Minggu, 19 September 2021

Breaking News

  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen   ●   
  • Gubri: Zona Merah dan Oranye Dilarang Salat Idul Adha di Masjid   ●   
  • Ditanya Perkembangan Perkara Suap Annas Maamun di RAPBD Riau Tahun 2014-2015, KPK Bungkam   ●   
  • WNA Masuk Indonesia, PKS: Jangan Sampai Publik Mengira PPKM Darurat Hanya Lip Service!
Yamaha 18-21 September 2021

CAKAP RAKYAT
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

KITA memasuki awal tahun 2021 dalam suasana duka. Berbagai musibah dan bencana terjadi secara beruntun sejak permulaan Januari 2021. Menurut BNPB ada 136 bencana alam. Alarm kewaspadaan perlu ditingkatkan melihat bencana dipengaruhi cuaca (hidrometeorologi) berupa banjir sebanyak 95 kejadian dan tanah longsor 25 kejadian. Paling menyita perhatian banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tergolong besar melanda hampir seluruh kabupaten/kota. Korban jiwa lebih 20 orang meninggal dan lebih 60 ribu orang mengungsi. Melalui tulisan ini sekaligus mengajak kita berkirim do’a dan dukungan baik moril dan materil kepada saudara ditimpa bencana.

Mengacu kepada data dapat disimpulkan bencana makin meluas. Banjir memang bukan pertama kali. Tapi mengkhawatirkan melihat tren dan intensitas belakangan. Apa yang terjadi di Kalsel selayaknya ditanggapi serius pemerintah pusat dan daerah. Mengkaji kembali cara dan pendekatan pengelolaan lingkungan. Apa yang terjadi di Kalsel punya titik temu dengan daerah lain. Sangat disayangkan pernyataan Pemerintah yang diwakili Presiden Jokowi perihal pemicu banjir agak dangkal. Hanya mempersoalkan faktor tingginya curah hujan. Di satu sisi terkesan mengaburkan ekses lain dan di sisi lain hujan yang mesti disyukuri sebagai rahmat Tuhan justru dianggap pemicu bencana.

Padahal ada isu lain yang ditenggarai penyebab utama seperti eksploitasi lahan, penggundulan hutan atau deforestasi yang terjadi secara terus menerus dan lain-lain. Fenomena terjadi hampir diseluruh daratan Indonesia, termasuk Riau. Dengan kondisi hutan alam di Riau tersisa seluas 1.442.669 hektare dari 6.727.546 hektare pada 1982, jelas sebuah ancaman. Kondisi hutan dan lahan gambut di Riau terus mengalami kerusakan. Baik itu disebabkan alih fungsi, subsidensi, abrasi dan intrusi air laut serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sampai-sampai Kepala Daerah Riau pun terjerat hukum.

“Dosa”

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum: 41)

Petikan ayat Al Qur’an di atas patut kita ambil sebagai pelajaran. Bahwa bencana sesungguhnya berawal dari perbuatan manusia. Maka tepat dipakai kata “dosa”. Bukan semata perbuatan maksiat/penyimpangan, tapi juga kesalahan berinteraksi dengan alam. Ketika salah kelola, efeknya kembali dalam bentuk musibah. Mirisnya bukan saja pelaku “dosa”, semua terkena imbas. Relevan dengan ini, dalam tema lingkungan dikenal istilah ekosida yang berarti bunuh diri secara ekologis. Bahwa kelalaian menjaga alam merupakan jalan menuju ke kehancuran. Bicara kerugian tak terbilang. Disamping paling utama korban jiwa juga kerugian ekonomi. Contoh banjir Kalsel, menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kerugian diperkirakan sekitar Rp 1,349 triliun. Perkiraan tersebut meliputi berbagai sektor mulai pendidikan hingga ekonomi masyarakat. Kerugian sama pernah dialami Riau saat banjir melanda 6 wilayah di Riau di November 2019 di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Rokan Hilir. Berangkat dari kerugian yang begitu besar sudah sepantasnya upaya meminimkan kerusakan lingkungan lebih diprioritaskan.

Upaya dan tindakan pencegahan bisa berbagai bentuk. Paling utama mengalokasikan anggaran tepat guna untuk mencegah kerusakan alam dan lingkungan. Ironisnya alokasi belanja aspek pencegahan di Pemda termasuk Pemprov Riau kalah dibanding alokasi tindakan ketika telah terjadi kerusakan (penanganan bencana). Menghitung biaya memperbaiki lingkungan kadung rusak tentu sangat tidak ekonomis. Bukankah pepatah berkata: lebih baik mencegah daripada mengobati. Mengobati penyakit bisa keluar banyak duit plus derita yang bikin frustasi. Lebih baik mencegah penyakit sedari awal melalui tindakan kesehatan lebih murah dan sederhana. Ketika sakit sudahlah biaya pengobatan membengkak plus kehilangan waktu produktif “cari duit”.

