Sabtu, 28 November 2020

Breaking News

  • PAN Tolak Rencana Gubernur Riau Ngutang untuk Infrastruktur   ●   
  • Walikota Minta Dinas PUPR Gesa Pengerjaan Komplek Perkantoran Tenayan Raya   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • KUA-PPAS APBD Provinsi Riau 2021 Disepakati Rp9,032 Triliun   ●   
  • Terdampak Covid-19, Realisasi Retribusi KIR di Pekanbaru Menurun   ●   
  • BEM UIR Siap Kawal Kedatangan Habib Rizieq ke Riau   ●   
  • Pemko Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   ●   
  • Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo Wafat   ●   
  • Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru akan Dimulai Awal 2021   ●   
  • DPR Sebut 5 Juta Hektare Hutan Indonesia Rusak Akibat Karhutla
Yamaha 25 November 2020

Mimpi Wan Mone Akhirnya Terwujud
Kamis, 29 Oktober 2020 12:12 WIB
Mimpi Wan Mone Akhirnya Terwujud
Proses penimbunan jalan poros Lukun - Sungai Tohor (dok: Dinas PUPRPKP Kepulauan Meranti

Tahun 2014 silam, tepatnya tanggal 31 Mei, puluhan warga Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur bergotong royong di jalan poros menuju ibukota kecamatan, Sungai Tohor. Dari puluhan warga yang bergotong royong itu, ada seorang nenek-nenek renta, Wan Mone panggilannya.

Wan Mone, bukanlah nama sebenarnya. Namanya Asnah. Saat itu, Wan Mone disebut-sebut telah berusia lebih 70 tahun. Meski berada di usia senja, dia masih bersemangat untuk ikut bersama-sama warga lain membersihkan badan jalan menuju Sungai Tohor.

Ditemui di lokasi gotong royong, Wan Mone terlihat begitu bersemangat. Bersama perempuan lain yang lebih muda darinya, Wan Mone bergerak ke sana kemari mengumpulkan ranting-ranting kayu dan daun yang masih tertimbun di badan jalan. Sesekali terlihat Wan Mone mengayunkan parang yang dipegangnya untuk memotong akar-akar kecil.

Rasa lelah sepertinya tak ingin menghampiri Wan Mone. Padahal, untuk sampai ke lokasi gotong royong ini, Wan Mone harus berjalan kaki sejauh lebih kurang 9 KM dari kediamannya, di Dusun Mawar tepatnya di Depan Kantor Desa Lukun.

Kondisi jalan yang dilewati Wan Mone dan warga lain tidaklah mulus. Kayu-kayu hutan, semak belukar dan pohon sagu telah tumbuh di badan jalan yang dibuat saat Meranti masih berada di bawah Kabupaten Bengkalis. Akibat jarang dilewati, jalan itu menjadi jalan setapak karena hanya digunakan warga untuk ke kebun saja. Padahal, badan jalan ini lebarnya lebih 15 meter.

Di sela-sela kesibukannya membersihkan kayu-kayu hasil potongan, Wan Mone sempat mengobrol. Kata Wan Mone, ikut bergotong royong adalah cara ia membuktikan kepada pemangku kepentingan bahwa masyarakat Lukun sangat butuh akses darat menuju ibukota Kecamatan Tebingtinggi Timur. Sebab, hanya itu lah satu-satunya cara untuk menekan biaya ke Sungai Tohor.

"Kalau dari laut kan mahal betul. Bayar ongkos menyeberang ke Selatpanjang dua kali, bayar ongkos kapal menuju Sungai Tohor dua kali. Ditambah pula dengan biaya makan dan minum selama perjalanan," kata Wan Mone yang saat itu. (Dikutip dari hasil wawancara hari Sabtu, 31 Mei 2014).

"Betul, tak salah yang disampaikan Wan Mone tu," tambah Mak Anjang Dare, Amran dan beberapa warga Desa Lukun lainnya.

Wan Mone berharap jalan poros ini bisa segera dilewati. Sehingga, baik masyarakat Lukun maupun masyarakat di desa-desa yang ada di Kecamatan Tebinginggi Timur bisa dengan mudah pergi ke Selatpanjang yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti. Makanya ia dengan puluhan warga Desa Lukun, termasuk perempuan-perempuan lain, bersemangat ketika ada jadwal gotong royong membersihkan badan jalan poros tersebut.

