Sabtu, 22 Januari 2022

Breaking News

  • Pengamanan Nataru Riau Kerahkan 2.527 Personel Gabungan   ●   
  • Varian Omicron Belum Ditemukan di Riau   ●   
  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula
Yamaha 19-21 Januari 2022

CAKAP RAKYAT
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

KITA memasuki awal tahun 2021 dalam suasana duka. Berbagai musibah dan bencana terjadi secara beruntun sejak permulaan Januari 2021. Menurut BNPB ada 136 bencana alam. Alarm kewaspadaan perlu ditingkatkan melihat bencana dipengaruhi cuaca (hidrometeorologi) berupa banjir sebanyak 95 kejadian dan tanah longsor 25 kejadian. Paling menyita perhatian banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergolong besar melanda hampir seluruh kabupaten/kota. Korban jiwa lebih 20 orang meninggal dan lebih 60 ribu orang mengungsi. Melalui tulisan ini sekaligus mengajak kita berkirim do’a dan dukungan baik moril dan materil kepada saudara ditimpa bencana.

Mengacu kepada data dapat disimpulkan bencana makin meluas. Banjir memang bukan pertama kali. Tapi mengkhawatirkan melihat tren dan intensitas belakangan. Apa yang terjadi di Kalsel selayaknya ditanggapi serius pemerintah pusat dan daerah. Mengkaji kembali cara dan pendekatan pengelolaan lingkungan. Apa yang terjadi di Kalsel punya titik temu dengan daerah lain. Sangat disayangkan pernyataan Pemerintah yang diwakili Presiden Jokowi perihal pemicu banjir agak dangkal. Hanya mempersoalkan faktor tingginya curah hujan. Di satu sisi terkesan mengaburkan ekses lain dan di sisi lain hujan yang mesti disyukuri sebagai rahmat Tuhan justru dianggap pemicu bencana.

Padahal ada isu lain yang ditenggarai penyebab utama seperti eksploitasi lahan, penggundulan hutan atau deforestasi yang terjadi secara terus menerus dan lain-lain. Fenomena terjadi hampir diseluruh daratan Indonesia, termasuk Riau. Dengan kondisi hutan alam di Riau tersisa seluas 1.442.669 hektare dari 6.727.546 hektare pada 1982, jelas sebuah ancaman. Kondisi hutan dan lahan gambut di Riau terus mengalami kerusakan. Baik itu disebabkan alih fungsi, subsidensi, abrasi dan intrusi air laut serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sampai-sampai Kepala Daerah Riau pun terjerat hukum.

“Dosa”

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum: 41)

Petikan ayat Al Qur’an di atas patut kita ambil sebagai pelajaran. Bahwa bencana sesungguhnya berawal dari perbuatan manusia. Maka tepat dipakai kata “dosa”. Bukan semata perbuatan maksiat/penyimpangan, tapi juga kesalahan berinteraksi dengan alam. Ketika salah kelola, efeknya kembali dalam bentuk musibah. Mirisnya bukan saja pelaku “dosa”, semua terkena imbas. Relevan dengan ini, dalam tema lingkungan dikenal istilah ekosida yang berarti bunuh diri secara ekologis. Bahwa kelalaian menjaga alam merupakan jalan menuju ke kehancuran. Bicara kerugian tak terbilang. Disamping paling utama korban jiwa juga kerugian ekonomi. Contoh banjir Kalsel, menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kerugian diperkirakan sekitar Rp 1,349 triliun. Perkiraan tersebut meliputi berbagai sektor mulai pendidikan hingga ekonomi masyarakat. Kerugian sama pernah dialami Riau saat banjir melanda 6 wilayah di Riau di November 2019 di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hilir. Berangkat dari kerugian yang begitu besar sudah sepantasnya upaya meminimkan kerusakan lingkungan lebih diprioritaskan.

Upaya dan tindakan pencegahan bisa berbagai bentuk. Paling utama mengalokasikan anggaran tepat guna untuk mencegah kerusakan alam dan lingkungan. Ironisnya alokasi belanja aspek pencegahan di Pemda termasuk Pemprov Riau kalah dibanding alokasi tindakan ketika telah terjadi kerusakan (penanganan bencana). Menghitung biaya memperbaiki lingkungan kadung rusak tentu sangat tidak ekonomis. Bukankah pepatah berkata: lebih baik mencegah daripada mengobati. Mengobati penyakit bisa keluar banyak duit plus derita yang bikin frustasi. Lebih baik mencegah penyakit sedari awal melalui tindakan kesehatan lebih murah dan sederhana. Ketika sakit sudahlah biaya pengobatan membengkak plus kehilangan waktu produktif “cari duit”.

