Rabu, 18 Juli 2018

Breaking News

  • Hari Ini 12 Hotspot Terdeteksi di Sumatra   ●   
  • UU Antiterorisme Yang Baru Polri Bisa Langsung Tangkap Tamatan ISIS   ●   
  • LAM Riau Minta Presiden Jokowi Ganti Menteri Agama   ●   
  • BRG Safari Ramadan ke Universitas Riau   ●   
  • RRI Pekanbaru dan Baznas Salurkan Bantuan untuk 30 Keluarga Mustahik   ●   
  • Polres Kampar Siap Amankan dan Lancarkan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran   ●   
  • Diskes Pekanbaru Siapkan Personel di Posko Mudik Lebaran   ●   
  • Dishub Pasangan Spanduk Imbauan Keselamatan Mudik di Ruas Jalan Provinsi   ●   
  • Plt Walikota Instruksikan ke Camat dan Lurah Dukung Pihak Kepolisian   ●   
  • Kasus Politik Uang, Nur Azmi dan Ajudan Divonis Bebas
Muhibbah

Menelusuri Dunia Hitam Kota Pekanbaru
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Sabtu, 05 Agustus 2017 22:09 WIB
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Ilustrasi/int

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Sejak lokalisasi Teleju ditutup Pemerintah Kota Pekanbaru, praktik prostitusi masih tetap eksis di ibukota ini. Ada yang melakukannya secara terang-terangan namun ada pula yang mengemasnya dengan cara yang sangat rapi.

Para penjaja seks ini pun dari berbagai usia, mulai dari yang masih sangat muda hingga yang sudah baya. Dari perempuan dewasa hingga yang masih berstatus pelajar. Mereka memanfaatkan aktivitas di ibukota yang tidak pernah tidur ini.

Dari penelusuran yang dilakukan CAKAPLAH.COM, pekerja seks ini ini mangkal di berbagai tempat. Seperti terlihat di Komplek Jondul Lama, Jalan Teuku Umar, Jalan Sudirman dan sejumlah kafe remang-remang yang ada di Kecamatan Payung Sekaki.

Motif yang dilakukan Pekerja Seks Komersial (PSK) dilakukan dengan berbagai modus seperti pekerja panti pijat, menjadi pelayan warung-warung remang, hingga menjajakan langsung di pinggir-pinggir jalan di tengah malam.  Bahkan di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru sendiri ada beberapa titik yang menjadi tongkrongan mereka seperti di depan May Bank, depan Van Hollano dan simpang Jalan Teuku Umar.

“Kami nongkrong di sini karena kalah saing dengan cewek-cewek yang nongkrong di Diskotik dan tempat Karaoke, kalau kami di sini transaksi bisa berjalan cepat,” kata Bunga (28) salah seorang PKS yang biasa mangkal di pinggir jalan Sudirman saat ditemui CAKAPLAH.COM, baru-baru ini.

Kepada CAKAPLAH.COM, Bunga bicara blak-blakan, dirinya mengaku mendapat pemasukan yang lumayan besar dari hasil kerja di dunia hitam tersebut. Meski pendapatan setiap harinya tidak menentu, tetapi pada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu ia bisa mendapat Rp600 ribu hingga Rp1 jutaan dalam semala. Namun tidak jarang pula ia harus gigit jari.

“Sehari saya bisa melayani beberapa tahu, bisa dua hingga tiga kalilah, kadang juga enggak ada tamu," cetusnya.

Bunga menyadari kalau pekerjaan yang dilakoninya di dunia hitam tersebut salah dan tidak benar, tetapi ia berdalih harus mencukupi kebutuhan anaknya di kampung dan mahalnya biaya hidup di Pekanbaru. “Demi anak saya berani berbuat apa saja. Karena semua orang belum tentu peduli kepada saya dan anak saya,” sesal Bunga yang masuk dunia hitam karena ditinggal oleh suami.

Kian Larut Makin Murah

Penelusuran selanjutnya dilakukan di sejumlah tempat panti pijat yang ada di lokasi Perum Jondul Lama. Kawasan ini sudah dikenal sebagai tempat kosan Texas dan tempat sejumlah panti pijat esek-esek. Pada malam hari, komunikasi atau transaksi yang dilakukan tepat di depan panti pijat esek-esek itu. Sekalipun razia dilakukan, di kawasan ini tidak susah untuk mencari hiburan seks dengan modus panti pijat sehat.

"Mereka hanya sembunyi kalau dirazia oleh Polisi dan Satpol PP, kalau sama yang lain mah pastilah tidak sembunyi,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya yang tinggal tak jauh dari lokasi esek-esek itu.

Soal tarif, lagi-lagi menyebut paket hemat. “Cukup dengan beberapa lembar ratusan ribu aja,” ujarnya.

Dia memberikan tips, kalau mau mendapatkan harga murah maka datanglah pada tengah malam. “Kian larut kian murah,” ujarnya sambil tersenyum.

Terakhir CAKAPLAH.COM mengunjungi sejumlah tempat hiburan malam besar yang tersebar di banyak tempat di Pekanbaru. Di tempat hiburan besar ini, penampilan mereka lebih cantik dan sensual. Apalagi dengan balutan rok mini dan pakaian seksi serba menggoda.

