Jumat, 22 Maret 2019

Breaking News

  • Insiden Perusakan Baliho Demokrat, AHY Susul SBY ke Riau   ●   
  • Plt Gubri: Hari Pahlawan Momentum Menebar Rasa Cinta Tanah Air   ●   
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan   ●   
  • Walikota Terbitkan SE Moratorium PNS Pindah Masuk ke Pemko Pekanbaru   ●   
  • Waspadai HIV/AIDS dan LGBT, Disdik Minta Guru dan Orang Tua Awasi Anak Didik   ●   
  • Selundupkan Sabu-sabu dari Malaysia, Warga Asal Aceh Diciduk KPPBC Dumai   ●   
  • Tak Bayar Pajak, Bapenda Segel Tiang Reklame di Pekanbaru   ●   
  • Pemkab Bengkalis Galang Dana Rp263 Juta untuk Korban Bencana di Sulteng   ●   
  • PAN Riau Sayangkan DPRD Kuansing Lambat Memproses PAW Andi Nurbay   ●   
  • BPBD Riau Kirim Kantong Mayat dan Bantuan Logistik ke Daerah Siaga Darurat Banjir
Muhibbah
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


Menelusuri Dunia Hitam Kota Pekanbaru
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Sabtu, 05 Agustus 2017 22:09 WIB
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Ilustrasi/int

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Sejak lokalisasi Teleju ditutup Pemerintah Kota Pekanbaru, praktik prostitusi masih tetap eksis di ibukota ini. Ada yang melakukannya secara terang-terangan namun ada pula yang mengemasnya dengan cara yang sangat rapi.

Para penjaja seks ini pun dari berbagai usia, mulai dari yang masih sangat muda hingga yang sudah baya. Dari perempuan dewasa hingga yang masih berstatus pelajar. Mereka memanfaatkan aktivitas di ibukota yang tidak pernah tidur ini.

Dari penelusuran yang dilakukan CAKAPLAH.COM, pekerja seks ini ini mangkal di berbagai tempat. Seperti terlihat di Komplek Jondul Lama, Jalan Teuku Umar, Jalan Sudirman dan sejumlah kafe remang-remang yang ada di Kecamatan Payung Sekaki.

Motif yang dilakukan Pekerja Seks Komersial (PSK) dilakukan dengan berbagai modus seperti pekerja panti pijat, menjadi pelayan warung-warung remang, hingga menjajakan langsung di pinggir-pinggir jalan di tengah malam.  Bahkan di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru sendiri ada beberapa titik yang menjadi tongkrongan mereka seperti di depan May Bank, depan Van Hollano dan simpang Jalan Teuku Umar.

“Kami nongkrong di sini karena kalah saing dengan cewek-cewek yang nongkrong di Diskotik dan tempat Karaoke, kalau kami di sini transaksi bisa berjalan cepat,” kata Bunga (28) salah seorang PKS yang biasa mangkal di pinggir jalan Sudirman saat ditemui CAKAPLAH.COM, baru-baru ini.

Kepada CAKAPLAH.COM, Bunga bicara blak-blakan, dirinya mengaku mendapat pemasukan yang lumayan besar dari hasil kerja di dunia hitam tersebut. Meski pendapatan setiap harinya tidak menentu, tetapi pada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu ia bisa mendapat Rp600 ribu hingga Rp1 jutaan dalam semala. Namun tidak jarang pula ia harus gigit jari.

“Sehari saya bisa melayani beberapa tahu, bisa dua hingga tiga kalilah, kadang juga enggak ada tamu," cetusnya.

Bunga menyadari kalau pekerjaan yang dilakoninya di dunia hitam tersebut salah dan tidak benar, tetapi ia berdalih harus mencukupi kebutuhan anaknya di kampung dan mahalnya biaya hidup di Pekanbaru. “Demi anak saya berani berbuat apa saja. Karena semua orang belum tentu peduli kepada saya dan anak saya,” sesal Bunga yang masuk dunia hitam karena ditinggal oleh suami.

Kian Larut Makin Murah

Penelusuran selanjutnya dilakukan di sejumlah tempat panti pijat yang ada di lokasi Perum Jondul Lama. Kawasan ini sudah dikenal sebagai tempat kosan Texas dan tempat sejumlah panti pijat esek-esek. Pada malam hari, komunikasi atau transaksi yang dilakukan tepat di depan panti pijat esek-esek itu. Sekalipun razia dilakukan, di kawasan ini tidak susah untuk mencari hiburan seks dengan modus panti pijat sehat.

