Jumat, 22 Oktober 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 21-22 Oktober 2021

CAKAP RAKYAT
Bahaya Laten Pengkhianatan Bangsa
Kamis, 30 September 2021 21:02 WIB
Bahaya Laten Pengkhianatan Bangsa
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Setiap bangsa memiliki sejarah yang diisi kisah gemilang dan juga kelam. Sejarah adalah identitas sebuah bangsa. Semua negara maju saat ini lahir karena politik, ekonomi dan dimensi kehidupan mereka dibentuk dari sejarah. Mereka mengambil intisari kehidupan dari masa lalu. Jerman maju karena menjadikan sejarah Nazi sebagai pengalaman kelam sekaligus motivasi untuk memperbaiki imej. Begitujuga Jepang, kekalahan di Perang Dunia mendorong untuk bangkit secara ekonomi, politik dan capaian lain. Termasuk merubah pandangan ke arah lebih terbuka atas “dosa” lama melalui rekonsiliasi dengan korban tragedi masa lalu. Intinya Jerman dan Jepang coba membalik sejarah untuk memenangkan masa kini dan depan. Mereka sadar betul bahwa politik, ekonomi dan dimensi kehidupan kini dan masa depan akan lebih prospektif ketika berhasil membangun citra dan komunikasi lebih baik dengan dunia.

Sebaliknya, sejarah juga buat sejumlah negara maju menghadapi kesulitan, bahkan ancaman dan kegagalan di masa kini. Bisa dicontoh Amerika Serikat yang menghadapi ancaman terbesar rasisme yang bertubi-tubi muncul ke permukaan sebagai isu utama. Sejarah perang saudara di masa lalu sepertinya gagal diambil sebagai pelajaran. Begitujuga Inggris belakangan kewalahan menghadapi ancaman sektor ekonomi dan politik gara-gara terganggunya pasokan kebutuhan mendasar bagi warganya, yang diperparah dengan kekurangan tenaga kerja di sektor tertentu termasuk yang esensial dan kritikal. Para ahli menyatakan bahwa sedikit banyak permasalahan tadi imbas keputusan Inggris keluar Uni Eropa lewat keputusan Brexit. Brexit bagaimanapun lahir dari kejumawaan atas sejarah kedigdayaan Inggris Raya. Seolah muncul anggapan tanpa Uni Eropa dan kebijakan proteksi dari kaum pendatang, mereka bisa lebih berjaya.

Pola sama dialami negara lain. Ada berhasil menangani “luka lama”, ada juga yang kambuhan bahkan terjadi “infeksi” karena gagal ditangani secara dini. Kebiasaan menyepelekan sejarah penyebabnya. Bangsa maju jika bisa menjadikan sejarah sebagai pelajaran. Sebaliknya bangsa bisa mundur ketika sejarah justru menjadi bahan bakar untuk terus berkonflik dan melahirkan masalah. Ada makna mendalam dibalik perkataan: sejarah pasti akan berulang. Maksudnya sangat jelas, bagaimana generasi yang hidup hari ini dan masa mendatang dapat mengantisipasi peristiwa lama agar tak terulang. Atau setidaknya meminimalisir dampak negatif keterulangan sejarah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendekatan ini hanya dapat ditempuh ketika sejarah tersebut terus dilestarikan di dalam benak para generasi bangsa sebagai bekal mewujudkan keberlangsungan kehidupan lebih baik.

Terutama peristiwa Gerakan pemberontakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yang dikenal G30S/PKI. Memasuki usia peringatan ke 55 tahun, peristiwa dimaksud meninggalkan konflik dan luka politik begitu dalam sepanjang sejarah republik. Nilai penting peringatan G30S/PKI bukan semata upacara dan mengheningkan cipta. Namun bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dalam upaya menjaga keutuhan bangsa dari ancaman ideologi berbahaya seperti komunisme. Apalagi konstitusi sudah mengatur urgensinya sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 4 Ayat 3 dalam UU 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, bahwa ancaman terhadap bangsa dapat berwujud agresi, terorisme, komunisme, separatisme, hingga pemberontakan bersenjata. Kebangkitan ideologi dalam sejarah 30 September pantas mengundang kekhawatirkan. Paling banyak mengundang sorotan dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan adalah munculnya upaya mencoba mereduksi bahaya dan ancaman kebangkitan komunis, mulai dari niat menghapuskan kata "PKI" dari kalimat G30S di buku-buku pelajaran sejarah sekolah, hingga ada wacana penghapusan TAP MPRS No. XXV tahun 1966 tentang pelarangan ajaran komunisme, Marxisme, Leninisme.