Komitmen

Pemprov Riau sebenarnya punya agenda bagus. Di APBD Riau 2020 Gubernur Riau Syamsuar telah menginisiasi program “Riau Hijau”. Sebagai respon atas persoalan lingkungan hidup terutama kerusakan hutan. Program serupa pernah ditempuh saudara Gubernur ketika menjadi Bupati Siak dengan menerbitkan Peraturan Bupati tentang Siak Kabupaten Hijau. Kebijakan "Riau Hijau" terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah dan visi dan misi Gubenur dan Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024, sebagai implementasi janji Pilgubri 2018 lalu. Dengan misi “mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan”. Kemudian dijabarkan ke dalam indikator pembangunan kinerja lingkungan hidup diantaranya melalui indeks kualitas lingkungan hidup dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Reaksi Pemprov Riau pun cukup baik dengan membentuk tim terpadu penertiban penggunaan kawasan lahan secara illegal yang diketuai langsung saudara Wakil Gubenur. Namun setakad ini gebrakan tak banyak diketahui publik. Apa yang sudah dilakukan dan bagaimana progres serta apa faktor penghambat. Bukan saja masyarakat, bagi lembaga legislatif pun misteri. Mengingat kerusakan lingkungan di Riau di zona bahaya, bermain tataran ide saja tentu bukan momennya. Parameter program mesti disertai rencana aksi yang jelas. Supaya ada kepastian dan optimalisasi kinerja perangkat Pemprov. Apalagi dampak kerusakan lingkungan terus mengintai. Perlu konsolidasi dengan menggalang setiap unsur terutama masyarakat. Seperti ide Gubernur mengajak masyarakat cinta lingkungan dan memanfaatkan lahan gambut secara tepat guna meminimalisir Karhutla. Disamping revitalisasi secara bertahap kawasan hutan, pendekatan konsep pelestarian berbasis wanatani juga bisa membantu pemanfaatan lahan kritis dan lahan gambut dengan tanaman ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Sehingga sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di lapangan bisa bersinergi dengan kegiatan semisal Kebun Bibit Desa (KBD) melalui pelibatan masyarakat. Dengan begitu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap jenis tanaman kayu serbaguna untuk ditanam di lahan kritis, kosong, terlantar, atau lahan non produktif.

Disamping itu, penegakan hukum juga diperlukan agar bisa menjerat dan menghukum pelaku “dosa” seberat-beratnya. Karena tindakan mereka secara tidak langsung turut menyebabkan korban jiwa akibat bencana berikut kerugian ekonomi bagi negara. Provinsi Riau sudah cukup “asam garam” dalam hal ini. Pansus Monitoring Evaluasi Perizinan yang pernah dibentuk DPRD Provinsi Riau tahun 2015 menemukan 1,8 juta hektar sawit illegal terbagi dalam 378 perusahaan. Selain merugikan Pemda dari segi pendapatan, aktivitas illegal tadi juga membuka peluang terjadinya perusakan terhadap lahan dan hutan termasuk Karhutla yang asapnya mengancam kesehatan dan menggangu aktivitas masyarakat serta terjadinya bencana lain seperti banjir.

