Kamis, 26 November 2020

Breaking News

  • KPK Tuntut Direktur PT Mitra Bungo Abadi 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi Jalan Poros di Bengkalis   ●   
  • Bos Pertamina Gerah Diserang Gara-gara Harga BBM Tak Turun   ●   
  • 10 Staf DPR RI Dinyatakan Positif Covid-19   ●   
  • Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau Ditunda karena Covid-19   ●   
  • DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 9 Desember 2020   ●   
  • Kejaksaan Agung akan Periksa Jaksa Penuntut 2 Polisi Penyiraman Novel Baswedan   ●   
  • Kecewa Putusan Bebas Tiga WNA, Mahasiswa Demo PN Bengkalis   ●   
  • Bulan Depan Pemko Pekanbaru 'Lelang' Jabatan Sekda dan Kepala OPD   ●   
  • Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP   ●   
  • Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Yamaha 25 November 2020

CAKAP RAKYAT
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Jum'at, 13 November 2020 13:35 WIB
Fenomena PETI Kuansing: Masalah dan Solusi
Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env

Salah satu isu dan masalah lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam hampir dua dekade terakhir yang menjadi sorotan masyarakat serta dampak luas terhadap sosial, ekonomi, dan ekologi/lingkungan adalah berkenaan penambangan emas tanpa izin (PETI). Walaupun telah banyak usaha yang dilakukan oleh berbagai pihak; mulai dari masyarakat, aparat desa, kecamatan, Pemkab Kuansing, hingga aparat kepolisian yang merazia dan menindak aktivitas PETI, namun kenyataanya hingga kini aktivitas PETI terus terjadi. Hari ini diberantas, tak berapa lama kemudian muncul lagi. Atau ditertibakan di satu lokasi, kemudian beraksi lagi di lokasi lain. Begitulah fenomena yang berlaku semenjak aktivitas PETI bermula di Kuansing.

Oleh karena aktivitas PETI sudah berjalan puluhan tahun, dan banyak pihak yang terlibat di dalamnya (masyarakat, aparat desa, pemilik modal, oknum pejabat, aparat keamaan) sehingga masalahnya menjadi kompleks dan semakin sukar mengatasinya.



Jika dicermati, terdapat dua masalah utama yang menyebabkan kegiatan ini terus berlansung hingga kini, yaitu; pertama, berkaitan erat dengan tekanan ekonomi yang dialami masyarakat menengah ke bawah, sehingga mereka secara rela atau terpaksa terlibat dalam aktivitas PETI. Untuk kategori ini, mayoritas hanya terlibat sebagai pekerja/buruh dalam aktivitas PETI, dengan upah yang hanya sekedar untuk kebutuhan sembako dan dapur bisa berasap. Istilah kampung, ini berkenaan dengan piti kenek, uang recehan.

Untuk masalah yang pertama ini, juga berkelindan dengan berbagai faktor lainnya, yaitu; (a) harga komoditi pertanian (karet, sawit, pisang, jagung, ubi dan kelapa) yang senantiasa berfluktuasi (turun-naik) dan tidak ada kepastian harga, mengikut mekanisme pasar. Ketika panen melimpah, harga anjlok dan sebaliknya panen merosot harga meroket. (b) Merosotnya hasil perikanan (ikan, udang, lokan, cipuik di sungai dan danau akibat degradasi kualitas ekosistem perairan. (c) Punahnya hutan, akibat alihfungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri (HPH) dan guna lahan lainnya, sehingga berdampak langsung terhadap produk kayu (timber); meranti, kempas, kulim, medang, daru-daru, rengas, mahang, seminai dan produksi hutan non-kayu (non-timber); madu, damar, getah, gaharu, kancil, rusa, punai, kuaran, dan buah-buahan hutan; petai, nangka hutan, buah barangan, tampoi, kabau. (d) Lahan penggembalaan hewan ternak (sapi, kerbau, kambing, dan itik) semakin menyempit dan menghilang.