Gotong Royong membersihkan badan jalan poros ini diinisiasi oleh Wakil Ketua Ikatan Pemuda Meranti Batam, Lukman (saat ini menjabat sebagai Kades Lukun). Kata Lukman, tak dapat tidak, warga harus turun tangan membersihkan badan jalan poros tersebut. Jika jalan itu bisa dilewati, maka ongkos menuju Sungai Tohor akan sangat murah. Jarak tempuh pun menjadi lebih singkat. Warga tak perlu lagi menyiapkan uang ratusan ribu rupiah, cukup beli BBM Rp 10 ribu sudah bisa sampai ke Sungai Tohor.

"Kita harus turun sendiri. Gotong royong ini atas dasar kesadaran dari masing-masing warga, karena memang kita sangat butuh akses darat menuju Kecamatan Tebingtinggi Timur. Alhamdulillah kesadaran masyarakat tinggi, Gotong Royong kedua ini jumlah warga yang ikut lebih banyak dari yang pertama," kata Lukman. (Dikutip dari hasil wawancara hari Sabtu tanggal 31 Mei 2014).

Sebenarnya, bukan tak ada upaya Pemkab Kepulauan Meranti untuk membuka akses darat dari Lukun ke Sungai Tohor ini. Tahun 2011 yang lalu, meski APBD minim, Pemkab menganggarkan peningkatan Jalan Poros Lukun - Sungai Tohor. Hanya saja, pihak rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan. Pekerjaan penimbunan jalan poros Lukun - Sungai Tohor bermasalah. Setelah diperiksa Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Bengkalis di Selatpanjang saat itu, kerugian negara mencapai Rp3,4 miliar (hasil audit BPKP dan Tim Ahli Konstruksi Universitas Islam Riau-data Cabjari). Atas kasus ini, 4 orang akhirnya dijebloskan ke penjara, Rabu (29/1/2014). Mereka diantaranya, MK selaku Direktur PT Dompas Multi Fungsi, AS selaku PPTK, AZ selaku Ketua PPHP dan AM selaku Sekretaris PPHP.

Setelah gagal di tahun 2011 itu, Pemkab Kepulauan Meranti tak jera. Tahun 2014, untuk peningkatan Jalan Poros Lukun - Sungai Tohor ini kembali dianggarkan. Waktu itu, PT Dhamba Prima Utama menjadi pemenang lelang dengan harga penawaran Rp 13.579.268.000. Pekerjaan tersebut diawasi konsultan pengawas CV Refena Kembar Anugrah dengan masa kerja 160 hari kalender.

Warga berharap jalan poros yang didamba-dambakan seluruh masayarakat tersebut sudah bisa dilalui pada tahun 2015. Dengan terbukanya akses Tebingtinggi Timur menuju Selatpanjang ini, dipercayai bisa dengan sendirinya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebab, di kiri kanan jalan terdapat kebun karet dan kebun sagu yang selama ini terkendala akses ketika ingin memasarkan. Untuk membawa hasil panen ke Ibukota, jaraknya terlalu jauh dan memakan waktu yang lama (harus menggunakan pompong atau transportasi laut berupa kempang).

"Kalau bisa tahun 2015 nanti Dinas PU tidak usah base C nya dulu, tapi naikkan saja body jalannya menggunakan alat berat agar langsung menembus Sungaitohor Barat atau Sungaitohor, biar cepat aksesnya terbuka. Walaupun dengan kondisi seperti itu nantinya, kami tetap bersyukur," kata Kades Batin Suir, Tarmizi AMa Pd (dikutip dari hasil wawancara hari Minggu tanggal 14 September 2014).

Meski sudah dua kali dianggarkan, harapan memiliki jalan poros yang bisa dilewati belum terwujud. Dua kali pula pekerjaan pembangunan jalan ini tidak tuntas. Pengerasan agregat kelas B (Base B) hanya terealisasi sepanjang 4,5 KM. Padahal, jarak dari Desa Lukun menuju Sungai Tohor Barat sepanjang 28 KM. Lagi-lagi masyarakat Tebingtinggi Timur harus mengelus dada karena apa yang diharapkan belum bisa terwujud saat itu. Ini pula lah yang menjadi salah satu alasan masyarakat Desa Lukun harus turun tangan membersihkan badan jalan agar bisa dilewati dengan baik.

