Selasa, 31 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

Kasus Dugaan Penggelapan SKGR
Poltak: Klien Kami adalah Korban, Bukan Pelaku
Rabu, 28 Oktober 2020 21:39 WIB
Poltak: Klien Kami adalah Korban, Bukan Pelaku
Kuasa hukum Yeni Irmayati, Poltak Guntur

ROKAN HULU (CAKAPLAH) - Poltak Guntur SH merasa ada kejanggalan terhadap penetapan status tersangka terhadap kliennya Yeni Irmayati oleh Penyidik Polda Riau atas kasus dugaan penggelapan atau pemalsuan Surat Keterangan Ganti Kerugian (SKGR).

Selaku kuasa hukum Yeni Irmayati, Poltak Guntur, mengaku sangat menyayangkan atas penetapan status tersangka terhadap kliennya oleh Polda Riau. Hal itu dikarenakan dirinya menganggap dalam permasalahan jual beli SKGR tersebut kliennya merupakan salah seorang korban bukan pelaku penggelapan seperti yang disangkakan.

"Klien kami ini Yeni Irmayati merupakan korban. Pasalnya yang bersangkutan membeli tanah, kemudian dibalik nama atas namanya sendiri," kata Poltak.

Poltak menerangkan awal permulaan dilaporkannya kliennya Yeni Irmayati atas dugaan penggelapan dan pemalsuan SKGR yang dilaporkan oleh salah seorang pemilik SKGR atas nama H. Damrizal.

Bermula sekitar bulan Oktober 2012 silam, sepasang suami-istri yakni Joko dan Mursih mendatangi rumah kliennya menawarkan SKGR tanah atas nama H. Damrizal yang berlokasi di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Yang mana, SKGR itu diakui Joko dan Mursih dalam penguasaan seorang guru perempuan bernama Widia yang sudah dibeli dari pemilik pertama bernama H. Damrizal.

Saat itu, Joko dan Mursih meminta pertolongan kepada kliennya agar SKGR tersebut ditebus. Pasalnya, SKGR yang dalam penguasaan oknum PNS bernama Widia itu dalam kondisi digadaikan kepada rentenir dengan jumlah pinjaman sebesar Rp 6 juta.

Bahkan, terang Poltak, surat SKGR itu sudah digadaikan kepada dua rentenir sekaligus. Pertama digadaikan kepada seorang bernama Wahono dengan pinjaman Rp 6 juta. Setelah berhasil mengambil SKGR itu, kembali digadaikan kepada rentenir dengan total pinjaman mencapai Rp 25 juta. Namun, berdasarkan pengakuan Joko dan Mursih, bahwa Widia tidak sanggup lagi membayar cicilan pinjaman ke rentenir itu. Oleh karena itu, Joko dan Mursih mengaku bahwa Widia meminta agar tanah tersebut dijual.

"Kebetulan Joko dan Mursih ini merupakan orang terdekat klien kami yakni Ibu Yeni Irmayati. Oleh karena itu, klien kami meminta bukti surat jual-beli antara Damrizal dengan Widia. Joko dan Mursih pun meyakinkan klien kami bahwa SKGR itu sudah dibeli oleh Widia, dengan menunjukkan bukti pesan dari Widia, bahwa surat jual belinya berada di Tembilahan," kata Poltak.

Mendengar pengakuan Joko dan Mursih, kliennya pun mulai yakin dan segera melakukan pengecekan keaslian tanah tersebut di Kantor Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujung Batu.

"Setelah dicek sesuai nomor register, surat tanah itu asli dan klien kami pun memberikan uang kepada Joko dan Mursih untuk menebus SKGR yang digadaikan ke rentenir itu," ucap Poltak.

Merasa sudah membeli surat tanah tersebut, kliennya pun berupaya membalikkan nama SKGR itu atas nama kliennya sendiri. Lalu, klienya meminta bantuan kepada seorang teman yang juga bernama Yeni untuk mengkonsultasikan ke pihak Desa Pematang Tebih untuk membalikan nama SKGR itu.

"Dalam proses membalikan nama, tidak ada permasalah, pihak Desa pun membuat SKGR tersebut atas nama klien kami Yeni Irmayati, dengan biaya sekitar Rp 2 juta. Dan surat itu pun sudah atas nama klien kami," ungkap Poltak.