Kedua, berkenaan dengan keuntungan berlipat ganda dari hasil PETI, yang istilah kampungnya berkenaan dengan piti godang, dengan omzet nominal puluhan hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Masalah kedua ini, melibatkan para pemodal, aparat desa, aparat keamanan dan oknum pejabat dan elit politik, dengan harapan dan iming-iming laba besar dari emas yang akan didapatkan. Dua sampai tiga kali gagal, masih dapat tertutupi dengan sekali kesuksesan. Dan perlu diingat, bahwa kualitas bijih emas di Kuansing adalah diantara yang terbaik di Riau, bahkan mungkin di Nusantara. Oleh karena itu, kelompok kedua ini dapat juga dikatakan sebagai mafia dalam kegiaatan PETI, yang tak jarang menggunakan segala cara untuk memuluskan aksi mereka. Kenapa? karena harapan dari kilauan bijih emas yang menggiurkan.

Masalah yang berkenaan dengan faktor yagn kedua ini lebih sukar lagi, karena didukung oleh sumber kapital yang besar, jaringan dan koneksi yang mantap, kedudukan dan jabatan, bahkan wewenang yang dimilikinya. Pandai dan lihai membaca situasi. Berpengalaman tinggi dalam dunia kamuflase, manipulasi, intimidasi dan intrik lainnya. Tidak bisa secara halus, cara kasar dimainkan. Seperti halnya para mafia di dalam kartel narkoba, perjudian, dan prostitusi. Semua jurus dan cara dikerahkan, bahkan cara cara kotor dan keji dipraktikkan.

Solusi dan Penyelesaian

Berdasarakan uraian diatas, maka solusi dan penyelesaian yang dapat diterapkan di dalam memberantas PETI, khususnya di Kabupaten Kuansing, adalah seperti berikut: (a) menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi kreatif ramah lingkungan yang berbasiskan pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan dan sumberdaya alam lainnya, yang disesuaikan dengan potensi setiap desa. Seperti pengembangan desa wisata bagi desa yang memiliki keanekaragaman dan pesona keindahan alam, seni-budaya dan peninggalan sejarah. Kegiatan ekonomi kreatif ini akan dapat untuk mengalihkan masyarakat dari bekerja sebagai tenaga kerja/buruh PETI, dengan upah tak menentu dan risiko tinggi bagi jiwa dan raga (kesehatan).

(b) Menumbuhkembangkan keanekaragaman aktivitas ekonomi masyarakat selain pertanian dan perikanan, seperti; kerajinan, industri rumah tangga (home industry), perdagangan dan jasa. (c) Memberikan advokasi dan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingya menjaga kelestarian lingkungan serta faedah yang didapat dari menjaga kelestarian lingkungan dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. (d) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) pedesaan melalui penyuluhan dan pelatihan secara berkala, sehingga dapat meningkatkan soft skill (manajemen, bahasa, komputer) dan hard skill (bengkel, las, tukang, menjahit, kuliner, tata rias dasn yang sejenisnya) yang akan dapat meningkatkan daya saing dan pengembangan kreativitas dan inovasi.

(e) Peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) pedesaan untuk jangka panjang melalui pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi (PT), dimana seluruh warga desa dalam usia sekolah dipastikan semuanya bersekolah dan tidak ada yang putus sekolah, dan diberikan bantuan bagi yang tidak mampu, dan yang lebih ekstrim lagi orang tua diberikan sanksi bagi yang mentelantarkan pendidikan anaknya seperti yang berlaku di negara maju. (f) Kemauan dan kesungguhan pemerintah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pusat di dalam pemberantasan PETI, melalui peraturan, undang-undang dan kewenangan yan dimiliki. Point ini juga sangat menentukan dan berpengaruh signifikan di dalam pemberantasan PETI, karena merupakan agent utama pembangunan. Dalam konteks ini juga disebutkan, bahwa kegagalan pemberantasan PETI dalam pembahasan ini, juga bermakna kegagalan Pemkab Kuansing dalam kapasitasnya sebagai motor utama pembangunan di Kuansing.

(g) Peningkatan peran aktif dari Camat yang berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kepala Desa dan jajarananya sebagai mitra agent pembangunan desa. Peran sentral Camat sebagai ujung tombak pembangunan desa, khususnya di dalam pemberdayaan masyarakat desa, baik di bidang sosial, ekonomi dan keagamaan. Peranan Camat di dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakt desa kerap terabaikan belakangan ini. Camat hanya lebih disibukkan urusan administrasi pemerintahan (urusan KTP, surat tanah, izin usaha, dan yang semisalnya), rutinitas kerja dan seremonial belaka, tanpa pro-aktif di dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat desa. Bahkan yang memiriskan, banyak Camat yang jarang turun ke desa dan mengenal baik desa dan warganya, potensi desa dan yang lainnya. Sebaliknya, warga desa juga banyak yang tak kenal dengan Camatnya. (h) Penegakan hukum (enforcement law), khususnya disini di dalam kaitan dengan kejahatan lingkungan (environmental crime) seperti PETI. Peran aktif aparat kepolisian mulai dari polsek, polres hingga polda sangat menentukan di dalam upaya pemberantasan PETI. Point yang terakhir ini, merupakan titik sentral di dalam usaha pencegahan dan pemberantasan PETI.