Upaya membuka akses tak berhenti di situ. Tahun 2015 Pemkab Meranti kembali membangun jalan poros di Tebingtinggi Timur. Kala itu, pekerjaan tak lagi dimulai dari Desa Lukun, melainkan dari Sungai Tohor. Sampai jadwal pengerjaan selesai, peningkatan jalan poros (agregat kelas B atau Base B) hanya terealisasi sepanjang 1,5 KM saja. Peningkatan jalan poros ini dikerjakan oleh PT Bangun Surya Khatulistiwa dengan harga penawaran Rp 4.663.828.000,00 (data dari LPSE Kepulauan Meranti).

Tahun 2016, Pemkab Meranti lagi-lagi mengupayakan agar akses darat menuju ibukota bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Tebingtinggi Timur. Pengerjaan langsung dari dua arah, Lukun dan Sungai Tohor. Peningkatan jalan poros dari arah Sungai Tohor dikerjakan oleh PT Rivomas Pentasurya dengan anggaran Rp 45.532.311,00. Sedangkan dari Desa Lukun dikerjakan oleh PT Dhamba Prima Utama dengan anggaran Rp 19.278.966.000,00 (data dari LPSE Kepulauan Meranti). Sampai batas pekerjaan selesai, jalan Base B di Sungai Tohor terbangun sepanjang 6,7 KM, sedangkan jalan dari arah Lukun hanya 3,45 KM. Padahal, base B jalan poros dari arah Desa Lukun harusnya dibangun sepanjang 5 KM dengan lebar 7,6 meter.

Upaya merangkai pulau yang menjadi visi misi saat mencalon di Pilkada memang dibuktikan Bupati Kepulaan Meranti, Drs H Irwan MSi. Tahun 2019, Pemkab Meranti kembali menggelontorkan dana untuk pembangunan jalan poros Tebingtinggi Timur menuju ibukota kabupaten. Kala itu, peningkatan jalan poros Lukun - Sungai Tohor dikerjakan oleh PT Incosakti dengan anggaran sebesar Rp 8.035.902.226,92. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP), kala itu pembangunan jalan dari Sungai Tohor menuju Desa Lukun terealisasi sepanjang 4,5 KM.

Jika ditotal berdasarkan riwayat pembangunan jalan poros di Tebingtinggi Timur terhitung dari 2014 hingga 2019, panjang jalan yang sudah dibangun mencapai 12,7 KM. Namun, masyarakat Tebingtinggi Timur belum bisa leluasa melintasi jalan poros ini, dikarenakan ada beberapa KM badan jalan belum ditimbun pasir batu. Jalan hanya ada sekeping papan (dipasang secara bersambung) untuk dilewati sepeda motor. Tak banyak warga yang berani melintas. Sebab, selain sepi, jalan itu juga sangat berbahaya karena jika tidak mahir mengendarakan sepeda motor akan mudah terjatuh.

Angin segar yang merupakan wujud dari mimpi-mimpi belasan ribu warga Tebingtinggi Timur baru berhembus pada tahun 2020. Dimana, tahun ini Pemkab Meranti kembali melanjutkan pembangunan jalan poros tersebut.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU PRPKP Fajar Triasmoko MT, tahun ini peningkatan jalan poros Lukun - Sungai Tohor sedang dikerjakan oleh PT Merbau Indah Abadi dengan anggaran 24.185.902.854,30. Panjang jalan yang dikerjakan 8,1 KM. "Saya jamin pekerjaan itu akan selesai 100 persen. Nanti sama-sama kita ke Sungai Tohor sekalian mencoba jalan baru," kata Fajar didampingi Kasi Perencanaan Teknis Bina Marga, Rahmat Kurnia.

