama Pembuatan Aplikasi Pengaduan dengan Telkomsel
Sabtu, 22 Juni 2019
Supporter Tuding Gubernur Tak Serius Bantu PSPS Riau
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 27 Juni 2019
Begini Pembangunan Bengkalis Dimata IPMKB Selama Dipimpin Amril Mukminin
Rabu, 26 Juni 2019
KONI Pekanbaru Kembali Kunjungi Perguruan Tinggi, Hari Ini Giliran Unri
Rabu, 26 Juni 2019
Kodim 0321 Rohil Gelar Apel Kesiapsiagaan PRC PB
Rabu, 26 Juni 2019
Wakapolres Pimpin Giat Bhakti Religi ke Masjid Al Hidayah Titian Modang Kopah

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 26 Juni 2019
17 Anggota Komisi V DPR RI Berkunjung ke Kawasan Megaproyek Technopark Pelalawan
Minggu, 23 Juni 2019
DPRD Gelar Rapat Paripurna HUT ke-235 Kota Pekanbaru
Jumat, 21 Juni 2019
Pemkab Bengkalis Terus Pertahankan Tradisi Lampu Colok
Kamis, 20 Juni 2019
DPRD Bengkalis Sepakat Tetapkan Ranperda Penyertaan Modal ke BRK Jadi Perda

Advertorial lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Realme Mau Rilis Smartphone dengan Kamera 64 MP
Selasa, 25 Juni 2019
Waspada! Dua Ribu Aplikasi Berbahaya Nongkrong di Play Store
Minggu, 23 Juni 2019
Inikah Pilihan Warna Google Pixel 4?
Minggu, 23 Juni 2019
Xiaomi Matikan Seri Mi Max dan Mi Note

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!
Jumat, 14 Juni 2019
4 Tes Untuk Mencari Tahu Seseorang Mandul atau Tidak
Kamis, 16 Mei 2019
Memahami 5 Jenis Kerutan pada Wajah dan Tips Mengatasinya
Rabu, 15 Mei 2019
Efek Berhenti Olahraga Ketika Ramadan

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 24 Juni 2019
Mahasiswa Unilak Juara 3 Dayung Sempena HUT Kota Pekanbaru
Senin, 24 Juni 2019
UIR dan University Sebha Libya Bahas Kerjasama Pendidikan dan Penelitian
Minggu, 23 Juni 2019
Di Usia 37, Unilak Melangkah Menuju Universitas Unggul 2030
Sabtu, 22 Juni 2019
Perkenalkan Dunia Kerja Teknik Perkapalan ke Mahasiswa, PNB Gandeng PT BKI

Kampus lainnya ...

PLN
Terpopuler
IKLAN WAISAK APRIL
Foto
PTPN5
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas
Jumat, 26 April 2019
Kembangkan Industrialisasi UMKM RAPP Gelar Temu Usaha Pelaku UMKM
Minggu, 07 April 2019
BOB Bantu Ruang Kelas untuk MTs LKMD Kasikan, Kampar

CSR lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Kata Gisella Anastasia Soal Kabar Prewedding di Australia
Kamis, 20 Juni 2019
Gus Miftah Beberkan Rencana Deddy Corbuzier Setelah Mualaf
Kamis, 20 Juni 2019
Catat! Raisa Rilis Lagu Baru 10 Juli 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Tiap Ustaz Arifin Ilham Pulang dari Luar Kota, Ketiga Istrinya Setor Hafalan Alquran

Selebriti lainnya ...
Senin, 22 April 2019
Infrastruktur Jalan, Listrik dan Pendidikan jadi Aduan Masyarakat ke Samsurizal Budi saat Reses
Senin, 22 April 2019
Terkait Persoalan PLN, Ketua DPRD Siak: Wajar Saja Kekesalan Warga Memuncak
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Berang Pemkab Siak Tak Serius Sikapi Permasalahan Kampung
Senin, 22 April 2019
Ketua DPRD Siak: Gubri Komit Bangun Tanjung Buton

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www