Selasa, 31 Januari 2023

Breaking News

  • Terbukti Kolusi, Mantan Rektor UIN Suska Riau Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara   ●   
  • Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Waspada!! Awal Tahun 2023 Sejumlah Daerah di Riau Ini Berpotensi Terjadi Karhutla   ●   
  • Awal 2023, Penularan HIV/AIDS di Riau Beresiko Alami Kenaikan   ●   
  • 24 Desa di Riau Masuk Kategori Desa sangat Tertinggal, Mayoritas di Kampar   ●   
  • 12.966 Wisatawan Kunjungi Siak Sepanjang Libur Nataru   ●   
  • Tiga ASN Pemprov Dipecat Tidak Hormat Sepanjang 2022   ●   
  • Proses Tahap II Mandek, Tersangka Karhutla PT BMI tak Kunjung Diadili   ●   
  • 532 Peserta Tidak Lulus Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Pemprov Riau   ●   
  • Jalan Rusak di Riau Capai 1.035 Km, Gubernur Akui Jadi 'PR' 2023
Bapenda dan NasDem

CAKAP RAKYAT
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
Kamis, 10 November 2022 13:13 WIB
Hari Pahlawan Dan Pentingnya Pendidikan Karakter
H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara,

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Kalimat di atas sepenggal pidato lantang Bung Tomo yang menggugah dan membakar semangat jelang pecah pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, yang disampaikan melalui Radio Pemberontakan milik Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya. Sekedar kilas balik, 10 November 1945 bukan kejadian tunggal. Bermula 25 Oktober 1945, perwira angkatan darat India-Inggris Mallaby dan serdadunya mendarat di Tanjung Perak dengan misi melucuti senjata pasukan Jepang. Selain itu tersebar ancaman yang memerintahkan laskar rakyat Surabaya menyerahkan senjata ke sekutu dalam waktu 2 hari. Tentu saja memantik amarah rakyat Surabaya. Tak berselang lama, pos sekutu di wilayah Surabaya diserbu. Mallaby yang terdesak lalu meminta para pemimpin republik yaitu Soekarno, Hatta dan Amir Sjariffudin datang ke Surabaya untuk bikin kesepakatan penghentian serangan terhadap tentara Sekutu. Tapi situasi tak kunjung mereda. 7 November sekutu mengultimatum Gubernur Jawa Timur (Jatim) bahwa akan menduduki Surabaya jika tak mampu kendalikan keadaan. Berikut menekan pemimpin republik, komandan laskar dan seluruh pemuda bersenjata agar menyerah selambatnya pukul 6 sore hari yang sama. Puncaknya, 10 November Gubernur Jatim melalui radio menolak ultimatum yang memicu peristiwa bersejarah dan peperangan terbesar paska kemerdekaan.

Meski secara kekuatan para pejuang kalah telak dari sekutu, satu hal yang tak bisa disangkal bangsa ini keluar dari medan pertempuran dengan kepala tegak. Berani mempertahankan kemerdekaan walau harus berkorban nyawa. Dalam mengenang momen historis, sudah sepantasnya generasi bangsa tak lupa akan sejarah dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Refleksi dan kontemplasi inilah yang diharapkan mengisi peringatan hari pahlawan. Bukan malah disibukkan dengan narasi mencari pahlawan masa kini, yang justru akan mengurangi khidmat dan hikmah hari pahlawan. Karena perjuangan para pendahulu tak tergantikan dan bisa dibanding-bandingkan. Bicara refleksi, banyak I’tibar yang bisa kita peroleh dan bernilai manfaat bagi perjalanan bangsa di masa kini dan kepentingan masa mendatang. Adapun dalam kesempatan kali ini, satu hal yang perlu ditelaah dari kejadian 10 November 1945 adalah menggali apa yang memotivasi para pejuang berani berkorban meski secara angka dan persenjataan jauh di bawah sekutu penjajah?