Sebutan bagi wanita ini adalah pemandu lagu alias PL. Sering juga disebut purel atau kadang Lady Escort alias LC. Tapi semua nama itu artinya sama saja. Tugas wanita-wanita ini menemani tamu berkaraoke ria dan menyuguhkan minum beralkohol. Mereka ini dikomandoi para mami atau papi, julukan buat sang mucikarinya.

Untuk menarik tamu, para wanita muda ini berpakaian seksi. PL adalah daya tarik utama sebuah tempat karaoke. Selain cantik, PL yang ramah dan pandai menyanyi dan disukai para tamu karaoke. Mereka rata-rata tamatan SMA bahkan para mahasiswi yang masih kuliah.

Menurut sumber, harga cas mereka bervariasi tergantung tempat karaokenya. Sekali cas para LC ini berkisar Rp550 hingga Rp600 ribu perenam jam, itu pun diluar tips mereka.

Nah, seringnya wanita pemandu lagu ini juga bisa dibooking. Setelah suasana panas dalam ruang karaoke, biasanya berlanjut ke hubungan yang lebih intim ke hotel. Parahnya lagi, sejumlah tempat karaoke besar di Kota Pekanbaru ini malah menyediakan kamar tidur tempat untuk berhubungan intim.

Diakui seorang Pemandu Lagu, Putri (25), memang karaoke hanya pemanasan. Wanita berparas cantik dan rambut sebahu asal Jawa Barat ini sudah biasa dirangkul atau dicolek tamu di dalam room karaoke. "Biasanya mereka penasaran, dan mengajak hubungan lanjut. Saya lihat-lihat orangnya tapi biasanya saya tawarin Rp1 juta sampai Rp1,5 juta sekali sort time. Ya kurang dikit bolehlah, untuk sekali main, itu semua diluar harga cas sebagai LC," kata Putri kepada CAKAPLAH.COM.

Putri mengaku belum setahun bekerja sebagai LC. Sebelumnya dia hanya ibu rumah tangga, setelah bercerai seorang teman mengajaknya bekerja di karaoke di Pekanbaru. Setelah dicoba, Putri kerasan dengan profesi barunya. Alasannya apalagi kalau bukan uang demi menghidupi anaknya yang tinggal bersama orang tuanya.

"Ya inginnya sih enggak kerja kayak gini, tapi terpaksa dikerjain saja. Susah cari kerja, apalagi saya janda anak satu," ucap Novi.

Pengamat: Ada Oknum Pejabat yang Menikmati

Menurut Pengamat Sosial dan Doktor Antropologi M Rawa El Amady, perkembangan kota di seluruh dunia, terutama kota dagang seperti Pekanbaru, memang tidak bisa lepas dari masalah sosial, salah satunya adalah pedagangan manusia berupa transaksi seks.

Permasalahan tersebut bisa dikurangi jika Pemerintah Kota mempunyai konsep kota yang bisa mengurangi masalah sosial tersebut.

"Dalam pandangan saya, Kota Pekanbaru baru berkembang secara alamiah yang diatur oleh pemilik modal tanpa perencanaan. Apalagi misi sebagai yang manusia dan sebagai kota Islami yang ada identik dengan Melayu-nya," ujar Rawa.

Ia menilai pemerintah kota tidak ikut campur terhadap perkembangan kota. Kebijakan untuk Kota Pekanbaru sepenuhnya ditentukan oleh pasar atau kapital. "Apalagi perdagangan manusia dan perjudian merupakan alat akumulasi modal yang paling mudah," kata M Rawa saat dimintai pendapatnya Rabu (2/8/2017).

Bahkan, lanjut Rawa, bisa diduga oknum pejabat di Pekanbaru ikut menikmati akumulasi modal dari bisnis seks tersebut. Karena Pekanbaru sebagai kota datang, orang berdatangan dari mana-mana, maka sumber daya seks juga tersedia dengan mudah.

Jadilah perkembangan bisnis seks sangat pesat di Pekanbaru. Untuk mengurangi maka, pada kota baru harus dimulai dari pemerintah. "Jika Walikotanya concern terhadap masalah ini maka dipastikan bisa dikurangi seperti di Surabaya misalnya," katanya. 

