Kamis, 01 Desember 2022

Breaking News

  • Kades di Meranti Berharap Perseteruan Bupati dan Gubri Tidak Berlanjut   ●   
  • Wamendes: Kemajuan Desa Mandiri di Riau Melejit   ●   
  • Riau Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor 2022 sampai Akhir Desember   ●   
  • Kasus Covid-19 Menanjak, Gubri Perintahkan Gesa Vaksinasi Booster   ●   
  • Paling Lambat 3 Desember, Pemprov Riau Ingatkan 8 Daerah segera Usulkan Draf APBD 2023   ●   
  • Kapolda Pertama yang Turun Langsung ke Lokasi Gempa Cianjur, Irjen Iqbal Bawa 9 Truk Sembako   ●   
  • Sensus Terkini, Pertumbuhan Islam di Inggris Meroket   ●   
  • Oknum Staf KUA Diduga Lecehkan Siswi MTs di Siak Ditangkap   ●   
  • UMK 2023 Kepulauan Meranti Naik 8,03 Persen, Jadi Rp3,224 Juta   ●   
  • Satpol PP Pekanbaru Turunkan 100 Personel Amankan Tour de Siak
Yamaha 27-30 November 2022

CAKAP RAKYAT
Regsosek Night dan Fenomena "Penduduk Yang Tidak Beruntung"
Selasa, 01 November 2022 08:41 WIB
Regsosek Night dan Fenomena Penduduk Yang Tidak Beruntung
Muji Basuki

29 Oktober 2022 yang lalu, menjelang tengah malam, insan Badan Pusat Statistik (BPS) seluruh Indonesia turun ke jalan-jalan untuk melakukan kegiatan Regsosek Night atau malam Regsosek. Regsosek Night adalah kegiatan pendataan yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) itu sendiri. Pendataan Regsosek Night ditujukan untuk memastikan bahwa tidak ada satupun penduduk Indonesia yang tidak tercakup dalam kegiatan pendataan ini, baik penduduk yang secara reguler tinggal di bangunan rumah, maupun penduduk yang karena alasan tertentu tidak tinggal di bangunan rumah.

Untuk penduduk atau keluarga yang tinggal di bangunan rumah, pendataan Regsosek dilakukan dengan metode door to door selama periode 15 Oktober 2022 sampai dengan 14 November 2022. Sedangkan untuk penduduk atau keluarga yang tinggal di luar bangunan rumah didata oleh tim task force BPS pada kegiatan Regosek Night pada tanggal 29 Oktober 2022 jelang tengah malam, sampai dengan 30 Oktober 2022 dini hari.

Secara umum, yang dimaksud dengan penduduk yang tinggal di luar bangunan rumah adalah mereka yang karena alasan tertentu tinggal di luar bangunan dalam kurun waktu yang panjang, baik karena alasan pekerjaan atau karena alasan tidak memiliki rumah, contohnya adalah penduduk yang bekerja sebagai awal kapal, para tuna wisma, gelandangan dan ODGJ yang terlantar. Pendataan atas mereka dilakukan secara khusus jelang tengah malam sampai dengan dini hari semata-mata mempertimbangkan bahwa mereka pada waktu tersebut sedang istirahat di tempat yang "biasanya" mereka gunakan untuk istirahat,  karena karakter mereka yang cenderung nomaden dan berpindah-pindah. 

Fenomena "Penduduk Yang Tidak Beruntung"

Sebagian besar target pendataan dalam kegiatan Regsosek Night bisa disebut sebagai penduduk yang tidak beruntung, atau dalam terminologi Kementerian Sosial biasa disebut dengan penduduk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Yang dimaksud dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang atau keluarga yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan karenanya tidak dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya. Tapi dengan mempertimbangkan aspek psikologis penduduk yang masuk kategori ini, Kemensos mengubah penyebutan untuk mereka dengan terminologi baru yang dinamakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Menurut Kementerian Sosial, ada 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, diantaranya seperti anak terlantar, anak jalanan, anak balita terlantar, bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan, fakir miskin, gelandangan dan pengemis.

