Senin, 06 Desember 2021

Breaking News

  • Dinsos Riau Tak Punya Data Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19   ●   
  • Pansus Bisa Jadi Dasar Ketegasan Pemerintah Atasi Konflik Perusahaan Vs Masyarakat Riau   ●   
  • Pekanbaru Juara Kejurda U14, Bukti Pembinaan Sepakbola Berjenjang Kelompok Usia Berjalan Baik   ●   
  • Harga Sawit di Riau Naik Lagi, Tembus Rp2.800 Perkilogram   ●   
  • Kabar Gembira! Saudi Arabia segera Beri Izin Umrah, Jamaah Diminta Manfaatkan Fasilitas Vaksin   ●   
  • DPRD Riau Dukung Sekolah Tatap Muka Dimulai Lagi   ●   
  • Pasokan Listrik untuk Blok Rokan Dipastikan Aman   ●   
  • Polda Riau Sudah Periksa Syamsuar Terkait Karikatur Gubernur Drakula   ●   
  • Kejagung Tetapkan Pelanggar PPKM Darurat Diancam 1 Tahun Penjara   ●   
  • Cegah Penyebaran Varian Delta, Masuk Riau Lewat Jalur Darat dan Laut Wajib Swab Antigen
Yamaha 4-5 Desember 2021

CAKAP RAKYAT
Membangunkan Lahan Yang Tertidur
Minggu, 21 November 2021 19:57 WIB
Membangunkan Lahan Yang Tertidur
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM.

Dalam kunjungan Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam ke Riau belum lama berselang (15/11/21), Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau atas pembangunan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam program Riau Hijau. Tujuan utama program dimaksud diantaranya diharapkan mampu mengurangi kerusakan hutan dan mengurangi kebakaran hutan akibat pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan. Kita berharap komitmen disampaikan Gubri bukan sekedar respon sesaat sehubungan kedatangan Dubes Uni Eropa. Apalagi dalam kesempatan itu perwakilan Uni Eropa membawa sekarung peluang investasi dan bisnis di Riau. Pendekatan Uni Eropa sekarang juga terkesan “lebih terbuka” dengan komoditas kelapa sawit. Meski tetap menekankan concern terhadap isu lingkungan terutama meminimalisir deforestasi. Pendekatan tadi tentunya membawa dampak positif bagi Riau. Mengapa begitu?

Paling utama tentunya mencegah deforestasi akibat membuka lahan dengan cara menebang hutan. Ini penyebab hilangnya fungsi alam. Pada akhirnya menimbulkan kerugian dahsyat bagi kehidupan warga juga perekonomian daerah akibat bencana. Untuk Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Riau memperkirakan kerugian materil dialami Riau di tahun 2019 mencapai 50 triliun. Belum lagi banjir dan longsor. Dengan status Riau sebagai daerah sentra aktivitas perkebunan serta mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani, maka aspek lingkungan jelas perlu mendapat porsi perhatian paling besar. Akan tetapi kita ingin cari jalan tengah. Sehingga upaya kepedulian terhadap alam, mencegah deforestasi dan kerusakan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan perkebunan yang kontribusi terhadap perekonomian daerah begitu signifikan. Intinya budidaya dapat seiya-sekata dengan pelestarian.

Kerugian

Selain kekayaan alam, Riau dibekali keunggulan geografis. Namun dalam konteks pengelolaan sejauh ini boleh dibilang masih jauh dari optimal. Khususnya ketika membahas keberadaan lahan tidur, lahan marjinal atau lahan tidak produktif. Secara defenisi dan menurut para ahli, lahan tersebut diartikan sebagai lahan yang belum dimanfaatkan terutama untuk kegiatan bernilai produktif seperti pertanian dan perkebunan. Logika sederhananya, ketika lahan tidak digunakan secara optimal maka tidak akan memberi keuntungan bagi kehidupan manusia. Nilai keuntungan bukan hanya berupa budidaya melalui aktivitas pertanian dan perkebunan. Pengelolaan lahan tidur juga turut andil dalam konteks kebijakan mengurangi deforestasi dan kerusakan lingkungan. Menurut data ada sekitar 30.107.242 hektare masuk kategori lahan tidak dimanfaatkan atau tidur dan tidak produktif.  Balitbang Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2015 pernah mengemukakan luas lahan marginal mencapai 157.246.565 hektar. Namun, potensi lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian baru 91.904.643 hektar, atau sekitar 58,4 persen saja. Adapun lahan tidur paling besar atau luas berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Untuk Riau belum diperoleh info pasti berapa jumlah total. Namun teruntuk Pekanbaru saja menurut data Dinas Pertanian (Distan) Kota Pekanbaru, luas lahan bukan sawah 63.226 hektare. Sementara lahan belum termanfaatkan di Pekanbaru seluas 3383,7 hektare. Boleh jadi didapati lebih luas di kabupaten/kota lain di Riau.