Penulis berharap, aktivitas PETI di Kuasing untuk segera diakhiri, karena dampak negatifnya yang begitu dahsyat terhadap ekologi, sosial-ekonomi dan budaya. Mudharat dan dampak negatifnya untuk jangka pendek dan panjang jauh lebih banyak berbanding manfaat yang didapatkan dari aktivitas PETI. Marilah secara bersama, seluruh stakeholder pembangunan untuk mengembangkan green economy, yaitu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tetap dan senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan. Ekonomi tumbuh dan berkembang, dan dalam masa yang sama lingkungan juga terpelihara dan terjaga. Dalam konteks ini, pemanfaatan sumberdaya alam tak terbarukan di Kuansing seperti emas, batu bara, dan yang lainnya, dilakukan dengan cara cara yang ramah lingkungan, dan juga harus dipastikan bahwa masyarakat tempatan (lokal) dapat memperoleh faedah yang sebesar-besarnya. Tidak hanya sebagai penonton. Harus bisa memperoleh manfaat/faedah dari kekayaan yang dimiliki secara signifikan, sesuai dengan kapasitas dan usaha warga. Dan hal ini, sesuai dan seirama dengan konsep dan filosofi dari pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Semoga. Allahu a’lam.

Penulis : Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Pekanbaru)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Selasa, 24 November 2020 12:02 WIB
UMKM Dan Koperasi Kunci Pemulihan Ekonomi
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Senin, 26 Oktober 2020 22:31 WIB
Komoditi Kelapa Sawit Sebagai Sumber PAD Riau
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Selasa, 07 April 2020 12:00 WIB
Ayolah, Jangan Gamang
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Sabtu, 11 April 2020 08:24 WIB
Kampanye #JanganMudik
Rabu, 01 Januari 2020 09:00 WIB
2020, Tahun Para Milenial
Kamis, 06 Agustus 2020 17:01 WIB
New Normal, New Life Style
Sabtu, 30 Mei 2020 19:04 WIB
New Normal Jangan Ngasal
Kamis, 20 Februari 2020 13:51 WIB
Menunggu Ketepatan Respon Policy
Minggu, 30 Agustus 2020 19:02 WIB
Malaysia dan Hari Kemerdekaan
Sabtu, 02 Mei 2020 10:27 WIB
Refleksi Milad ke-88 Pemuda Muhammadiyah
Komentar
Berita Pilihan
Jumat, 30 Oktober 2020
Ini 342 Nama Peserta Lulus CPNS 2019 Kota Pekanbaru, Lihat Linknya di Sini
AMSI
Topik
Jumat, 22 Maret 2019
Plastik Masih Menjadi Permasalahan Utama Pencemaran Lingkungan di Kuansing
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Rabu, 25 November 2020
Kadispora Kampar Buka Sosialisasi Penyusunan dan Penilaian SKP bagi Jabatan Fungsional
Rabu, 25 November 2020
Polsek Pangkalan Kuras Gencar Edukasi Buruh Tentang Saber Pungli
Rabu, 25 November 2020
Kemenag Rohil Sosialisasikan Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Rabu, 25 November 2020
Pastikan Warga Patuhi Protokol Kesehatan, Polsubsektor Pelalawan Gencar Gelar Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Senin, 09 November 2020
KD Tea & Coffee House, Tempat Ngeteh Asik di Pekanbaru
Rabu, 23 September 2020
Strategi Mengelola Pinjaman Online Saat Pandemi Corona
Sabtu, 04 Juli 2020
Lebih dari 5 Juta Orang Berebut Dapatkan Air Jordan 1 x Dior
Rabu, 18 Maret 2020
7 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

Gaya Hidup lainnya ...
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional
Jumat, 28 Agustus 2020
Jaga Ketahanan Listrik di Batam, PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas
Senin, 17 Agustus 2020
Promo Merdeka 17 LSP, Program PGN Gratis Isi Gas kepada Pelanggan GasKu
Sabtu, 15 Agustus 2020
Optimalkan Portofilio Hilir, PGN Kejar Pengembangan Bisnis Global LNG