"Mereka hanya sembunyi kalau dirazia oleh Polisi dan Satpol PP, kalau sama yang lain mah pastilah tidak sembunyi,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya yang tinggal tak jauh dari lokasi esek-esek itu.

Soal tarif, lagi-lagi menyebut paket hemat. “Cukup dengan beberapa lembar ratusan ribu aja,” ujarnya.

Dia memberikan tips, kalau mau mendapatkan harga murah maka datanglah pada tengah malam. “Kian larut kian murah,” ujarnya sambil tersenyum.

Terakhir CAKAPLAH.COM mengunjungi sejumlah tempat hiburan malam besar yang tersebar di banyak tempat di Pekanbaru. Di tempat hiburan besar ini, penampilan mereka lebih cantik dan sensual. Apalagi dengan balutan rok mini dan pakaian seksi serba menggoda.

Sebutan bagi wanita ini adalah pemandu lagu alias PL. Sering juga disebut purel atau kadang Lady Escort alias LC. Tapi semua nama itu artinya sama saja. Tugas wanita-wanita ini menemani tamu berkaraoke ria dan menyuguhkan minum beralkohol. Mereka ini dikomandoi para mami atau papi, julukan buat sang mucikarinya.

Untuk menarik tamu, para wanita muda ini berpakaian seksi. PL adalah daya tarik utama sebuah tempat karaoke. Selain cantik, PL yang ramah dan pandai menyanyi dan disukai para tamu karaoke. Mereka rata-rata tamatan SMA bahkan para mahasiswi yang masih kuliah.

Menurut sumber, harga cas mereka bervariasi tergantung tempat karaokenya. Sekali cas para LC ini berkisar Rp550 hingga Rp600 ribu perenam jam, itu pun diluar tips mereka.

Nah, seringnya wanita pemandu lagu ini juga bisa dibooking. Setelah suasana panas dalam ruang karaoke, biasanya berlanjut ke hubungan yang lebih intim ke hotel. Parahnya lagi, sejumlah tempat karaoke besar di Kota Pekanbaru ini malah menyediakan kamar tidur tempat untuk berhubungan intim.

Diakui seorang Pemandu Lagu, Putri (25), memang karaoke hanya pemanasan. Wanita berparas cantik dan rambut sebahu asal Jawa Barat ini sudah biasa dirangkul atau dicolek tamu di dalam room karaoke. "Biasanya mereka penasaran, dan mengajak hubungan lanjut. Saya lihat-lihat orangnya tapi biasanya saya tawarin Rp1 juta sampai Rp1,5 juta sekali sort time. Ya kurang dikit bolehlah, untuk sekali main, itu semua diluar harga cas sebagai LC," kata Putri kepada CAKAPLAH.COM.

Putri mengaku belum setahun bekerja sebagai LC. Sebelumnya dia hanya ibu rumah tangga, setelah bercerai seorang teman mengajaknya bekerja di karaoke di Pekanbaru. Setelah dicoba, Putri kerasan dengan profesi barunya. Alasannya apalagi kalau bukan uang demi menghidupi anaknya yang tinggal bersama orang tuanya.

"Ya inginnya sih enggak kerja kayak gini, tapi terpaksa dikerjain saja. Susah cari kerja, apalagi saya janda anak satu," ucap Novi.

Pengamat: Ada Oknum Pejabat yang Menikmati

Menurut Pengamat Sosial dan Doktor Antropologi M Rawa El Amady, perkembangan kota di seluruh dunia, terutama kota dagang seperti Pekanbaru, memang tidak bisa lepas dari masalah sosial, salah satunya adalah pedagangan manusia berupa transaksi seks.

Permasalahan tersebut bisa dikurangi jika Pemerintah Kota mempunyai konsep kota yang bisa mengurangi masalah sosial tersebut.

"Dalam pandangan saya, Kota Pekanbaru baru berkembang secara alamiah yang diatur oleh pemilik modal tanpa perencanaan. Apalagi misi sebagai yang manusia dan sebagai kota Islami yang ada identik dengan Melayu-nya," ujar Rawa.

Ia menilai pemerintah kota tidak ikut campur terhadap perkembangan kota. Kebijakan untuk Kota Pekanbaru sepenuhnya ditentukan oleh pasar atau kapital. "Apalagi perdagangan manusia dan perjudian merupakan alat akumulasi modal yang paling mudah," kata M Rawa saat dimintai pendapatnya Rabu (2/8/2017).

Bahkan, lanjut Rawa, bisa diduga oknum pejabat di Pekanbaru ikut menikmati akumulasi modal dari bisnis seks tersebut. Karena Pekanbaru sebagai kota datang, orang berdatangan dari mana-mana, maka sumber daya seks juga tersedia dengan mudah.