Lahan tidur dan marjinal jelas sebuah kerugian. Memang lahan tersebut sering dianggap kritis, miskin nutrisi dan tak potensial untuk bercocoktanam. Namun bila dibiarkan terus bertambah maka bisa menyumbang masalah. Paling nyata berpotensi menyumbang hotspot kebakaran lahan dan lain-lain. Ini terbukti sepanjang kasus Karhutla di Riau paling banyak terjadi di lahan tidur. Disamping itu, lahan tidur juga paradoks dengan kebutuhan. Diujung tanduknya sektor agraria butuh solusi segera. Kemampuan Pemerintah mencetak sawah dalam lima tahun terakhir kalah cepat dengan konversi lahan. Kondisi tadi jika dibiar terus-menerus bikin lahan pertanian menyusut. Kondisi sama juga dialami Riau. Program cetak sawah bisa stagnan atau malah mundur jika hanya mengandalkan pusat. Oleh karena itu, Pemda terutama Pemprov Riau dituntut proaktif. Disamping program cetak sawah, bisa dengan mengoptimalisasi lahan tidak produktif.

Potensi Ekonomi

Lembaga internasional Food Agriculture Organization (FAO) turut menaruh perhatian. Sejauh ini, lembaga tersebut sudah bekerjasama lewat program pengembangan lahan marginal untuk menunjang Program Upaya Khusus (UPSUS). Sejak tahun 2017 FAO bersinergi dengan Kementan mengembangkan lahan marginal di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan model Conservation Agriculture. Riau bisa saja tangkap peluang. Terlebih ada dana internasional bisa dimanfaatkan. Optimalisasi lahan tidur bagi Riau sangat urgen guna memenuhi kebutuhan daerah. Selama ini pemenuhan kebutuhan pangan, sayuran dan buahan banyak didatangkan dari Provinsi tetangga seperti Sumatera Barat atau Sumatera Utara. Ketergantungan tadi kurang baik. Jika bisa dikurangi secara bertahap, jelas peluang bagi petani Riau untuk memenuhi kebutuhan daerah. Perekonomian daerah pun bangkit. Kuncinya tentu diawali pembenahan: optimalisasi lahan tidur, lahan marjinal dan tidak produktif. Ajakan Gubri Syamsuar kepada para bupati dan wali kota menanami lahan kosong dan terlantar dengan tanaman pangan perlu diapresasi. Gubri pun menginspirasi dengan pamer hasil panen tanaman di lahan belakang kompleks Gubernuran dimana sebelumnya semak belukar. Tinggal sekarang melangkah ke narasi lebih besar ke tataran kebijakan agar dapat diperoleh hasil masif.

Di daerah sudah banyak cerita sukses komunitas masyarakat memanfaatkan lahan tidur. Salah satunya warga Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak yang sukses menyulap lahan nganggur seluas 1,5 Ha menjadi lumbung padi bagi desa mereka. Lahan tidur mereka manfaatkan awalnya juga dicap tak layak tanam. Karena tiap musim banjir pasang surut dari Sungai Siak, kontur tanah selalu tergenang air. Namun berkat usaha dan sinergitas berbagai pihak, warga dapat mengolah lahan tersebut. Berkaca kepada pengelolaan yang tak mudah, perlu fasilitasi. Penyuluhan lewat berbagai media agar masyarakat memahami tata cara dan pengelolaan lahan tidur serta memperoleh hasil yang diharapkan. Seperti lahan tidur kering bisa diarahkan ke tanaman biofarmaka yang di masa pandemi sangat bernilai dan seterusnya. Begitujuga kebijakan pemanfaatan lahan tidur di daerah perkotaan, bisa dengan mengolahnya menjadi taman kota atau RTH.