Advertorial lainnya ...
Selasa, 27 Oktober 2020
Tentang Rapid Test Antigen, Pengganti Rapid Test Antibodi
Selasa, 13 Oktober 2020
Tim Umri Serahkan Alat Pengering Buah untuk Masyarakat Desa Kualu Nenas
Sabtu, 04 Juli 2020
Sony Bakal Berubah Nama?
Selasa, 30 Juli 2019
Telkomsel Bundling Smartphone 4G dengan Cashback hingga Rp2 Juta

Tekno dan Sains lainnya ...
Jumat, 16 Oktober 2020
Tips Hindari Covid-19 di Pondok Pesantren
Rabu, 16 September 2020
Yuk Mengenal Langkah-langkah Perawatan Gigi Anak-anak
Sabtu, 04 Juli 2020
Minta Disetop, Pakar Sebut Rapid Test Sangat Tak Akurat, Publik Rugi
Selasa, 12 Mei 2020
Cegah Penularan Wabah, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2020 Bentuk Tim Relawan Covid-19

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Rabu, 25 November 2020
Yudisium XI, Direktur Pascasarjana Unilak Beri Penghargaan ke Pemuncak
Kamis, 05 November 2020
UIR Wisuda 1.495 Mahasiswa Secara Daring, Lusi Eka Raih IPK Pemuncak 3,92
Senin, 26 Oktober 2020
Rektor Unilak Lantik Pejabatnya Secara Virtual, Ini Nama-nama yang Dilantik
Jumat, 23 Oktober 2020
Didukung Kemenristek/Brin, Dosen UIR Lakukan PKM Sistem Informasi Berbasis Pengaduan Masyarakat

Kampus lainnya ...

Protokol Kesehatan 11 November 2020
Terpopuler

01

Selasa, 24 November 2020 17:23 WIB
Ketua FPI Pekanbaru Dijemput Polisi Subuh Tadi

05

Duka cita Haidir Anwar Tanjung
Foto
Dapo Kanisya September 2020
RAPP - APRIL HUT Pelalawan Siak Kuansing 12 Oktober 2020
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan
Jumat, 20 Maret 2020
PKS Sindora Rohil Segera Beroperasi, Manajemen Siapkan Program CSR Jangka Panjang

CSR lainnya ...
Hari Jadi Rohul dari Polres Rohul 12 Oktober 2020
Sabtu, 04 Juli 2020
Trending di Twitter, Maudy Ayunda Diduga Adu Mulut dengan Pria saat Live Instagram
Rabu, 01 April 2020
5 Fakta 'Aisyah Istri Rasulullah' yang Aslinya Lagu Cinta dari Malaysia
Rabu, 11 Maret 2020
Besok, Didi Kempot akan Goyang Ribuan Sobat Ambyar Pekanbaru
Selasa, 18 Februari 2020
Ashraf Sinclair Suami BCL Meninggal Dunia

Selebriti lainnya ...
HUT Siak - BSP 12 Oktober 2020
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
HUT Kabupaten Pelalawan - BSP 12 Oktober 2020
Kamis, 10 September 2020
Mau Ikutan Bedah Buku UAS dan Pelatihan Cara Bahagia Menghapal Al-Quran, Begini Cara Mendaftarnya
Sabtu, 04 Juli 2020
Batas Usia Daftar Haji Diminta Lebih Muda
Jumat, 12 Juni 2020
Ini Tiga Golongan yang Diberikan Ujian oleh Allah SWT
Rabu, 29 Mei 2019
Dewan: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Religi lainnya ...
Pesonna Hotel Pekanbaru - April 2020
Indeks Berita
FunBike New Normal 12 Oktober 2020NasDem 30 September 2020BSP Hut Riau ke-63APRIL RAPP HUT RI 75BOB PT BSP HUT RI 75APRIL RAPP HUT Riau ke-36Unilak Juli 2020Pemkab Siak New Normal 17 Juni 2020 OkPolres Rohul 27 Juni 2020APRIL RAPP - Waisak 7 Mei 2020APRIL HUT KAMPARHUT Meranti APRILImlek 2019 RAPPRAPP Idul Fitri 1441 / 2020
www www