Rabu, 22 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 21-25 September 2021

Pelaksanaan BUM Desa Mekong Lestari Kangkangi Aturan Pemerintah
Selasa, 07 Januari 2020 12:51 WIB
Pelaksanaan BUM Desa Mekong Lestari Kangkangi Aturan Pemerintah
Ilustrasi

MERANTI (CAKAPLAH) - Pelaksanaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekong Lestari di Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau, mengangkangi aturan pemerintah. Mulai dari direktur berstatus honorer, sampai dengan pembentukan unit usaha tidak melalui musyawarah.

Hingga saat ini, Direktur BUMDes Mekong Lestari, Indra Safrizal, masih berstatus honorer di Humas dan Protokol Setdakab Kepulauan Meranti. Padahal, jelas-jelas dalam Peraturan Bupati Kepulauan Meranti nomor 33 tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan badan usaha milik desa/kelurahan, honorer dilarang menjabat sebagai direktur maupun kepala unit usaha.

Larangan ini tertuang dalam BAB IV Pengangkatan, masa bakti dan struktur BUM Desa huruf B syarat sebagai direktur dan kepala unit usaha, poin 10 berbunyi tidak memangku jabatan atau terikat kerja dengan pihak lain seperti; (c) PNS/honorer.

"Harusnya Direktur BUMDes Mekong Lestari, Indra Safrizal, tidak lagi menjabat setelah Perbup itu diundangkan tanggal 10 Mei 2017," ujar Fitri Ardi SH, salah seorang warga Desa Mekong, Selasa (7/1/2019).

Disampaikan Fitri Ardi lagi, selain direktur melanggar aturan, pelaksanaan BUMDes Mekong Lestari juga tidak memenuhi prinsip-prinsip transparansi, partisipasi, dan desentralisasi sebagaimana yang diatur dalam Perbup 33/2017.

Transparansi dimaksudkan adalah seluruh operasional kegiatan BUM Desa/Kelurahan harus dilakukan secara transparan (terbuka) dan diketahui oleh masyarakat luas. Dengan transparansi atau keterbukaan maka segala sesuatu yang dilakukan akan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat (accountable). Partisipasi, adanya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan BUM Desa/Kelurahan mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelestarian dan pengembangan kegiatan.

Sedangkan desentralisasi bermakna sebagai pemberian kewenangan kepada masyarakat atau lebih mendasar adalah sejauh mana masyarakat memperoleh kembali hak-haknya yang otonom untuk mengelola pembangunan secara mandiri dan parisipatif.

"Prinsip-prinsip ini yang sama sekali tidak ada di BUMDes Mekong Lestari," kata Alumni UIR 2010 ini lagi.

Tudingan itu bukan tanpa alasan. Diakui Fitri Ardi, akhir 2019 yang lalu, BUMDes Mekong Lestari menambah dua unit usaha yaitu Ponsel dan Kempang. Penambahan dua unit usaha ini sama sekali tidak melalui musyawarah, padahal jelas-jelas di aturan mengharuskan musyawarah sebagaimana tertuang dalam BAB II pembentukan badan usaha milik desa/kelurahan, (3) yang berbunyi setiap penambahan unit usaha dilakukan melalui musyawarah setelah dilakukan analisa tentang kelayakan usaha dan mendapat rekomendasi dari fasilitator dan diputuskan dengan keputusan Kepala Desa.

Masing-masing unit usaha ini mendapat dana segar yang bersumber dari Bankeu Provinsi Riau tahun 2019. Unit usaha kempang sebesar Rp70.000.000,00, Ponsel lebih kurang Rp59,7 juta, dari total dana Benkeu Provinsi Riau tahun 2019 sebesar Rp200.000.000,00.

"Aneh, kok bisa unit usaha dibentuk tidak sesuai aturan mendapat dana besar," ujar Fitri Ardi.

Fitri Ardi mengaku sudah menyampaikan persoalan ini ke pendamping BUMDes Kecamatan Tebingtinggi Barat. Meski jelas-jelas tak sesuai aturan pemerintah, unit usaha terus berjalan dan pendamping terkesan tak bisa berbuat banyak.

"Kita tak bisa terlalu berharap pada pendamping BUMDes, persoalan sudah disampaikan namun tak terlihat ada upaya memperbaiki kesalahan. Kita minta dinas terkait mengevaluasi pendamping agar bisa bekerja sesuai aturan. Kita tak ingin persoalan seperti di Mekong terjadi di desa-desa lainnya," kata Fitri Ardi.

Ketika ditanya alasan mengapa dua unit usaha BUMDes Mekong Lestari (Ponsel dan Kempang) ditolak, kata Fitri Ardi, selain melanggar aturan juga bukan merupakan usulan dari masyarakat. Kempang yang katanya untuk mengangkut mobil tujuan Buton itu dinilai tak akan memberikan dampak positif baik ke peningkatan ekonomi masyarakat maupun PADes. Begitu juga Ponsel.

"Buat apa BUMDes beli kempang, kita sama-sama tahu di Desa Insit telah dibangun pelabuhan roro. Kalau itu sudah beroperasi, saya yakin pengguna mobil lebih memilih roro dari pada kempang, kan jadi mubazir. Selain itu, pantauan kami selama ini, sangat jarang ada mobil yang dibawa ke Buton menggunakan Kempang," ujarnya.

Atas persoalan ini, Fitri Ardi berharap pihak internal dan eksternal ikut memeriksa dugaan permainan di dalam tubuh BUMDes Mekong Lestari. Ini harus dilakukan, supaya penerima bantuan keuangan dari pemerintah betul-betul sesuai aturan. Sehingga tujuan pemberian dana bisa tercapai dan masyarakat banyak menerima manfaatnya.

"Kita berharap pihak kepolisian maupun kejaksaan ikut memeriksa pengelola BUMDes Mekong Lestari karena sudah jelas pelanggarannya," harap Fitri Ardi.

Direktur BUMDes Mekong Lestari, Indra Safrizal mengatakan, penambahan unit usaha ponsel dinilai sangat penting. Sebab, di Mekong belum ada ponsel. "Masyarakat sebagaian membutuhkan, soalnya jauh ke Alai untuk membeli listrik dan pulsa hp (handphone, red). Namun salah juga di mata masayrakat," keluh Indra.

Padahal, untuk di Desa Mekong, telah lama ada yang menjual pulsa telepon genggam maupun token listrik. Hanya saja belum dilengkapi dengan kios khusus.

Penulis : Rizal
Editor : Ali
Kategori : Ekonomi, Pemerintahan, Kabupaten Kepulauan Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Jum'at, 26 Juni 2020 14:07 WIB
3T Luncurkan Layanan WA Centre
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 20 September 2021
Wakil Ketua MPR Ingatkan Publik Tak Mengklaim Diri sebagai Kelompok Pancasilais
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 22 September 2021
Puluhan Petani di Rohil Ikuti Bimtek Gratieks Komoditas Pertanian
Rabu, 22 September 2021
Polsek Ukui Rutin Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
Rabu, 22 September 2021
Putus Penyebaran Covid-19, Polsek Pangkalan Kuras Semprot Disinfektan di Objek Vital
Rabu, 22 September 2021
PPKM Berbasis Mikro, Polsek Kuala Kampar Tingkatkan Penanganan Covid-19 dengan Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Senin, 20 September 2021
Dosen Unri Beri Pelatihan Warga Desa Sungai Masjid Membuat Kain Motif Ecoprint dari Tumbuhan dan Gulma
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

03

05

Kamis, 16 September 2021 23:38 WIB
PSPS Riau Tunjuk Jafri Sastra Sebagai Pelatih
HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www