Itu sekedar contoh bahwa program baik akan maksimal dengan sentuhan kebijakan. Bila perlu dibentuk Peraturan Daerah. Karena tantangan optimalisasi lahan tidur tidak mudah. Tetap saja ada status kepemilikan. Ini hambatan sering ditemui warga dan para petani mengelola lahan telantar. Selain itu, butuh solusi membenahi lokasi, pengairan, dan peningkatan sarana dan prasarana pendukung pertanian dan perkebunan di lahan tidur. Di sini tergambar jelas antara petani, pemilik lahan, Pemda harus terjalin baik demi maksimalnya pemanfaatan lahan tidur. Melalui fasilitasi kebijakan diharapkan pengelolaan lahan tidur bisa lebih terukur, terintegrasi dan komprehensif. Jadi bukan sekedar euforia sejenak. Paling penting diarahkan agar output kegiatan mendukung ke arah tercapainya ketahanan pangan nasional dan daerah. Terakhir, kembali ke tema di awal tulisan, optimalisasi lahan tidur dan tak produktif secara tidak langsung dapat mengurangi pembukaan lahan baru yang mana mengurangi deforestasi dan membantu negara mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target utama penurunan emisi gas rumah kaca.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM (Anggota DPRD Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Sabtu, 04 Desember 2021 08:01 WIB
Investasi Butuh Yang Pasti-pasti
Rabu, 10 November 2021 17:29 WIB
Warisan Berharga Para Pahlawan
Selasa, 02 November 2021 19:30 WIB
Myanmar ‘Duri’ dalam ASEAN
Jum'at, 29 Januari 2021 13:59 WIB
Alam Merana Kerugian Bagi Kita
Selasa, 16 November 2021 20:56 WIB
Penguatan Otonomi Daerah di Kabupaten/Kota
Minggu, 31 Oktober 2021 19:28 WIB
Berani Berinovasi Itu Hebat!
Jum'at, 03 September 2021 08:02 WIB
Mendulang Berkah Dari Musibah
Kamis, 16 September 2021 21:10 WIB
Mandiri Mengelola Kekayaan Negeri
Minggu, 19 September 2021 19:24 WIB
Menata Bahasa demi Alam Semesta
Kamis, 23 September 2021 20:46 WIB
Misi Penyelamatan UMKM
Jum'at, 27 Agustus 2021 08:16 WIB
Mengurai “Benang Kusut” Aset Daerah
Jum'at, 04 Desember 2020 10:39 WIB
COVID-19 dan Pentahelix
Rabu, 06 Oktober 2021 08:02 WIB
RTRW Dan Arah Pembangunan Riau
Selasa, 16 November 2021 08:05 WIB
Mengembalikan Kejayaan Sungai Riau
Minggu, 10 Oktober 2021 07:01 WIB
Mengawal Spirit Otonomi Daerah
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Alarm Meningkatnya Angka Kemiskinan
Sabtu, 19 Desember 2020 07:01 WIB
Bela Negara Untuk Ekonomi Yang Berdaulat
Jum'at, 31 Juli 2020 19:15 WIB
Kurban, Spirit Berkontribusi dan Wakaf
Sabtu, 06 Februari 2021 16:44 WIB
Runtuhnya Demokrasi di Myanmar?
Minggu, 19 Juli 2020 16:34 WIB
Ketika Pendapatan Ikut 'Jaga Jarak'
Jum'at, 24 September 2021 19:03 WIB
Baba dan Nyonya di Malaka
Rabu, 07 Oktober 2020 08:36 WIB
Mencari Berkah Dalam Syariah
Senin, 10 Agustus 2020 14:23 WIB
Tanggapan Pidato Gubri pada HUT ke-63 Riau
Sabtu, 24 Oktober 2020 08:03 WIB
Perlukah Merivisi RPJMD?
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA
Minggu, 31 Oktober 2021
Komisi III Segera Bahas RUU Jabatan Hakim
Sabtu, 30 Oktober 2021
Rachmat Gobel Kritik APBN Dialokasikan untuk Proyek Kereta Cepat
Jumat, 29 Oktober 2021
BKSAP Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas Capai SDGs

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 02 November 2021
Gajah Seberat 2 Ton Ditemukan Mati di Bukit Apolo Pelalawan
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Minggu, 05 Desember 2021
BKNDI Bengkalis Utus 10 Desa Ikut Workshop Penguatan Pemdes ke Surabaya, Fanny: Untuk Wujudkan Kemajuan Desa
Minggu, 05 Desember 2021
Tinjau Pusat Keramaian, Polsek Teluk Meranti Imbau Masyarakat Terapkan Prokes
Minggu, 05 Desember 2021
Kapolsek Kerumutan Jemput Bola Ajak Warga Ikut Vaksinasi
Minggu, 05 Desember 2021
Polsek Pangkalan Kerinci Patroli Karhutla di Lahan Rawan Terbakar

Serantau lainnya ...
Selasa, 30 November 2021
Kisah Sukses Famys Hijab, Pelopor dan Produsen Gamis Malaysia Terbesar
Minggu, 28 November 2021
Kunjungi Butik Sakinah, Menteri Koperasi dan UKM Dorong Industri Fashion Angkat Kearifan Lokal
Senin, 22 November 2021
Dukung Pebalap di Mandalika World Superbike 2021, Komunitas Honda CBR Nobar hingga Meet & Greet
Minggu, 21 November 2021
Dihadiri Bupati dan Wabup Rohil, Forci Riau Pesisir Serahkan 100 Paket Sembako kepada Masyarakat

