Senin, 18 November 2019

Breaking News

  • Pemprov Riau Bebaskan Denda Pajak Daerah   ●   
  • Riset: Buzzer di Indonesia Digerakkan oleh Agensi   ●   
  • Tim Gabungan Akan Beri Efek Jera untuk Korporasi Pembakar Lahan   ●   
  • PTPN V Remajakan 914 Hektare Sawit Rakyat di Rohil   ●   
  • Tahun Depan, KIT Pekanbaru Sudah Bisa Dijual   ●   
  • 3 Fraksi DPRD Riau Sepakat Sebut Paripurna Pembentukan AKD Cacat Prosedural   ●   
  • Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Percepatan KIT   ●   
  • Meubelair Gedung Mapolda Riau Senilai Rp10,5 Miliar Tahap Lelang   ●   
  • LAMR akan Kumpulkan Elemen Masyarakat Bahas Blok Rokan   ●   
  • Unilak Wisuda 1.044 Mahasiswa
DJP
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?


Menelusuri Dunia Hitam Kota Pekanbaru
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Sabtu, 05 Agustus 2017 22:09 WIB
Dari yang Berusia Muda Hingga Sudah Baya
Ilustrasi/int

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Sejak lokalisasi Teleju ditutup Pemerintah Kota Pekanbaru, praktik prostitusi masih tetap eksis di ibukota ini. Ada yang melakukannya secara terang-terangan namun ada pula yang mengemasnya dengan cara yang sangat rapi.

Para penjaja seks ini pun dari berbagai usia, mulai dari yang masih sangat muda hingga yang sudah baya. Dari perempuan dewasa hingga yang masih berstatus pelajar. Mereka memanfaatkan aktivitas di ibukota yang tidak pernah tidur ini.

Dari penelusuran yang dilakukan CAKAPLAH.COM, pekerja seks ini ini mangkal di berbagai tempat. Seperti terlihat di Komplek Jondul Lama, Jalan Teuku Umar, Jalan Sudirman dan sejumlah kafe remang-remang yang ada di Kecamatan Payung Sekaki.

Motif yang dilakukan Pekerja Seks Komersial (PSK) dilakukan dengan berbagai modus seperti pekerja panti pijat, menjadi pelayan warung-warung remang, hingga menjajakan langsung di pinggir-pinggir jalan di tengah malam.  Bahkan di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru sendiri ada beberapa titik yang menjadi tongkrongan mereka seperti di depan May Bank, depan Van Hollano dan simpang Jalan Teuku Umar.

“Kami nongkrong di sini karena kalah saing dengan cewek-cewek yang nongkrong di Diskotik dan tempat Karaoke, kalau kami di sini transaksi bisa berjalan cepat,” kata Bunga (28) salah seorang PKS yang biasa mangkal di pinggir jalan Sudirman saat ditemui CAKAPLAH.COM, baru-baru ini.

Kepada CAKAPLAH.COM, Bunga bicara blak-blakan, dirinya mengaku mendapat pemasukan yang lumayan besar dari hasil kerja di dunia hitam tersebut. Meski pendapatan setiap harinya tidak menentu, tetapi pada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu ia bisa mendapat Rp600 ribu hingga Rp1 jutaan dalam semala. Namun tidak jarang pula ia harus gigit jari.

“Sehari saya bisa melayani beberapa tahu, bisa dua hingga tiga kalilah, kadang juga enggak ada tamu," cetusnya.

Bunga menyadari kalau pekerjaan yang dilakoninya di dunia hitam tersebut salah dan tidak benar, tetapi ia berdalih harus mencukupi kebutuhan anaknya di kampung dan mahalnya biaya hidup di Pekanbaru. “Demi anak saya berani berbuat apa saja. Karena semua orang belum tentu peduli kepada saya dan anak saya,” sesal Bunga yang masuk dunia hitam karena ditinggal oleh suami.

Kian Larut Makin Murah

Penelusuran selanjutnya dilakukan di sejumlah tempat panti pijat yang ada di lokasi Perum Jondul Lama. Kawasan ini sudah dikenal sebagai tempat kosan Texas dan tempat sejumlah panti pijat esek-esek. Pada malam hari, komunikasi atau transaksi yang dilakukan tepat di depan panti pijat esek-esek itu. Sekalipun razia dilakukan, di kawasan ini tidak susah untuk mencari hiburan seks dengan modus panti pijat sehat.

"Mereka hanya sembunyi kalau dirazia oleh Polisi dan Satpol PP, kalau sama yang lain mah pastilah tidak sembunyi,” ujar seorang warga yang enggan menyebutkan namanya yang tinggal tak jauh dari lokasi esek-esek itu.

Soal tarif, lagi-lagi menyebut paket hemat. “Cukup dengan beberapa lembar ratusan ribu aja,” ujarnya.

Dia memberikan tips, kalau mau mendapatkan harga murah maka datanglah pada tengah malam. “Kian larut kian murah,” ujarnya sambil tersenyum.