Penulis : Dagen
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kota Pekanbaru, Serba Serbi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Senin, 09 Juli 2018
Pemprov Riau Terima Surat Kemenag, Isinya Buat Wagubri Sakit Hati
Senin, 09 Juli 2018
Ditanya Soal Tunggakan PJU, Ini Kata Walikota Firdaus
Senin, 09 Juli 2018
Status Makin tak Jelas, Puluhan Tenaga RTK di Kampar Kembali Unjukrasa
Senin, 09 Juli 2018
Soal Pelantikan Syamsuar-Edy, Pemprov Riau Tunggu Jadwal Kemendagri
Senin, 09 Juli 2018
Dikabarkan 'Nyaleg', Ini Kata Gubernur Andi Rachman
Senin, 09 Juli 2018
24 Atlet Asal Riau Perkuat Indonesia di Asian Games 2018
Senin, 09 Juli 2018
Partisipasi Pemilih Hanya 59,25 Persen, DPRD Riau Akan Evaluasi Anggaran Pilgub
Senin, 09 Juli 2018
PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir, Ini Jadwal dan Lokasinya
Senin, 09 Juli 2018
Rombongan Mahasiswa Bule Takjub Melihat Parade Tari Daerah Riau
Senin, 09 Juli 2018
Gubernur Riau Andi Rachman Terharu Ribuan ASN Beri Kejutan Ulang Tahun Usai Apel
Senin, 09 Juli 2018
Awal Pekan, Harga Cabai Merah dan Hijau Naik di Pekanbaru
Sabtu, 07 Juli 2018
Astaghfirullaah... Baliho Umbar Dada Wanita Terpampang Bebas di Kota Madani
Jumat, 06 Juli 2018
Pengembangan Kawasan Industri Tenayan Masih Menunggu Proses Administrasi
Jumat, 06 Juli 2018
Alasan Keamanan dan Pilpres, Porwanas XIII di Papua Diundur Tahun 2020
Jumat, 06 Juli 2018
Kecewa Enam Elemen Akses Dana Yayasan Belantara, Kaliptra Mundur dari Jikalahari
Jumat, 06 Juli 2018
Amril Ingatkan Warga Hati-hati dengan Informasi Hoax Penerimaan CPNS
Jumat, 06 Juli 2018
Menang Sengketa Informasi Publik, Dendi akan Laporkan KPU dan Bawaslu Riau ke DKPP
Jumat, 06 Juli 2018
Firdaus: Bus TMP akan Kembali Dikelola Perusahaan Daerah
AMSI
Topik
Selebriti Selebriti
Rabu, 18 Juli 2018
Dinar Candy Kapok Buka Baju di Jalan
Selasa, 17 Juli 2018
Wajah 'Jadul' Gisel Bikin Warganet Terheran-heran
Minggu, 15 Juli 2018
Ini Alasan Ashanty Minta Anang Mundur Dari DPR
Jumat, 13 Juli 2018
Gaya Traveling Zaskia Sungkar, Anggun dengan Hijab Syari

Selebriti lainnya ...
Gaya Hidup Gaya Hidup
Selasa, 17 Juli 2018
5 Langkah Ini Bisa Buat Warna Jeans Kamu Tahan Lama
Senin, 16 Juli 2018
4 Kesalahan Merias Alis yang Buat Wajah Terlihat Lebih Tua
Minggu, 15 Juli 2018
10 Kesalahan Makeup yang Bisa Membuat Pria 'Ilfil'
Senin, 09 Juli 2018
Kepribadian Bisa Dilihat Lewat Cara Makeup Lho!

Gaya Hidup lainnya ...
Kesehatan dan Keluarga Kesehatan dan Keluarga
Kamis, 12 Juli 2018
Ahli: Merasa Lebih Muda dari Usia Sesungguhnya Pertanda Otak yang Sehat
Selasa, 26 Juni 2018
Sayuran Ini Ternyata tak Boleh Dijus
Rabu, 30 Mei 2018
7 Manfaat Belimbing Bila Dikonsumsi Ibu Hamil
Selasa, 29 Mei 2018
5 Manfaat Kacang Hijau untuk Menu Buka Puasa Keluarga

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kampus Kampus
Jumat, 05 Januari 2018
UIR Bertekad Jadi Perguruan Tertinggi Terkemuka di Asia Tenggara
Rabu, 29 November 2017
Mubarak Bertekad Jadikan UMRI sebagai Kampus Wisata
Rabu, 25 Oktober 2017
Prodi Ilmu Pemerintahan UIR Tuan Rumah ICODAG dan Kongres Kapsipi
Selasa, 24 Oktober 2017
Bahas Penyeragaman Gelar Akademik, FHS UIN Suska Adakan Seminar

Kampus lainnya ...
Advertorial Advertorial
Sabtu, 02 Juni 2018
Bustami HY: Perkokoh Persatuan Dimomentum Harkitnas
Kamis, 31 Mei 2018
Dinas Perkim Inhil Rencanakan Buka 23 RTH se Inhil
Rabu, 30 Mei 2018
Pj Bupati Inhil: Realisasi Dana Desa Terkendala Peraturan Padat Karya
Senin, 28 Mei 2018
Pemkab Inhil Buka Puasa Bersama Masyarakat di Jakarta

Advertorial lainnya ...
Tekno dan Sains Tekno dan Sains
Selasa, 17 Juli 2018
Nokia X6 Versi Global Sudah Muncul di Geekbench
Selasa, 17 Juli 2018
OPPO A3s Dipasarkan dengan Layar 6,2 Inci dan Otak Snapdragon
Minggu, 15 Juli 2018
17 Smartphone Xiaomi Siap Cicipi MIUI 10 Developer
Minggu, 15 Juli 2018
Motorola Perkenalkan Moto E5 Play Android Go Edition

Tekno dan Sains lainnya ...
www www