Upaya di atas beberapa dari sekian banyak cara bisa ditempuh untuk mencegah kerusakan lingkungan. Tentu butuh pendekatan terintegrasi dan komitmen tinggi. Kepala daerah dalam konteks ini bertindak sebagai leader diharapkan dapat mengonsolidasikan potensi yang ada dari segenap stakeholder. Sekarang saatnya mengakselerasi langkah agar gerak cepat. Akumulasi kerusakan lingkungan sudah di depan mata. Menyalahkan alam sebagai penyebab bencana bukan ciri manusia beragama dan beradab. Jika ingin alam memberi manfaat, maka alam harus terlebih dahulu dirawat.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali Azumar
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Rabu, 04 November 2020 10:26 WIB
Misi Riau Bangkitkan Pariwisata Dan UMKM
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Selasa, 10 November 2020 08:01 WIB
Melestarikan Warisan Pahlawan
Sabtu, 16 Januari 2021 13:27 WIB
Reses Yang Dianak-tirikan
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Kamis, 18 Juni 2020 19:18 WIB
Indonesia Darurat Implementasi Pancasila
Sabtu, 17 Oktober 2020 08:54 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
Minggu, 05 Juli 2020 21:02 WIB
Berdayakan Ormas untuk Kepentingan Bangsa
Rabu, 28 Oktober 2020 11:23 WIB
Maulid Nabi, Pemuda dan Spirit Perubahan
Jum'at, 22 Mei 2020 12:08 WIB
Wabah yang Berujung Pasrah
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Senin, 13 September 2021
Kata NasDem Jika Amandemen Terbatas UUD 1945 Dilakukan, Malah Akan Buka Kontak Pandora
Kamis, 19 Agustus 2021
Tak Ingin Partainya dan MKD Dianggap Disfungsi, Junimart Pastikan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Arteria
Selasa, 17 Agustus 2021
Ajak Rakyat Merdeka Dari Pandemi, Aboebakar: Selalu Ada yang Berkhianat Seperti Korupsi Bansos
Sabtu, 14 Agustus 2021
Anggota DPR Ini Sebut Kebijakan PPKM Bawa Indonesia Keluar dari Puncak Kasus Covid-19

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Jumat, 07 Mei 2021
Dugaan Penggelapan Jual Beli Tanah, Rico Berharap Proses Hukum Tetap Berjalan
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Sabtu, 18 September 2021
Jaga Keamanan Wilayah, Polsek Kerumutan Rutin Lakukan Patroli C3
Sabtu, 18 September 2021
Pantau Titik Api, Polsek Pangkalan Kerinci Patroli di Area Rawan Karhutla
Sabtu, 18 September 2021
Polsek Kuala Kampar Rutin Gelar Yustisi di Pelabuhan
Sabtu, 18 September 2021
Sambangi Warga di Jalan Lintas Bono, Personel Polsek Teluk Meranti Sampaikan Prokes

Serantau lainnya ...
Jumat, 17 September 2021
Cara Pakai Aplikasi PeduliLindungi untuk Masuk Bioskop
Jumat, 10 September 2021
Pemuda Pancasila Turunkan 22 Kadernya untuk Bantu Pemerintah Tangani Covid-19
Selasa, 07 September 2021
Binatang Kesepian di Jerman Pakai Aplikasi Kencan Tinder Temukan Pemilik Baru
Selasa, 24 Agustus 2021
Jam Tangan Pria Bermerek yang Sayang Anda Lewatkan

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui
Selasa, 17 Agustus 2021
PT CDI Siap Koneksikan Jaringan Internet Seluruh Kecamatan di Pelalawan
Jumat, 16 Juli 2021
Benarkah Dunia Butuh Dosis Ketiga Vaksin Covid-19?

Tekno dan Sains lainnya ...
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut
Kamis, 17 Juni 2021
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Untuk Kesehatan Kulit, Begini Penjelasan dr Vee Clinic
Rabu, 05 Mei 2021
Kurang Minum Air Putih saat Berbuka Bisa Bikin Berat Badan Melonjak

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Sabtu, 18 September 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan Fekon Unilak
Rabu, 15 September 2021
Inovatif, Mahasiswa KKN Unri Buat Handsanitizer Touchless untuk Masyarakat
Selasa, 14 September 2021
Tim PTDM UMRI Diseminasikan Dehydrator Betel Nut kepada Petani Desa Tanjung Alai Kampar
Senin, 13 September 2021
Mahasiswa Umri Ajarkan Pelaku UMKM Bencah Lesung Cara Packing dan Branding Produk

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

HUT TNI AL 10 September 2021 - DPRD Riau
Terpopuler

02

04

HUT RI Ke-76 - APRIL
Foto
DPRD 1
DPRD 2
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama
Jumat, 16 Juli 2021
Jedar Ungkap Pernah Dekat dengan Pria Ternyata Gay, Terbongkar Gara-gara...
Jumat, 02 Juli 2021
Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsono Berpulang ke Rahmatullah

Selebriti lainnya ...
DPRD 3
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Permata
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos
Jumat, 16 Juli 2021
Jangan Sampai Salah Beli, Berikut Syarat Hewan Kurban

Religi lainnya ...
PCR 3 Agustus 2021
Indeks Berita
HUT Riau 9 Agustus 2021 - SitiBhayangkara 2021 CAKAPLAHPelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakUIR 2021HUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDIdul Fitri 1442 BRKWaisak 26 Mei 2021 - APRILPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www