Gaya Hidup lainnya ...
Rabu, 04 Agustus 2021
Sebelum Dilantik, ASN di Meranti Harus Mengikuti Psiotes
Kamis, 15 Juli 2021
BEM Se-Riau: Bank Riau Kepri Merupakan BUMD Paling Produktif Se-Riau
Kamis, 31 Desember 2020
Tutup Tahun 2020 BOB PT BSP Pertamina Hulu Tajak Sumur Migas
Jumat, 28 Agustus 2020
PGN Komitmen Bangun Infrastruktur Baru Untuk Mendorong Bauran Energi Nasional

Advertorial lainnya ...
Senin, 29 November 2021
WHO Akui Belum Ada Bukti Varian Omicron Covid-19 Lebih Menular
Kamis, 21 Oktober 2021
Ubah Citra, Facebook akan Ganti Nama Perusahaan?
Senin, 04 Oktober 2021
Trump Minta Hakim Paksa Twitter Kembalikan Akunnya
Selasa, 07 September 2021
Apple Tunda Peluncuran Fitur Perlindungan Anak Gara-gara Ini...

Tekno dan Sains lainnya ...
Selasa, 30 November 2021
Wanita Malaysia Punya Golongan Darah Emas, Cuma 43 Orang di Bumi
Rabu, 27 Oktober 2021
Dikira Kena Covid-19, Gadis Ini Ternyata Sakit Parah Akibat Isap Vape
Sabtu, 23 Oktober 2021
Kisah Penyintas Covid-19, Berpikiran Positif dan Bermental Baja hingga Sembuh
Senin, 04 Oktober 2021
Gaya Hidup Tak Sehat Biang Banyak Anak Muda Derita Penyakit Jantung

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Minggu, 05 Desember 2021
Mahasiswa Teknik Informatika UIR Raih Gold Award dari UiTM Malaysia
Senin, 29 November 2021
Kembangkan Potensi Daerah, UIR Teken Kerjasama dengan Pemkab Pelalawan
Sabtu, 27 November 2021
Mahasiswa Prodi Perminyakan UIR Raih Juara pada Northern Sumatera Forum SKK Migas
Kamis, 25 November 2021
Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Ikuti Leadership Camp

Kampus lainnya ...
Minggu, 09 Mei 2021
Ramadan Penuh Berkah, BRI Bagikan Bingkisan ke Panti Asuhan, Panti Werdha, Jurnalis dan Masyarakat
Jumat, 15 Mei 2020
BRI Salurkan Bantuan Rp 22,16 Miliar Hasil Donasi 62 Ribu Karyawan untuk Covid-19
Kamis, 23 April 2020
PT SRL dan Mitra Bagikan 17.500 Paket Sembako di Tiga Provinsi
Senin, 23 Maret 2020
PT Musim Mas Salurkan Bantuan Ternak Sapi untuk Kelompok Tani di Pelalawan

CSR lainnya ...

Permata
Terpopuler
DPRD Riau 1 Panglima
Foto
PT PER 2021
Senin, 22 November 2021
Bikin Mewek, Gala Ingin Telepon Vanessa Angel & Bibi karena Rindu
Kamis, 04 November 2021
Vanessa Angel dan Suami Tewas Kecelakaan di Tol Jombang
Rabu, 27 Oktober 2021
Lucinta Luna Blak-blakan Soal Muhammad Fattah, Ungkap Settingan Bikin Tertekan dan Prank
Kamis, 21 Oktober 2021
Penampilan Terbaru Ivan Gunawan Ramai Disebut Mirip Nikita Mirzani

Selebriti lainnya ...
Diskes Riau November 2021 Ok
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
DPRD Riau 1
Rabu, 24 November 2021
Rangkaian HUT ke-23, BKMT Riau Gelar 'Musabaqah Menterjemah Alquran'
Kamis, 04 November 2021
Persembahkan Karya Tenas Effendy, LAMR dan Tafaqquh Taja Kajian Tunjuk Ajar Melayu Dalam Perspektif Alquran dan Hadis
Senin, 04 Oktober 2021
Kepengurusan Amphuri Riau-Kepri Resmi Dilantik, Berkhidmat untuk Umat
Kamis, 26 Agustus 2021
Ampuh Sembuhkan Penyakit, Ini Obat yang Dianjurkan Rasulullah

Religi lainnya ...
DPRD Riau 2
Indeks Berita
DPRD Riau Hari Guru 2Pelantikan Bupati Siak - Pemkab SiakDPRD Riau 5Bhayangkara 2021 CAKAPLAHDPRD Riau 3DPRD Riau 6Diskes Rohul 2021DPRD Riau Hari GuruDPRD Riau 2 Panglima
www www