Bahaya Laten

Ideologi tak akan pernah mati, begitu adagium. Bahwa sejarah PKI berakhir memang benar, tetapi romantisisme kalangan pengikutnya bikin ajaran komunisme tak akan begitu saja pupus. Ketakutan kebangkitan ideologi komunis dirasa wajar dan bukan rekaan. Karena lahir dari fakta sejarah. Paling menonjol kekejaman mereka yang menyasar tokoh pemerintahan dan militer, juga pemuka agama terutama para ulama dan santri berikut juga penduduk biasa yang berseberangan tanpa rasa segan. Bahkan Sakirman seorang tokoh penting PKI merupakan kakak dari Letjen S. Parman yang turut gugur di tangan PKI. Sungguh sulit dibayangkan ideologi yang membuat seseorang tega dengan dinginnya membiarkan saudara kandungnya sendiri dibunuh. Berangkat dari itu, perlu menjadi perhatian bagi kita bersama terutama para orang tua supaya generasi bangsa dapat dibina dan dididik untuk paham agar tidak terpengaruh dengan ideologi tersebut.

Disamping bahaya laten komunisme yang begitu mudah menyingkirkan sampai menghilangkan nyawa pihak yang menentang ide dan agendanya, sejarah G30S/PKI juga membuka tabir mana pihak yang loyal terhadap negara dan Pancasila dan mana pengkhianat yang berlindung dibalik Pancasila. Kita ketahui bahwa tak sedikit tokoh-tokoh PKI mahir dan fasih berbicara tentang Pancasila dan agama. Bahkan tokoh sentral PKI yakni DN. Aidit dalam sebuah wawancara begitu bersemangat menentang pemretalan Pancasila. Dia juga menerbitkan buku Aidit Membela Pantja sila di tahun 1964.

Dari sini jelas bahwa karakter pengikut komunis sulit dipercaya. Sifat pengkhianat seperti ini musuh nyata bagi negara. Karena nilai Pancasila bukan jadi tujuan, tetapi hanya alat dan kedok untuk mencapai tujuan mereka. Sosok-sosok seperti ini akan selalu ada. Layaknya PKI dulu, mereka juga bisa masuk ke lingkaran kekuasaan dan mengendalikan sektor vital. Narasi tersebut bukan provokasi. Itulah kenyataannya. Tujuan disampaikan untuk menyadarkan kita selalu waspada. Ada kelompok yang tidak senang Indonesia hidup dalam keadaan damai dan meraih kemajuan.

Menyeruaknya pelecehan terhadap simbol agama dan penyerangan terhadap pemuka agama belakangan patut dicurigai sebagai upaya adu-domba. Sebagaimana PKI dulu melakukan hal sama. Kembali ke hakikat sejarah, bukan untuk dilupakan tapi diambil sebagai pelajaran. Mengkaji sejarah bukan berarti melestarikan dendam, tapi agar tidak lupa sejarah kelam. Menatap sejarah bukan langkah mundur, malah sebaliknya menjaga fokus agar tak kendur. Ibarat orang menyeberang, bila menatap hanya ke depan bahaya menanti di hadapan.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Tokoh Masyarakat dan Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Minggu, 19 September 2021 19:24 WIB
Menata Bahasa demi Alam Semesta
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Kamis, 23 September 2021 20:46 WIB
Misi Penyelamatan UMKM
Selasa, 28 September 2021 08:08 WIB
Sejahterakan Petani Demi Keberlangsungan Negeri
Rabu, 06 Oktober 2021 08:02 WIB
RTRW Dan Arah Pembangunan Riau
Minggu, 10 Oktober 2021 07:01 WIB
Mengawal Spirit Otonomi Daerah
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Jum'at, 24 September 2021 19:03 WIB
Baba dan Nyonya di Malaka
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Jum'at, 08 Mei 2020 18:00 WIB
Stempel Miskin
Selasa, 30 Juni 2020 13:15 WIB
Jangan Buru-buru Sahkan Perda RTRW
Sabtu, 19 September 2020 09:10 WIB
Demokrasi Bukanlah “Kursi”
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Setengah New Normal
Minggu, 21 Juni 2020 06:33 WIB
Pancasila Sudah final!
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Rabu, 13 Oktober 2021
Semua Orang Sama Dimuka Hukum, Junimart : Penegak Hukum Mosok Dibiarkan Melanggar Hukum
Rabu, 06 Oktober 2021
Banyak Permasalahan di DKI Jakarta, Alasan Baleg DPR Dukung Pemindahan Ibukota Baru
Senin, 04 Oktober 2021
Ketua MPR: PPHN Keniscayaan Diamanatkan Oleh Konstitusi
Selasa, 28 September 2021
Letjen TNI Mar (Purn) Nono Sampono Sebut Indonesia Negara Maritim yang Kekuatan Lautnya Lemah