Selama ini, memang sangat sulit untuk mendapatkan data jumlah PMKS/PPKS yang valid. Hal ini utamanya disebabkan karena para PMKS/PPKS yang berstatus tuna wisma karakter tempat tinggalnya mobile dan cenderung nomaden atau berpindah-pindah, sehingga kondisi tersebut menyulitkan Kementerian/Dinas Sosial mendata dan menangani mereka. Bahkan tidak sedikit para PMKS/PPKS yang berstatus tuna wisma lebih suka tinggal di jalan/emperan toko dibandingkan direhabilitasi di tempat-tempat penampungan dan pembinaan yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

Itulah barangkali yang menyebabkan penulis kesulitan untuk mencari referensi data dan jumlah PMKS/PPKS yang terlantar di jalan, baik yang dicari dalam bentuk e-book pdf maupun dalam bentuk link berita. Penulis hanya mendapatkan beberapa gambaran data penduduk terlantar melalui beberapa pemberitaan/rilis berikut.  Pada tanggal 4 April 2022, dalam sebuah berita online diinformasikan bahwa Dinas Sosial Kota Pekanbaru melaksanakan program penanganan terhadap 38 orang terlantar di Pekanbaru. Pada platform berita yang lain diinformasikan bahwa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021 ada 47 anak jalanan, 111 orang pengemis, 123 orang gelandangan dan 441 anak balita terlantar. Sedangkan menurut situs jakarta.bps.go.id, mengacu kepada data dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta,  jumlah PMKS pada tahun 2020 sebanyak 2.169 orang, kemudian naik menjadi 2.659 orang pada tahun 2021, atau mengalami kenaikan sebesar 22,59 persen. Apa yang terjadi di DKI Jakarta sangat boleh jadi juga dialami oleh daerah-daerah yang lain di Indonesia, yaitu terjadi kenaikan jumlah PMKS akibat dari berlarutnya Pandemi COVID-19 yang memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat. 

Ketidakberdayaan yang dihadapi oleh para PMKS/PPKS disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal mereka sendiri maupun faktor-faktor eksternal yang makin menyulitkan mereka keluar dari situasi tersebut, seperti social care terhadap mereka, sistem ekonomi dan sosial yang berlaku di tempat mereka tinggal, dan sebagainya. Tapi apapun, sebagai "penduduk yang tidak beruntung" dibandingkan kelompok penduduk yang lain, mereka hakikatnya adalah tanggung jawab sosial masyarakat secara kolektif, khususnya keberadaan mereka menjadi tanggung jawab negara untuk melindungi dan membimbing mereka keluar dari situasi itu. Hal ini karena pemberdayaan atas mereka menjadi amanat konstitusi negara, seperti termuat dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal  34 yang berbunyi :"Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara".

Regsosek Night, Menunaikan Hak PMKS/PPKS Terlantar Sebagai Warga Negara

Kembali kepada kegiatan pendataan Regsosek Night, dimana dijelaskan diawal tulisan ini bahwa Regsosek Night adalah satu kegiatan dalam rangkaian pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022, yang ditujukan untuk memastikan tidak ada satupun penduduk Indonesia yang terlewat dalam sensus ini. Selain ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh penduduk tercatat dan terdata dalam sensus ini, Regsosek Night juga secara filosofis bertujuan untuk membangun baseline data perlindungan , sebagai dasar penunaian kewajiban negara terhadap penduduknya yang terlantar, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.  Memang nantinya akan sulit mendiseminasikan data PMKS/PPKS terlantar hasil Regsosek Night ini menurut wilayah administrasi tempat tinggalnya, karena karakteristik mereka yang cenderung berpindah-pindah dan nomaden. Akan tetapi minimal hasil pendataan PMKS/PPKS terlantar melalui Regsosek Night ini  bisa menjadi referensi awal bagi pemerintah dan stakeholder lainnya untuk mengentaskan permasalahan sosial ini.

Harapan Terhadap "Penduduk Yang Tidak Beruntung"

Penulis sendiri ikut serta di dalam task force pendataan Regsosek Night di Provinsi Riau ini. Bersama dengan yang lain penulis menelusuri tempat-tempat yang kuat diduga menjadi tempat yang "biasanya" digunakan pada tuna wisma untuk beristirahat di malam hari. Dengan salah satunya menggunakan metode snow ball berdasarkan informasi mulut ke mulut dari pemuka masyarakat di lokasi yang dikunjungi, tim task force bergerak pada tengah malam 29 Oktober 2022 sampai dengan dini hari di tanggal 30 Oktober 2022, menyisir satu tempat ke tempat yang lain. Penulis bersama tim sendiri bertemu beberapa kali dengan target dimaksud, diantaranya dengan seorang pemuda yang sedang duduk sendirian di tengah los pasar yang gelap, yang setelah diwawancarai diketahui kalau pemuda ini mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan dia tidak fokus berkomunikasi dengan orang lain. 