Namun, beberapa tahun kemudian, tepatnya sekitar tahun 2015, tanpa sebab, kliennya menerima surat panggilan dari penyidik Polres Rohul, perihal menjadi saksi atas laporan yang dilayangkan oleh Widia.

"Ternyata, Widia membuat laporan ke Polisi atas dugaan pengelapan surat tanah. Dan klien kami jadi saksi. Namun, perkara itu tidak dilanjutkan, pasalnya berdasarkan keterangan penyidik Polres Rohul, bahwa pelapor (Widia) tidak bisa dihubungi lagi," sebut Poltak.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2019, Seorang Pengacara berinisial IR mendatangi kliennya di Kantor dimana kliennya bekerja. Pada saat itu, pengacara itu menyampaikan bahwa kliennya telah melakukan penggelapan SKGR.

"Namun, klien kami tidak terlalu menanggapi. Pasalnya, klien kami tidak merasa melakukan dugaan seperti yang dituduhkan. Dalam artian, klien kami membeli secara sah surat SKGR tadi," ungkapnya.

Permasalahan tersebut sempat berlarut, bahkan sempat dimediasi oleh pihak Desa Pematang Tebih sekitar awal Oktober 2019 lalu. Namun mediasi tersebut tidak menemukan titik terang. Pasalnya, Widia tidak hadir pada mediasi itu, dan hanya mengaku bahwa permasalahan itu sudah diserahkan kepada pengacara selaku kuasa hukumnya.

"Namun sayangnya, saat ditanyakan kepada pengacara tersebut, malah bersangkutan menyanggah bahwa dirinya bukanlah kuasa hukum dari Widia. Makanya mediasi tersebut tidak memperoleh kesepakatan," ucap Poltak.

Mediasi berlanjut pada waktu berikutnya, pada mediasi tersebut, pemilik SKGR pertama yakni H. Damrizal meminta agar SKGR tersebut kembali kepadanya, dengan cara dirinya bersama Widia serta Joko dan Mursih mengembalikan uang sebesar Rp 25 juta uang telah dikeluarkan oleh klien kami untuk membeli tanah tersebut. Dan akan dibayarkan pada tenggang waktu 1 bulan kedepan, jelas Poltak.

Namun, ketika pada masa tenggang waktu yang disepakati sebelumnya, pihak-pihak yang tadinya menyepakati akan mengembalikan uang milik kliennya, tak kunjung merealisasikan kesepakatan bersama pada mediasi kedua tersebut.

Kemudian, sebut Poltak, kliennya menghubungi IR untuk mempertanyakan kesepakatan tersebut. Namun, IR hanya menjawab dengan mengatakan Wanprestasi. Dalam artian pihak-pihak ingkar janji. Dan pengacara itu mengaku akan melanjutkan perkara ke penegak hukum.

"Karena klien kami merasa bukan dia yang ingkar janji, ya sudah, klien kami membiarkan saja perkara itu dilanjutkan ke penegak hukum yang mana, Pengacara tersebut kemudian melaporkan perkara itu ke Mapolda Riau," ungkap Poltak.

Pasca dilaporkan ke Polda Riau, tepatnya pada Januari 2020, kliennya sempat beberapa kali memenuhi panggilan Penyidik Polda Riau. Bahkan pada bulan April 2020, perkara tersebut masuk ke tingkat penyidikan.

"Waktu itu, penyidik Polda Riau sempat menyarankan agar perkara ini diselesaikan dengan cara perdamaian antara kedua belah pihak, sebelum masuk ke tingkat penetapan tersangka. Dan kami pun mencoba menjalin komunikasi dengan pelapor, untuk bedamai," ungkap Poltak.

Itikad baik kliennya untuk berdamai bahkan akan mengembalikan surat SKGR tersebut kepada pelapor yakni H. Damrizal tanpa ada pengembalian uang seperti hasil mediasi pertama, diterima.

"Namun, pengacara itu meminta agar kliennya membayar biaya pencabutan laporan di Polda Riau sebesar Rp 100 juta," ujar Poltak.