Terakhir CAKAPLAH.COM mengunjungi sejumlah tempat hiburan malam besar yang tersebar di banyak tempat di Pekanbaru. Di tempat hiburan besar ini, penampilan mereka lebih cantik dan sensual. Apalagi dengan balutan rok mini dan pakaian seksi serba menggoda.

Sebutan bagi wanita ini adalah pemandu lagu alias PL. Sering juga disebut purel atau kadang Lady Escort alias LC. Tapi semua nama itu artinya sama saja. Tugas wanita-wanita ini menemani tamu berkaraoke ria dan menyuguhkan minum beralkohol. Mereka ini dikomandoi para mami atau papi, julukan buat sang mucikarinya.

Untuk menarik tamu, para wanita muda ini berpakaian seksi. PL adalah daya tarik utama sebuah tempat karaoke. Selain cantik, PL yang ramah dan pandai menyanyi dan disukai para tamu karaoke. Mereka rata-rata tamatan SMA bahkan para mahasiswi yang masih kuliah.

Menurut sumber, harga cas mereka bervariasi tergantung tempat karaokenya. Sekali cas para LC ini berkisar Rp550 hingga Rp600 ribu perenam jam, itu pun diluar tips mereka.

Nah, seringnya wanita pemandu lagu ini juga bisa dibooking. Setelah suasana panas dalam ruang karaoke, biasanya berlanjut ke hubungan yang lebih intim ke hotel. Parahnya lagi, sejumlah tempat karaoke besar di Kota Pekanbaru ini malah menyediakan kamar tidur tempat untuk berhubungan intim.

Diakui seorang Pemandu Lagu, Putri (25), memang karaoke hanya pemanasan. Wanita berparas cantik dan rambut sebahu asal Jawa Barat ini sudah biasa dirangkul atau dicolek tamu di dalam room karaoke. "Biasanya mereka penasaran, dan mengajak hubungan lanjut. Saya lihat-lihat orangnya tapi biasanya saya tawarin Rp1 juta sampai Rp1,5 juta sekali sort time. Ya kurang dikit bolehlah, untuk sekali main, itu semua diluar harga cas sebagai LC," kata Putri kepada CAKAPLAH.COM.

Putri mengaku belum setahun bekerja sebagai LC. Sebelumnya dia hanya ibu rumah tangga, setelah bercerai seorang teman mengajaknya bekerja di karaoke di Pekanbaru. Setelah dicoba, Putri kerasan dengan profesi barunya. Alasannya apalagi kalau bukan uang demi menghidupi anaknya yang tinggal bersama orang tuanya.

"Ya inginnya sih enggak kerja kayak gini, tapi terpaksa dikerjain saja. Susah cari kerja, apalagi saya janda anak satu," ucap Novi.

Pengamat: Ada Oknum Pejabat yang Menikmati

Menurut Pengamat Sosial dan Doktor Antropologi M Rawa El Amady, perkembangan kota di seluruh dunia, terutama kota dagang seperti Pekanbaru, memang tidak bisa lepas dari masalah sosial, salah satunya adalah pedagangan manusia berupa transaksi seks.

Permasalahan tersebut bisa dikurangi jika Pemerintah Kota mempunyai konsep kota yang bisa mengurangi masalah sosial tersebut.

"Dalam pandangan saya, Kota Pekanbaru baru berkembang secara alamiah yang diatur oleh pemilik modal tanpa perencanaan. Apalagi misi sebagai yang manusia dan sebagai kota Islami yang ada identik dengan Melayu-nya," ujar Rawa.

Ia menilai pemerintah kota tidak ikut campur terhadap perkembangan kota. Kebijakan untuk Kota Pekanbaru sepenuhnya ditentukan oleh pasar atau kapital. "Apalagi perdagangan manusia dan perjudian merupakan alat akumulasi modal yang paling mudah," kata M Rawa saat dimintai pendapatnya Rabu (2/8/2017).

Bahkan, lanjut Rawa, bisa diduga oknum pejabat di Pekanbaru ikut menikmati akumulasi modal dari bisnis seks tersebut. Karena Pekanbaru sebagai kota datang, orang berdatangan dari mana-mana, maka sumber daya seks juga tersedia dengan mudah.

Jadilah perkembangan bisnis seks sangat pesat di Pekanbaru. Untuk mengurangi maka, pada kota baru harus dimulai dari pemerintah. "Jika Walikotanya concern terhadap masalah ini maka dipastikan bisa dikurangi seperti di Surabaya misalnya," katanya. 

Penulis : Dagen
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Kota Pekanbaru, Serba Serbi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?