Komitmen

Pemprov Riau sebenarnya punya agenda bagus. Di APBD Riau 2020 Gubernur Riau Syamsuar telah menginisiasi program “Riau Hijau”. Sebagai respon atas persoalan lingkungan hidup terutama kerusakan hutan. Program serupa pernah ditempuh saudara Gubernur ketika menjadi Bupati Siak dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang Siak Kabupaten Hijau. Kebijakan "Riau Hijau" terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah dan visi dan misi Gubenur dan Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024, sebagai implementasi janji Pilgubri 2018 lalu. Dengan misi “mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan”. Kemudian dijabarkan ke dalam indikator pembangunan kinerja lingkungan hidup diantaranya melalui indeks kualitas lingkungan hidup dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Reaksi Pemprov Riau pun cukup baik dengan membentuk tim terpadu penertiban penggunaan kawasan lahan secara illegal yang diketuai langsung saudara Wakil Gubenur. Namun setakad ini gebrakan tak banyak diketahui publik. Apa yang sudah dilakukan dan bagaimana progres serta apa faktor penghambat. Bukan saja masyarakat, bagi lembaga legislatif pun misteri. Mengingat kerusakan lingkungan di Riau di zona bahaya, bermain tataran ide saja tentu bukan momennya. Parameter program mesti disertai rencana aksi yang jelas. Supaya ada kepastian dan optimalisasi kinerja perangkat Pemprov. Apalagi dampak kerusakan lingkungan terus mengintai. Perlu konsolidasi dengan menggalang setiap unsur terutama masyarakat. Seperti ide Gubernur mengajak masyarakat cinta lingkungan dan memanfaatkan lahan gambut secara tepat guna meminimalisir Karhutla. Disamping revitalisasi secara bertahap kawasan hutan, pendekatan konsep pelestarian berbasis wanatani juga bisa membantu pemanfaatan lahan kritis dan lahan gambut dengan tanaman ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Sehingga sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di lapangan bisa bersinergi dengan kegiatan semisal Kebun Bibit Desa (KBD) melalui pelibatan masyarakat. Dengan begitu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap jenis tanaman kayu serbaguna untuk ditanam di lahan kritis, kosong, terlantar, atau lahan non produktif.

Disamping itu, penegakan hukum juga diperlukan agar bisa menjerat dan menghukum pelaku “dosa” seberat-beratnya. Karena tindakan mereka secara tidak langsung turut menyebabkan korban jiwa akibat bencana berikut kerugian ekonomi bagi negara. Provinsi Riau sudah cukup “asam garam” dalam hal ini. Pansus Monitoring Evaluasi Perizinan yang pernah dibentuk DPRD Provinsi Riau tahun 2015 menemukan 1,8 juta hektar sawit illegal terbagi dalam 378 perusahaan. Selain merugikan Pemda dari segi pendapatan, aktivitas illegal tadi juga membuka peluang terjadinya perusakan terhadap lahan dan hutan termasuk Karhutla yang asapnya mengancam kesehatan dan menggangu aktivitas masyarakat serta terjadinya bencana lain seperti banjir.

Upaya di atas beberapa dari sekian banyak cara bisa ditempuh untuk mencegah kerusakan lingkungan. Tentu butuh pendekatan terintegrasi dan komitmen tinggi. Kepala daerah dalam konteks ini bertindak sebagai leader diharapkan dapat mengonsolidasikan potensi yang ada dari segenap stakeholder. Sekarang saatnya mengakselerasi langkah agar gerak cepat. Akumulasi kerusakan lingkungan sudah di depan mata. Menyalahkan alam sebagai penyebab bencana bukan ciri manusia beragama dan beradab. Jika ingin alam memberi manfaat, maka alam harus terlebih dahulu dirawat.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 30 Desember 2021 12:58 WIB
Riau Menatap 2022
Senin, 17 Januari 2022 21:27 WIB
Tancap Gas Di Awal Tahun
Kamis, 09 Desember 2021 21:00 WIB
Memaknai Hari Antikorupsi Sedunia
Senin, 27 Desember 2021 08:02 WIB
Revitalisasi Desa Sebagai Pilar Bangsa
Selasa, 21 Desember 2021 08:02 WIB
Bela Negara Tanggung Jawab Bersama
Rabu, 10 November 2021 17:29 WIB
Warisan Berharga Para Pahlawan
Selasa, 04 Januari 2022 16:40 WIB
“Membangun” Kebahagiaan Penduduk
Selasa, 02 November 2021 19:30 WIB
Myanmar ‘Duri’ dalam ASEAN
Minggu, 31 Oktober 2021 19:28 WIB
Berani Berinovasi Itu Hebat!
Selasa, 16 November 2021 20:56 WIB
Penguatan Otonomi Daerah di Kabupaten/Kota
Kamis, 09 Desember 2021 16:34 WIB
Menanti Tuah Tuan Rumah Anti Rasuah
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Sabtu, 04 Desember 2021 08:01 WIB
Investasi Butuh Yang Pasti-pasti
Jum'at, 24 Desember 2021 08:04 WIB
Menanti Angin Surga UU HKPD
Minggu, 21 November 2021 19:57 WIB
Membangunkan Lahan Yang Tertidur
Selasa, 28 September 2021 08:08 WIB
Sejahterakan Petani Demi Keberlangsungan Negeri
Kamis, 23 September 2021 20:46 WIB
Misi Penyelamatan UMKM
Minggu, 19 September 2021 19:24 WIB
Menata Bahasa demi Alam Semesta
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Selasa, 16 November 2021 08:05 WIB
Mengembalikan Kejayaan Sungai Riau
Sabtu, 08 Januari 2022 18:48 WIB
Asa Teruntuk Kapolda Baru
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Minggu, 10 Oktober 2021 07:01 WIB
Mengawal Spirit Otonomi Daerah
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 02 November 2021
Gajah Seberat 2 Ton Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 21 Januari 2022
Dilaporkan ke Polisi, Oknum Wartawan Bantah Rusak Ruang BK DPRD Riau
Jumat, 21 Januari 2022
Polsek Ukui dan Puskesmas Gelar Vaksinasi, Sasar Siswa SD dan Warga
Jumat, 21 Januari 2022
Polsek Pangkalan Lesung Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Sekolah
Jumat, 21 Januari 2022
Polsek Kerumutan Bagi-bagi Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