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Senin, 12 April 2021
Terapkan Digitalisasi, Operasi PT CPI Makin Kompetitif
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Jumat, 22 Oktober 2021
Personel Polsek Kerumutan Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Patroli Dialogis
Jumat, 22 Oktober 2021
Pemuda City Walk Digerebek Terkait Perjudian, Walikota Pekanbaru Minta Camat hingga Lurah Aktif
Jumat, 22 Oktober 2021
Personel Polsek Teluk Meranti Gencar Patroli Karhutla
Jumat, 22 Oktober 2021
Cegah Penyebaran Covid-19 di Pelabuhan, Polsek Kuala Kampar Gelar Operasi Yustisi

Serantau lainnya ...
Kamis, 14 Oktober 2021
Kini Semakin Mudah Miliki Rumah di D'Village Regency 3, Ada Promo Bunga Hanya 2,3% Fixed 3 Tahun
Senin, 04 Oktober 2021
Memukau, Model AMS Sukses Peragakan Rancangan Busana Siswa SMKN 3 Pekanbaru
Senin, 04 Oktober 2021
Dea Gita Ningsih, Penulis Asal Pekanbaru yang Merangkum Senja dalam Sebuah Buku
Senin, 20 September 2021
Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Sudah Bisa Sarapan di Warung Koffie Batavia Lagi

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...
Kamis, 26 Agustus 2021
Mau Investasi Kripto? Ini Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Diketahui

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung
Minggu, 26 September 2021
Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui, Demi Menjaga Buah Hati dan Kesehatan Keluarga
Kamis, 26 Agustus 2021
Agar Paru-Paru Kuat saat Terserang Covid-19, Rajin Konsumsi 4 Bahan Makanan Ini
Jumat, 16 Juli 2021
Ayah Bunda, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bermakna Lembut

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 22 Oktober 2021
Fakultas Pertanian Unri Jalin Kerjasama Kewirausahaan dengan Kadin Riau
Jumat, 22 Oktober 2021
Sempat Tertunda, BEM Institut Master Sukses Gelar Lomba Pildacil Virtual 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
UIR Kuasai Dua Nomor di Kompetisi Entrepreunership Award V LLDIKTI X
Selasa, 19 Oktober 2021
Fekonsos UIN Suska Riau Teken MoA dengan FAI UIR

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

April HUT 3 Kabupaten 12 Oktober 2021
Terpopuler
DPRD Riau - Maulid Nabi Muhammad SAW
Foto
DPRD Riau - Sekwan - Maulid Nabi Muhammad SAW
DPRD Riau
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani
Senin, 04 Oktober 2021
Pernah Dimiliki Aktor Terkenal, Ini Penampakan Jam Tangan Termahal di Dunia yang Dihargai Rp243 Miliar
Jumat, 17 September 2021
Rizky Billar Jawab Isu Lesti Kejora Hamil Duluan, Muncul Isu Nikah Siri
Kamis, 26 Agustus 2021
Istri Buka Suara Soal Kabar Epy Kusnandar Pindah Agama

Selebriti lainnya ...
HUT SIAK - 12 Oktober 2021 - Kabag
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah
Selasa, 24 Agustus 2021
Rumah Yatim Salurkan Ratusan Paket Alquran dan Kitab ke Berbagai Ponpes di Pekanbaru dan Kampar Riau
Selasa, 27 Juli 2021
Sabah Ahmedi, Imam Termuda Inggris Lawan Stereotip Lewat Medsos

Religi lainnya ...
DPRD Riau
Indeks Berita
DPRD Riau Ucapan Duka 1DPRD Riau Ucapan Duka 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakBhayangkara 2021 CAKAPLAHHUT Pekanbaru ke-237Pelantikan Bupati Pelalawan Sukri - Nasarudin dari DPRDPesonna Hotel Januari 2021Diskes Rohul 2021
www www