Berita Terkait
0 Komentar
Berita Pilihan
Kamis, 03 Oktober 2019
Tokoh Masyarakat Ingin Sekda Riau dari Indragiri, Ini Alasannya
Kamis, 03 Oktober 2019
Sayonara KPK
Jumat, 04 Oktober 2019
Sebelum Ditemukan Meninggal di Mobil, Korban Sempat Senang-senang di Karaoke
Minggu, 06 Oktober 2019
Heboh Penemuan Potongan Mirip Tangan Manusia di Kampar, Ini Penjelasan Polisi
Minggu, 06 Oktober 2019
Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2019
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Senin, 18 November 2019
DPRD Panggil Diskes Pekanbaru Bahas Rumah Sakit Madani
Senin, 18 November 2019
Atlet Berprestasi di Porkot akan Dipanggil Ikuti Pelatko
Senin, 18 November 2019
MTQ Riau ke-38, Persiapan Pekanbaru Sudah 90 Persen
Senin, 18 November 2019
Pemprov Riau Usulkan 10 Ranperda Masuk Prolegda Tahun 2020

Serantau lainnya ...
Selasa, 25 Juni 2019
Tips Memilih Setting Spray yang Sesuai dengan Jenis Kulit
Kamis, 20 Juni 2019
Baju Warna Ini Membuat Perempuan Tampak Lebih Memikat di Mata Pria
Sabtu, 25 Mei 2019
5 Hadiah Menarik Pengganti Uang THR Bagi Anak-Anak
Kamis, 09 Mei 2019
5 Kebiasaan yang Dapat Diubah untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 13 November 2019
Berdirinya UPTD Metrologi Kuansing: Konsumen Terlindungi, Daerah pun Dapat PAD
Selasa, 12 November 2019
Riau Pertahankan Gelar Juara Umum Porwil Sumatra
Jumat, 08 November 2019
Program Pamsimas Jadikan Pola Hidup Masyarakat Rohil Lebih Bersih
Jumat, 08 November 2019
Pemkab Rohil Optimis Capai Kabupaten Layak Anak

Advertorial lainnya ...
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta
Minggu, 21 Juli 2019
5 Keunggulan ASUS ROG Mothership, Laptop Gaming Rp130 Jutaan
Jumat, 19 Juli 2019
Dell Rilis Laptop Gaming G7 Seharga Rp27 Jutaan
Kamis, 18 Juli 2019
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi A3, Berapa Harganya?

Tekno dan Sains lainnya ...
Minggu, 06 Oktober 2019
5 Cara Sederhana Turunkan Kolesterol Jahat Dalam
Selasa, 10 September 2019
Hasil Penelitian, Tingkat Stres Mahasiswi Lebih Tinggi dari Mahasiswa
Minggu, 30 Juni 2019
Khasiat Tomat untuk Kecantikan Kulit Wajah
Kamis, 20 Juni 2019
Jangan Menikahinya, Ini 7 Tanda Dia Bukan Husband Material!

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 16 November 2019
BUMDes Tak Berkembang, Fekon Unilak Turunkan Tim Dosen ke Bunut Pelalawan
Jumat, 15 November 2019
Mahasiswa Matematika UIR Gelar Khatam Al-Quran dan Maulid Nabi
Jumat, 15 November 2019
Tim Peneliti Dosen Unilak Ciptakan Electronic Noise
Jumat, 08 November 2019
Enaknya jadi Mahasiswa Unilak, Penerima Beasiswa Dapat Biaya Hidup

Kampus lainnya ...
Polling
6 Bakal Calon Pilkada Pelalawan, Siapakah Pilihan Anda?


Iklan Mitsubishi Xpander
Terpopuler
Iklan Nasarudin Pelalawan 1
Foto
April HUT 3 Kabupaten
Iklan Pelantikan Wahid
Selasa, 08 Oktober 2019
Kini Warga Bisa Lakukan Setoran Haji di Kantor Kas BRK Syariah Kemenag Rohul
Minggu, 15 September 2019
PT PSPI Bagikan 2.500 Masker ke Masyarakat Kampar Kiri
Senin, 27 Mei 2019
BRI Pasirpengaraian Berbagi Bahagia dengan Dhuafa dan Anak Yatim
Sabtu, 27 April 2019
PGN Komit Perkuat Bisnis Gas

CSR lainnya ...
Iklan IRMI SYAKIP
Kamis, 03 Oktober 2019
Mengenal Sosok Lora Fadil, Anggota DPR Boyong Tiga Istri Saat Pelantikan hingga Tidur Diruang Paripurna
Minggu, 29 September 2019
Mikha Tambayong: Sehat Itu Murah dan Menyenangkan
Kamis, 04 Juli 2019
Via Vallen dan Nella Kharisma Disurati Jaksa Terkait Kasus Kosmetik
Minggu, 30 Juni 2019
Keluar Penjara, Vanessa Angel Tak Disambut Sang Ayah

Selebriti lainnya ...
Iklan Pelantikan Andi Rachman
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Iklan PLN Pelantikan Kapolres
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran
Sabtu, 04 Mei 2019
Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok
Selasa, 16 April 2019
Jokowi dan Dua Presiden RI Lainnya yang Mendapat Keistimewaan Bisa Masuk Ka'bah
Selasa, 12 Februari 2019
Bimbang Menentukan Pilihan, Baca Doa Ini

Religi lainnya ...
Pangeran Hotel
Indeks Berita
www www