KUNCI

Kalau kita tarik kesimpulan dini kuncinya satu: karakter. Pribadi berkarakter kokoh dan kuat berupaya menegakkan kebenaran dalam keadaan apapun. Sifat ini jelas tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Butuh proses penempaan dan tekad kuat. Kisah Bung Tomo paling pas diangkat. Selaku pengobar semangat tempur dalam Peristiwa 10 November 1945, ia bukan pria cepak sebagaimana ciri khas tentara dan bukan lulusan akademi militer. Namun berani bersuara menentang penjajah. Bung Tomo pendiri dan pemimpin laskar yang beranggotakan hingga luar pulau Jawa, membuat dia ditarik ke Kementerian Pertahanan. Ia bukan satu-satunya tokoh menonjol saat itu. Di antara sekian perwira penting dalam palagan 10 November 1945, banyak punya pengalaman di bidang militer seperti Jenderal Mayor Mohammad Mangunprodjo, Kolonel Sungkono, Kolonel Djonosewojo hingga Kolonel Moestopo. Kendati begitu, Bung Tomo kesohor dan disegani. Lewat pidatonya yang lazim diawali dengan kalimah “Bismillahirahmanirahim” dan diakhiri pekik “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!”, sukses memacu andrenalin para pejuang. Bung Tomo menepis opini sesat yang kerap mendiskreditkan ajaran Islam seolah sumber perpecahan. Juga mereka yang berkata bahwa membawa agama dalam urusan publik memecah belah bangsa. Pidato Bung Tomo justru berhasil mempersatukan. Ia pernah berujar “Andai tak ada takbir, saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat para pemuda melawan penjajah”. Bung Tomo menyebut “Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi” sebelum menyebutkan daerah lain.

Di sini pelajaran berharga. Dulu tokoh menyuarakan narasi untuk kepentingan bangsa. Sementara sekarang, simbol dan filosofi negara seperti Pancasila dijadikan tameng guna melindungi kepentingan kelompok dan menyerang pihak berseberangan dengan tuduhan menebar kebencian, radikal, anti Pancasila dan anti NKRI. Jadi, politik identitas termasuk agama bukan sumber persoalan di negeri ini. Bencana bagi bangsa manakala kebenaran dimanipulasi biar tampak salah dan segala cara dipakai untuk memoles kezaliman biar tampak benar. Kisah Bung Tomo juga mengandung nilai pentingnya konsistensi menyuarakan kebenaran dalam bingkai amar ma’ruf nahi mungkar. Kembali ke sejarah, paska peristiwa 10 November 1945 laskar-laskar banyak dilebur masuk TNI. Kala itu Panglima Besar dijabat Soedirman dan Menteri Pertahanan dipegang Amir Sjarifuddin yang dikenal sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI). Hubungan Amir Sjarifuddin dengan Bung Tomo boleh dibilang kurang akur. Menurut cerita istrinya di buku berjudul “Bung Tomo Suamiku”, ketika tiba di Tawangmangu (meninjau RRI), Bung Tomo mendapat pemberitahuan lewat telegram dari Menteri Pertahanan. Bung Tomo diminta memilih: tetap menjadi jenderal namun tak boleh berpidato atau berhenti jadi jenderal tetapi bisa berpidato. “Aku melihat Mas Tom Merenung, lalu tiba-tiba ia membalikan badan dan dengan nada marah berkata: ‘Persetan, ora dadi jenderal ya ora patheken,’” ujar istrinya. Sikap barusan menggambarkan betapa jabatan tak membuat konsistensi Bung Tomo menyuarakan kebenaran surut. Ya, Bung Tomo termasuk anti-PKI dan tergolong kritis terhadap Presiden Sukarno di masa Orde Lama. Sikap sama berlanjut sampai era Orde Baru.