Di tempat yang lain, penulis bersama tim juga bertemu dengan seorang  laki-laki paruh baya yang sedang tidur di dekat lokasi pemakaman dekat mesjid. Dengan perlahan penulis bersama tim membangunkan lelaki itu. Dengan wajah yang mengekspresikan beban hidup yang berat seraya menjawab pertanyaan kami dengan malas dan tetap berbaring, penulis dan tim akhirnya mengetahui jika lelaki ini tidak punya rumah dan keluarga, hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan mengandalkan belas kasihan orang lain untuk menyambung hidup.

Di bagian tempat lainnya, tepatnya di sebuah mini market yang berada di kawasan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), penulis bersama tim bertemu dengan sekelompok anak-anak punk sedang tertidur di teras mini market. Dengan perlahan penulis bersama tim membangunkan anak-anak muda yang sejatinya mereka adalah harapan bangsa itu. Jujur penulis bersama tim diliputi kekhawatiran pada saat membangunkan mereka, karena ada mindset yang relatif negatif pada benak penulis dan tim atas diri anak-anak muda punk itu.

Tapi akhirnya terbangunlah 2 orang diantara mereka, yang selanjutnya memperkenalkan dirinya. Dilatari dengan pemandangan kawan-kawannya yang masih berbaring dan umumnya menggunakan anting tindih di telinga, hidung dan bibir mereka, juga dengan kendaraan vespa butut yang menjadi ciri khas dari komunitas ini, penulis bersama tim berdialog dengan 2 orang anak punk yang mewakili komunitas ini. Dia perkenalkan dirinya dan anggota kelompoknya dengan ramah dan sopan, juga menginformasikan asal usul mereka yang ternyata berasal dari daerah yang saling berjauhan, ada yang dari Sumatera, tapi juga ada yang berasal dari Pulau Jawa.

Bahkan mereka juga menceritakan jika mereka baru saja mengunjungi ujung utara pulau Sumatera dengan vespa butut mereka. Mereka juga bercerita tentang latar belakang mereka menjadi anak punk, yang umumnya disebabkan oleh situasi keluarga yang broken, atau bahkan masalah pekerjaan seperti yang diceritakan oleh salah seorang dari mereka, bahwa dirinya adalah lulusan SMA disuatu daerah tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, akhirnya dirinya bergabung dengan komunitas ini. 

Akhirnya setelah proses pendataan selesai, seraya berharap dan berdoa agar negara ini diberi kekuatan untuk memberdayakan orang-orang seperti mereka, juga mendoakan agar orang-orang terlantar ini kelak diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kehidupan yang lebih baik di dunia, penulis pun bergumam di dalam hati :"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Penulis : Muji Basuki (Statistisi di BPS Provinsi Riau)
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Kamis, 01 Desember 2022 08:16 WIB
Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Keuangan Desa
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Rabu, 26 Oktober 2022 22:08 WIB
BOS Optimal, SDM Handal
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Kamis, 10 November 2022 18:00 WIB
Meneladani Nilai-Nilai Kepahlawanan
Jum'at, 02 September 2022 14:49 WIB
One Command Center Solusi Kegawatdaruratan di Riau
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Jum'at, 18 November 2022 08:22 WIB
G20 Dalam Angka, Riau Dimana?
Sabtu, 08 Oktober 2022 20:34 WIB
Menjaga Warisan Nabi
Jum'at, 28 Oktober 2022 22:33 WIB
Melestarikan Warisan Sumpah Pemuda
Jum'at, 09 September 2022 14:10 WIB
Gotong Royong Perkuat Daya Saing SDM
Kamis, 20 Oktober 2022 09:59 WIB
Regsosek dan Semangat Sumpah Pemuda
Senin, 15 Agustus 2022 19:21 WIB
Kesetaraan Kunci Bangun Bangsa
Sabtu, 01 Oktober 2022 15:35 WIB
Belajar Setia Dari Sejarah
Rabu, 17 Agustus 2022 12:35 WIB
Mari Jaga Warisan Kemerdekaan
Minggu, 16 Oktober 2022 20:11 WIB
Stunting Dan Ancaman Daya Saing
Jum'at, 28 Oktober 2022 08:20 WIB
Pemuda, Tetaplah Optimis
Selasa, 30 Agustus 2022 11:48 WIB
Pendidikan Ruh Pembangunan
Kamis, 22 September 2022 08:16 WIB
Meneroka RUU Sisdiknas
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
DPR Ingin Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Ciptakan Demokrasi Lebih Baik
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan
Minggu, 06 Januari 2019
Alam Mayang, Liburan Tak Mesti Keluar Kota