Jadilah perkembangan bisnis seks sangat pesat di Pekanbaru. Untuk mengurangi maka, pada kota baru harus dimulai dari pemerintah. "Jika Walikotanya concern terhadap masalah ini maka dipastikan bisa dikurangi seperti di Surabaya misalnya," katanya. 

Penulis : Dagen
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kota Pekanbaru, Serba Serbi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?

Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Sabtu, 09 Maret 2019
Oknum Guru dan Kepsek Cabuli Murid di Riau, Begini Respon Mendikbud
Sabtu, 09 Maret 2019
Ribuan Relawan Ganti Presiden akan Turun Sambut Kedatangan Prabowo ke Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
Mendikbud Sebut Persiapan UN 2019 Sudah Matang
Sabtu, 09 Maret 2019
Prabowo akan Datang ke Riau 13 Maret
Sabtu, 09 Maret 2019
Dianggap Tak Pro Guru Soal Tunjangan Profesi, Ini Respon Ketua PGRI Pekanbaru
Sabtu, 09 Maret 2019
Jarak Pandang di Pekanbaru 4 KM, Tapi Kata BMKG Bukan Karena Kabut Asap
Sabtu, 09 Maret 2019
Emak-Emak di Rohul Mengeluh Harga Bawang Merah Naik
Sabtu, 09 Maret 2019
Terus Meluas, Sudah 1.686 Hektare Lahan Terbakar di Riau
Sabtu, 09 Maret 2019
BPN Prabowo Sindir Banjir di Tol Madiun: Tidak Sengaja Terbangun 'Tol Laut'
Selasa, 05 Maret 2019
Caleg Gerindra Kepulauan Meranti Divonis Tiga Bulan Penjara
Selasa, 05 Maret 2019
Sore Ini Komisioner 11 KPU Kabupaten/Kota se Riau akan Dilantik di Bandung
Selasa, 05 Maret 2019
Usai Demo di Kantor Walikota, Seribuan Guru Mengadu ke DPRD Pekanbaru
Selasa, 05 Maret 2019
Guru Demo ke Kantor Walikota, Proses Belajar di SMPN 17 Pekanbaru Tetap Berjalan
Selasa, 05 Maret 2019
Solusi Atasi Karhutla, Gubri Minta Perusahaan Bantu Pengadaan Alat Berat untuk Petani
Selasa, 05 Maret 2019
Guru di Pekanbaru Unjuk Rasa, Jalan Sudirman Macet Parah
Selasa, 05 Maret 2019
Demo ke Kantor Walikota, Guru di Pekanbaru Protes Penghapusan Tunjangan Profesi
Selasa, 05 Maret 2019
Israel Sambut Keputusan Vatikan Buka Arsip Perang Dunia II
Selasa, 12 Februari 2019
Warga yang Punya KTP Setelah Penetapan DPT akan Masuk Pemilih Khusus
Selasa, 12 Februari 2019
Polri Apresiasi BEM UIR Ciptakan Pemilu Damai dan Anti Hoax
Senin, 11 Februari 2019
Cemarkan Nama Baik Bupati Bengkalis, Toro Divonis 1 Tahun Penjara
Senin, 11 Februari 2019
Jaringan Listrik Terganggu saat Hujan Deras, Ranting Patah Penyebabnya
Senin, 11 Februari 2019
Salman, Siswa Korban Tertimpa Pagar Sekolah Kini Telah Siuman
Senin, 11 Februari 2019
Polisi Akhirnya Tahan Kades Pedekik, Bengkalis
Senin, 11 Februari 2019
Mendagri Sebut Gubernur Riau Terpilih Dilantik 20 Februari
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 22 Maret 2019
TNI-Polri di Bengkalis Siap Amankan Pemilu
Jumat, 22 Maret 2019
Bupati Inhu Akan Resmikan Penggunaan Embung di Batang Cenaku
Jumat, 22 Maret 2019
Bupati Pelalawan Minta Guru Kuasai Teknologi Informasi
Kamis, 21 Maret 2019
Tinggal 7 OPD di Pekanbaru yang Belum Selesaikan Laporan Keuangan 2018

Serantau lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Tiga Alasan Mengapa Ibu Usai Persalinan Tidak Perlu Menerima Tamu
Rabu, 26 Desember 2018
Optimisme Para Perempuan Bekerja, Berpikir Mampu dan Tidak Membatasi Diri
Kamis, 06 Desember 2018
Usai Dapatkan 10 Bus dari Kemenhub, Ayat Ajak Masyarakat Naik Bus TMP
Rabu, 05 Desember 2018
Bupati Mursini Hadiri Rapurna TMMD TA 2018 di Mabes TNI Cilangkap