Ditambahkan Rahmat, jika pekerjaan peningkatan jalan poros Lukun - Sungai Tohor tahun ini tuntas 100 persen, maka seluruh pengerasan Base B akan tersambang. Jalan otomatis sudah bisa dilewati sebagaimana yang diinginkan masyarakat banyak. "Warga sangat menunggu pekerjaan jalan ini selesai. Bahkan, ada yang akan membuat kenduri selamat sebagai ungkapan rasa syukur atas tersambungnya jalan poros Lukun - Sungai Tohor ini," beber Rahmat, Senin(19/10/2020).

Bupati Irwan, ketika diwawancara mengakui memang pembangunan jalan poros menjadi prioritasnya. Ia ingin, di kabupaten termiskin se Riau ini semua desa telah terhubung satu sama lain, begitu juga kecamatan, telah terhubung semuanya. Itu makanya, hingga berakhir kepemimpinan dua periode, di Kepulauan Meranti tak ada gedung pemerintah dibangun dengan megah. "Kantor bupati, kantor dprd kita tunda dulu pembangunannya. Kita fokus membuka akses jalan poros yang merupakan urat nadi perekonomian daerah," kata Bupati Irwan.

"Kami juga minta maaf karena ada pekerjaan yang baru bisa dituntaskan pada tahun ini, seperti jalan poros Lukun - Sungai Tohor ini. Semoga dengan terbukanya akses darat Sungai Tohor ke Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat nantinya," harap Bupati Irwan.

Atas terbukanya akses darat Lukun - Sungaitohor, Camat Tebingtinggi Timur Tunjiarto MPd mengucapkan terimakasih kepada Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, dan Dinas PUPRPKP. Katanya, akses ini sangat berharga dan memang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat. Sebab, dengan adanya akses darat, warga Tebingtinggi Timur bisa kapan saja ke Selatpanjang dengan ongkos yang sangat murah dan tidak terikat waktu.

"Kalau pakai transportasi laut, tak ada pegangan Rp 400.000 hingga Rp 500.000 ribu, saya tak berani berangkat. Bayangkan jika warga Tebingtinggi Timur berurusan di Selatpanjang, tak selesai sampai siang (urusan itu), mereka harus menginap, nambah biaya lagi. Tapi dengan adanya akses daerat, beli BBM Rp 10.000 saja sudah bisa ke Selatpanjang," ujar Tunjiarto.

Diakui Tunjiarto lagi, dengan terbukanya akses darat tersebut, yang diuntungkan tak hanya masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Timur, tetapi juga masyarakat Kecamatan Rangsang. Masyarakat Rangsang juga bisa mempersingkat jarak tempuh dan mengiritkan biaya ke Selatpanjang dengan menyeberang ke Tanjung Sari Tebingtinggi Timur, lanjut ke Lukun kemudian menyebrang ke Selatpanjang.

"Kami yakin dengan adanya akses ini, bakal ada daerah-daerah baru, penduduk baru. Sebab, di Sungai Tohor Barat masih banyak lahan, sekarang saja sudah mulai ada yang membuat rumah di sana (dekat jalur lintas Lukun - Sungai Tohor Barat)," kata Tunjiarto.

Disampaikan Tunjiarto juga, akses darat Lukun - Sungai Tohor ini nantinya juga akan mempermudah warga memasarkan hasil pertanian ke Selatpanjang. Selama ini, pemasaran menjadi kendala besar bagi petani di Tebingtinggi Timur. "Kendala pertanian di Tebingtinggi Timur adalah pemasaran hasil panen. Berapalah konsumsi masyarakat lokal, sangat terbatas. Tapi kalau akses darat sudah bisa dilewati, kan bisa dijual di Selatpanjang," ujar Tunjiarto.

Masih menurut Tunjiarto, di Tebingtinggi Timur masih ada sekitar 18 KM jalan yang perlu ditingkatkan. Diantaranya dari Desa Tanjung Sari ke Nipah Sendanu sepanjang lebih kurang 6,5 KM, dari Tanjung Sari ke Tanjung Gadai sepanjang 6,8 KM dan dari Sungai Tohor Barat ke Kepaubaru sepanjang 5 KM. "Sekarang bisa dilewati, tapi kondisinya tidak bagus. Jalan semenisasi sudah rusak, patah-patah. Jalan yang belum disemen kalau hujan susah dilalui. Kami berharap ini bisa dibangun tahun 2021," harap Tunjiarto.