Serantau lainnya ...
Rabu, 12 Januari 2022
UMKM Makin Berkembang, Partai Perindo Ungkap Ide Usaha Potensial di 2022
Rabu, 12 Januari 2022
4 Alternatif Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Kamis, 06 Januari 2022
Fashion Trendi Famys Hijab Collection, Kualitas Terjamin, Harga Bersahabat
Kamis, 30 Desember 2021
Kostum Penjual Jamu Gendong Juarai Parade Kostum Kreasi 2021

Gaya Hidup lainnya ...
Senin, 06 Desember 2021
Raih WTP Lima Kali Berturut-turut, Pekanbaru Terima Penghargaan dari Kemenkeu
Jumat, 03 Desember 2021
Pemko Pekanbaru Terima Aset Fasos dan Fasum dari Pengembang Perumahan
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau

Advertorial lainnya ...
Rabu, 19 Januari 2022
Punya iPhone 12 Sekarang Lebih Gampang, Siapapun Bisa Memilikinya!
Selasa, 11 Januari 2022
Mengenal Risiko dan Peluang Investasi Bitcoin
Jumat, 17 Desember 2021
Ikan Alien Kepala Transparan Tertangkap Kamera
Rabu, 15 Desember 2021
Ahmad Ghani Al Ghifari Ukir Prestasi di Bidang Robotik, Mulai Rakit Robot Hingga Memprogram Drone

Tekno dan Sains lainnya ...
Sabtu, 18 Desember 2021
Mantan Wakil Rektor UIN Suska Didapuk sebagai Pembicara oleh Perusahaan Nutrisi Terbesar di Dunia
Jumat, 17 Desember 2021
Amerika Izinkan Pil Aborsi Dikirim Lewat Pos
Selasa, 30 November 2021
Wanita Malaysia Punya Golongan Darah Emas, Cuma 43 Orang di Bumi
Rabu, 27 Oktober 2021
Dikira Kena Covid-19, Gadis Ini Ternyata Sakit Parah Akibat Isap Vape

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 21 Januari 2022
Dewan Energi Mahasiswa Riau Apresiasi Hadirnya SPKLU Pertama di Riau
Kamis, 20 Januari 2022
Unilak Jalin Kerjasama dengan SMKN 4 Pekanbaru, Mulai dari Peningkatan Kompetensi Guru Hingga Magang
Senin, 17 Januari 2022
Pascasarjana UIR Sosialisasikan Program S2 dan S3 ke Anggota DPRD Pelalawan
Jumat, 14 Januari 2022
Diinisiasi BEM Unilak, Perahu Penyeberangan Warga Dusun Air Mabuk Meranti Hampir Selesai

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

Khas Jumat
Terpopuler
Foto
HUT Meranti 2021 - APRIL
Nataru - April
Kamis, 13 Januari 2022
Tayang Besok, Adakah Kesamaan Virgin The Series dan Film Virgin 2004?
Selasa, 11 Januari 2022
Sinopsis Penyalin Cahaya, Film Original Netflix Tayang 13 Januari 2022
Jumat, 24 Desember 2021
Kontroversi Syuting Sinetron di Lokasi Bencana Semeru, Ini Faktanya...
Senin, 22 November 2021
Bikin Mewek, Gala Ingin Telepon Vanessa Angel & Bibi karena Rindu

Selebriti lainnya ...
PT PER 2021
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Rabu, 15 Desember 2021
Ada 7.139 Masjid di Riau, Bagaimana Kondisi Remaja Masjidnya?
Rabu, 24 November 2021
Rangkaian HUT ke-23, BKMT Riau Gelar 'Musabaqah Menterjemah Alquran'
Kamis, 04 November 2021
Persembahkan Karya Tenas Effendy, LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Alquran dan Hadis
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat

Religi lainnya ...
Selasa, 28 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Doakan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020
Selasa, 28 Desember 2021
Aplikasi PeduliLindungi Sudah Diterapkan di Pekanbaru, Robin: Tim Vaksin juga Harus Disiapkan
Selasa, 28 Desember 2021
Respon Cepat Pemkab Rohul Tangani Banjir Berhasil Hindarkan Jatuhnya Korban Jiwa
Senin, 27 Desember 2021
Legislator Pekanbaru Sebut Razia BPOM Terkesan Tebang Pilih

ADV lainnya ...
Indeks Berita
www www