CAKAPLAH TV lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Diramaikan Mantan Pemain Timnas Peri Sandria, Pj Bupati Kampar akan Buka Turnamen Sepakbola Omputaka Cup I 2022
Kamis, 01 Desember 2022
Hari Bakti PU ke-77, Gubernur Syamsuar Resmikan Dua Jalur Jalan di Pekanbaru
Kamis, 01 Desember 2022
Ribuan Warga Ikut Fun Bike Jelang Pembukaan Tour de Siak, Hadiah Utama Sepeda Motor Listrik Gesits
Kamis, 01 Desember 2022
Begini Rekomendasi Banggar DPRD Terhadap APBD Pelalawan 2023

Serantau lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Resep Martabak Telur Roti Tawar, Simpel dan Enak ala Chef Devina Hermawan
Rabu, 30 November 2022
Forum Maxi Pekanbaru Peduli Gempa Cianjur
Selasa, 29 November 2022
Rinaldi dan Chandra Resmi Pimpin Nmax Owner Communitas Periode 2022 - 2024
Rabu, 23 November 2022
Kenali PHA: Kandungan Skincare untuk Kulit Sensitif

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Kuau Raja, Si Burung Bermata Seratus dari Sumbar yang Terancam Punah
Rabu, 30 November 2022
Mengenal Ubur-ubur Kotak, Makhluk Laut Paling Berbisa di Dunia
Rabu, 23 November 2022
Walau Bersayap, 7 Burung Ini Tidak Bisa Terbang
Senin, 21 November 2022
Kemenkominfo Gelar Literasi Digital, "Tips Digital: WhatsApp For Business"

Tekno dan Sains lainnya ...
Rabu, 30 November 2022
Sambiloto: Si Raja Pahit yang Kaya Manfaat bagi Kesehatan
Senin, 28 November 2022
Dinas P3AP2-KB Riau Luncurkan Aplikasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Senin, 21 November 2022
Aksesoris Travelling Yang Wajib Anda Bawa Saat Hujan
Jumat, 18 November 2022
Cegah Sakit di Musim Hujan dengan Mengonsumsi 7 Makanan Mengandung Vitamin B6

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Kamis, 01 Desember 2022
Penggunaan Gedung SMK Revolusi 4.0 SMK Abdurrab Pekanbaru Diresmikan
Kamis, 01 Desember 2022
5 Kampus Paling Diminati di Indonesia
Senin, 28 November 2022
Hendriko Dikukuhkan sebagai Guru Besar Pertama di Politeknik Caltex Riau
Jumat, 25 November 2022
Pemko Pekanbaru Ajak Hima Persis Beri Kontribusi Nyata Bangun Pekanbaru

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

Pegadaian Oktober 2022
Terpopuler
Khas Hotel November 2022
Foto
DPRD Riau 2022 1
Diskes Rohul Agustus 2022
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan
Senin, 21 November 2022
Blak-blakan Nia Ramadhani kepada Merry Riana; Terjerat Kasus Narkoba Jadi Mukjizat Bagi Pernikahanku
Sabtu, 19 November 2022
DDV dan Aksa Bumi Langit Gelar Nonton Bersama untuk Anak-anak Kurang Beruntung
Sabtu, 19 November 2022
Nia Ramadhani Ungkap Terjerat Narkoba Bukan Akhir Dunia

Selebriti lainnya ...
DPRD Riau 2022 2
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
BSP - HUT Siak 12 Oktober 2022
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi
Jumat, 28 Oktober 2022
Niat Awal untuk Pendidikan, Alina Kini Mencintai Islam
Selasa, 25 Oktober 2022
Ustaz Yurnalis di Hadapan Warga Binaan: Jika Ingin Jadi Insan Hebat, Lapangkan Hati

Religi lainnya ...
DPRD Riau Hari Kesehatan Nasional 2022
Indeks Berita
DPRD Riau HUT BRIMOB 2022DPRD Riau HGN 2022HUT RI 77 - APRIL RAPPPertaminaHUT Riau 2022 - PT SPR
www www