Berdasarkan data dari Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP, secara keseluruhan, untuk di Kepulauan Meranti, masih ada sekitar 283 KM sisa ruas jalan yang perlu ditingkatkan. Ruas jalan ini tersebar di empat pulau besar di Kota Sagu, diantaranya di Pulau Rangsang sisa jalan poros yang harus ditingkatkan 91,7 KM, Pulau Merbau 42,8 KM, Pulau Padang 47,5 KM dan Pulau Tebingtinggi 1010 KM. Dengan perkiraan biaya Rp 6 miliar jika hanya dibase dan Rp 9 hingga 10 miliar jika dikerjakan sampai aspal.

Atas terbukanya akses darat Lukun - Sungai Tohor ini, memang sudah sepantasnya masyarakat Tebingtinggi Timur mengucapkan rasa syukur. Apa yang diimpi-impikan warga Tebingtinggi Timur selama ini, terwujud pada tahun 2020. Akses darat Lukun - Sungai Tohor telah tersambung dan bisa dilewati dengan sangat mudah. Warga akan lebih leluasa bepergian, tidak terikat dengan waktu. Selain biaya murah, jarak tempuh juga menjadi semakin singkat. Perputaran roda perekonomian juga diyakini akan lebih cepat karena mobilisasi barang dagangan atau sembako tak lagi terkendala.

Namun itu semua tidak bisa dirasakan oleh Wan Mone. Nenek renta yang dulu mempunyai semangat tinggi ketika bergotong royong, telah tiada. Wan Mone telah lebih dulu dipanggil Sang Pencipta sebelum ia melihat wujud dan merasakan akses darat Lukun - Sungai Tohor. Wan Mone meninggal dunia pada tahun 2018 yang silam.

"Wan Mone sudah meninggal dunia, tahun 2018 yang lalu," kata Lukman, Kepala Desa Lukun melalui sambungan telepon genggamnya, Ahad (25/10/2020) malam.

Penulis adalah wartawan Cakaplah.com yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penulis : Rizal
Editor : Ali
Kategori : Pemerintahan, Serba Serbi, Kabupaten Kepulauan Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 28 November 2020
Cegah Kejahatan, Polsek Pangkalan Kerinci Gelar Patroli C3
Jumat, 27 November 2020
Perubahan Data Kependudukan Imbas Pemekaran, DPRD Ingatkan Jangan Persulit Warga
Jumat, 27 November 2020
Selain Harus Hadapi Corona, Warga Pekanbaru Juga Dihantui DBD
Jumat, 27 November 2020
Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, ICS Gelar Open House

Serantau lainnya ...
Senin, 09 November 2020
KD Tea & Coffee House, Tempat Ngeteh Asik di Pekanbaru
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 25 November 2020
Yudisium XI, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Penghargaan ke Pemuncak
Rabu, 25 November 2020
Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa Penerima Bidik Misi Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
Kamis, 05 November 2020
UIR Wisuda 1.495 Mahasiswa Secara Daring, Lusi Eka Raih IPK Pemuncak 3,92
Senin, 26 Oktober 2020
Rektor Unilak Lantik Pejabatnya Secara Virtual, Ini Nama-nama yang Dilantik

Kampus lainnya ...

Protokol Kesehatan 11 November 2020
Terpopuler

01

Selasa, 24 November 2020 17:23 WIB
Ketua FPI Pekanbaru Dijemput Polisi Subuh Tadi
Duka cita Haidir Anwar Tanjung
Foto
Dapo Kanisya September 2020
RAPP - APRIL HUT Pelalawan Siak Kuansing 12 Oktober 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Hari Jadi Rohul dari Polres Rohul 12 Oktober 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
HUT Siak - BSP 12 Oktober 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Kabupaten Pelalawan - BSP 12 Oktober 2020
Kamis, 26 November 2020
Ustaz Abdul Somad Launching "SPBU" Bersama YTWU
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT

Religi lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Indeks Berita
FunBike New Normal 12 Oktober 2020NasDem 30 September 2020APRIL RAPP HUT RI 75APRIL RAPP HUT Riau ke-36Unilak Juli 2020Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkPolres Rohul 27 Juni 2020APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020
www www