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 22 Maret 2019
Jemput Bola, 16 Anggota DPRD Bengkalis Usulkan Rp1,14 Triliun Penanganan Abrasi ke BNPP
Rabu, 13 Maret 2019
BKKBN Riau Berpacu dengan Waktu Capai Target Program KKBPK
Rabu, 06 Maret 2019
Kota Pekanbaru Sukses Gelar HUT Damkar ke 100 yang Dihadiri Mendagri
Rabu, 06 Maret 2019
MTQ ke-XIX Tingkat Kabupaten Rohul Digelar 8 April Mendatang

Advertorial lainnya ...
Kamis, 14 Maret 2019
Susul Instagram dan Facebook, WhatsApp Ikut Bermasalah
Kamis, 14 Februari 2019
WhatsApp Siapkan Fitur Baru Untuk Mengatur Undangan Grup
Sabtu, 29 Desember 2018
Pembaruan Bikin Jengkel Pengguna, Instagram Minta Maaf
Kamis, 27 Desember 2018
Pentingnya OPD Pemerintah Menggunakan ISP Berizin, Bila Tak Ingin Terkena Pidana

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 10 November 2018
Jerawat Tumbuh di Miss V Kamu? Jangan Dipencet, Bahaya!
Selasa, 06 November 2018
Lakukan 3 Hal Ini Agar Ruang Tidur Bebas dari Penyakit
Jumat, 26 Oktober 2018
Jurnalis dan Dokter Rentan Alami Saraf Terjepit
Senin, 01 Oktober 2018
Sering Salah, Begini Cara Penanganan Gigitan Ular yang Tepat

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 21 Maret 2019
Tiga Fakultas di UIR Rencanakan Joint Reseach Bersama IIUM
Rabu, 20 Maret 2019
Raih Akreditasi B, STIE Syariah Terus Berkembang Pesat
Rabu, 20 Maret 2019
UIR-USIM Sepakat Kerjasama di Bidang Pendidikan
Senin, 18 Maret 2019
43 Mahasiswa UIR Terima Bantuan Pendidikan dari UPZ

Kampus lainnya ...
Polling
polling presiden 2019 Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres 2019 Pilihan Anda?


PCR
Terpopuler

03

04

Rabu, 20 Maret 2019 10:17 WIB
Safari Dakwah TGB di Kampus UIN Suska Sepi
PTPN5
Foto
ACT
IKLAN IMLEK RAPP
Sabtu, 16 Maret 2019
BRK Salurkan Dana CSR untuk 1.364 Tenaga Kerja di Meranti
Minggu, 10 Maret 2019
Musholla untuk Desa Sotol, Pelalawan
Rabu, 27 Februari 2019
RAPP Gelar Sosialisasi dan Launching FAC, Targetkan 56 Sekolah
Rabu, 13 Februari 2019
Menjalin Silaturahmi dengan EVP RAPP

CSR lainnya ...
DPM-PTSP HUT CAKAPLAH
Sabtu, 02 Maret 2019
Foto Perdana Syahrini dan Reino Barack Akhirnya Beredar
Senin, 25 Februari 2019
Rami Malek Dinobatkan Jadi Aktor Terbaik di Oscar 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Mulan Jameela Akan Dampingi Dhani Jalani Sidang Kedua
Sabtu, 05 Januari 2019
Promo Produk Pelangsing, Kim Kardashian Malah Diserang Fans

Selebriti lainnya ...
Jumat, 15 Maret 2019
DPRD Siak Minta Polisi Tingkatkan Pemberantasan Kasus Narkoba di Siak
Jumat, 15 Maret 2019
M Fanani Dilantik Jadi Anggota DPRD Siak Menggantikan Suratmaji
Jumat, 15 Maret 2019
Reses I Tahun 2019, Sujarwo Tampung Aspirasi Masyarakat di 2 Kecamatan
Jumat, 15 Maret 2019
Ketua DPRD Siak Minta OPD Gunakan Anggaran dengan Baik

Parlementaria Siak lainnya ...
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini
Jumat, 23 November 2018
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Riau Kompleks Berlangsung Semarak
Selasa, 06 November 2018
Keindahan Islam Menginspirasi Desainer Jepang Rancang Hijab
Jumat, 21 September 2018
Ustaz, Kyai: Sebutan di Persia, Pakistan, dan Indonesia

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www