Bukan hanya itu, kata Poltak, angka perdamaian yang sebelumnya Rp 100 juta berubah beberapa waktu kemudian menjadi Rp 250 juta hanya berselang beberapa hari sejak permintaan uang perdamaian sebesar Rp 100 juta itu.

"Nah mendengar permintaan seperti itu, klien kami tidak menyanggupi. Dalam artian tidak ditemukan kesepakatan bersama, sehingga berujung pada penetapan tersangka kepada klien kami pada 31 Agustus 2020 lalu," ungkap Poltak.

Poltak menambahkan, usai ditetapkan sebagai tersangka terhadap kliennya Yeni Irmayani, dirinya mengajukan surat penangguhan penahanan ke penyidik Polda Riau. Bahkan, saat ini, pihaknya berencana mengajukan surat permohonan agar penyidik Polda Riau mengulang kembali gelar perkara dan penetapan tersangka terhadap kliennya.

"Hal itu kami lakukan karena kami merasa ada kejanggalan dalam perkara ini. Pertama klien kami ini korban, bukan pelaku penggelapan. Kedua, si Widia yang kita anggap sebagai penyebab awal penjualan SKGR ini, tidak diikutkan sebagai terperiksa pada Berita Acara Pemeriksaan. Untuk itu, kami memohon Polda Riau mengkaji lagi penetapan tersangka terhadap klien kami,"pintanya.

Bukan hanya itu, sambung Poltak, pada Sabtu (24/10/2020) lalu, pihaknya juga sudah mengadukan IR ke Dewan Kode Etik Daerah (DKD) Peradi Pekanbaru. Pengaduan tersebut diadukan langsung oleh Yeni Irmayati dan diterima oleh bagian Panitera DKD Peradi Pekanbaru.

"Adapun dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan IR adalah mengenai adanya permintaan uang Rp100 juta kepada Yeni Irmayati untuk pencabutan perkara di Polda Riau," ungkap Poltak.

Poltak juga menerangkan, selaku kuasa hukum, sebelum melaporkan ke DKD Peradi Pekanbaru, dirinya juga sempat menanyakan ke penyidik Polda Riau perihal uang pencabutan perkara sebesar Rp 100 juta tersebut.

"Padahal setelah ditanyakan oleh klien kami, yakni Yeni Irmayati kepada penyidik mengenai permintaan uang Rp 100 juta untuk pencabutan perkara di Polda Riau telah dibantah oleh Penyidik perkara ini yakni Hans Prianggono, SH, bahwa itu tidak benar," ucapnya.

Dengan demikian, tambah Poltak, dirinya menduga IR telah melakukan pembohongan. Pasalnya, tidak etis seorang pengacara meminta uang Rp 100 juta kepada Yeni Irmayati karena bukan kliennya.

Adapun pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan IR selaku Teradu, adalah pasal 6 huruf d dan e UU Advokat No.18 Tahun 2013 dan psl 2 Kode Etik Advokat Indonesia tentang "kepribadian Advokat Indonesia".

Penulis : Ari
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Hukum, Kabupaten Rokan Hulu
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Begini Padatnya Kegiatan Gubernur Syamsuar
Selasa, 31 Januari 2023
Diresmikan Rektor dan Anggota DPR, Rusun Unilak Bisa Tampung 48 Mahasiswa
Selasa, 31 Januari 2023
Masrul Gusti Terpilih Jadi Ketua PWI Rohil Periode 2022-2025
Selasa, 31 Januari 2023
Muswil Resmi Dibuka, Aspedi Riau Diharapkan Bangkit dan Berkembang Pasca Pandemi

Serantau lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
3 Zodiak Jalani Hidup Paling Beruntung Bulan Februari 2023
Senin, 30 Januari 2023
Berdesain Unik, Pojok Baca RSUD Tengku Rafian Siak Juara 1 Lomba Perpustakaan
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Oppo Find X6 Series Akan Punya Tiga Varian, Ini Bocorannya
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar Bangga Anak Riau Diterima Magang di Thailand dan Filipina
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
BUMD 2023
Foto
PCR 2023
Khas Hotel November 2022
Selasa, 31 Januari 2023
7 Drakor Terbaru Februari 2023, Ada The Heavenly Idol dan Taxi Driver 2
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard

Selebriti lainnya ...
Nataru 2022 April.RAPP
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www