Kokohnya sosok Bung Tomo tak bisa dipisahkan dari kedekatan dengan para kiai dan dunia santri. Pergolakan 10 November 1945 juga bukti besarnya pengaruh agama menyadarkan para pejuang terdahulu untuk hidup bermartabat dan memerangi unsur-unsur yang dapat menghinakan manusia. Peristiwa tersebut buah dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh para kiai pada tanggal 22 Oktober 1945. Diantara poin dalam resolusi dimaksud menyatakan "Berperang menolak dan melawan penjajah itu fardlu 'ain (harus dikerjakan tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak, bersendjata atau tidak) bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tempat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi, kewajiban itu jadi fardlu kifayah (yang cukup, kalau dikerjakan sebagian saja)..." Keputusan tadi serta merta disyiarkan ke seluruh masjid hingga langgar di Surabaya dan sekitarnya. Namun, Resolusi Jihad rupanya menggema ke seluruh pelosok Jawa hingga Sumatera. Usai Resolusi Jihad bergaung, gerakan perlawanan kaum santri terhadap pasukan-pasukan sekutu semakin gencar di di pedesaan sampai kota-kota besar. Berbagai front pertempuran ikut turun termasuk laskar pejuang legendaris lainnya yaitu Hizbullah. Berangkat dari pemaparan, tergambar urgensi pelajaran sejarah untuk mengenali unsur-unsur yang membangun karakter bangsa. Sangat disayangkan tahun 2020 sempat muncul isu pelajaran sejarah akan digeser dari mata pelajaran wajib SMA sederajat dalam kebijakan penyederhanaan kurikulum yang digodok Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Meski tak jadi, narasi menggeser pelajaran sejarah terlanjur ditafsirkan sekedar uji ombak: kalau tidak mendapat protes keras boleh jadi terwujud. Seharusnya pelajaran sejarah diperkuat. Karena melalui pembelajaran sejarah kita tahu modal utama yang mengantarkan bangsa meraih kemerdekaan, yakni pentingnya pendidikan jiwa dan karakter.

Penulis : H. Sofyan Siroj Abdul Wahab, LC, MM. (Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau).
Editor : Ali
Kategori : Cakap Rakyat
Untuk saran dan pemberian informasi kepada CAKAPLAH.com, silakan kontak ke email: redaksi@cakaplah.com
Berita Terkait
Senin, 30 Januari 2023 08:04 WIB
Kearifan Lokal Solusi Persoalan Gizi
Rabu, 25 Januari 2023 08:01 WIB
Tekad Ekstrem Atasi Kemiskinan
Senin, 16 Januari 2023 08:02 WIB
Pentingnya Pengawasan
Selasa, 20 Desember 2022 17:48 WIB
Kesetiakawanan Butuh Keteladanan
Senin, 09 Januari 2023 08:03 WIB
Pelayanan Adalah Pondasi
Kamis, 12 Januari 2023 08:38 WIB
Nasibmu Wahai Buruh Dan Pekerja
Jum'at, 20 Januari 2023 08:02 WIB
Budaya Sarana Memajukan Bangsa
Rabu, 28 Desember 2022 10:22 WIB
Regulasi Mengatasi Penyimpangan
Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Korpri Dan Misi Mulia Bagi Negeri
Jum'at, 13 Januari 2023 08:59 WIB
Sensus Pertanian di Tengah Ancaman Krisis
Senin, 21 November 2022 08:31 WIB
Anak Aset Bangsa
Sabtu, 24 Desember 2022 08:01 WIB
Walau Anomali, Selamat Argentina! Indonesia?
Senin, 07 November 2022 10:01 WIB
Pariwisata Memperkuat Budaya
Sabtu, 31 Desember 2022 15:07 WIB
2023 dan Asa Lebih Baik
Rabu, 23 November 2022 12:01 WIB
Permenaker 18, PHP?
Selasa, 06 Desember 2022 11:00 WIB
Riau Dan Misi Pariwisata Medis
Jum'at, 25 November 2022 18:19 WIB
Guru Dan Tantangan Kekinian
Sabtu, 10 Desember 2022 08:59 WIB
HAM Dan Masa Depan Bangsa
Rabu, 04 Januari 2023 08:02 WIB
Ketika Tongkat Membawa Rebah
Rabu, 02 November 2022 14:13 WIB
Membentuk Mentalitas Pelayanan
Rabu, 14 Desember 2022 13:18 WIB
Keselamatan Pekerja Prioritas Utama!
Rabu, 12 Oktober 2022 08:10 WIB
Jiwa Sehat, Insan Kuat, Bangsa Hebat
Sabtu, 17 Desember 2022 15:49 WIB
Menanti Kehadiran Negara
Rabu, 14 September 2022 19:02 WIB
BLT Yang Bikin Bete
Selasa, 27 September 2022 16:21 WIB
Siasat Paska Kenaikan BBM
Rabu, 16 November 2022 11:43 WIB
Memupuk Sikap Toleransi
Kamis, 20 Oktober 2022 08:20 WIB
Pentingnya Integrasi Ke Sektor Pendidikan
Komentar
cakaplah-mpr.jpeg
Selasa, 02 November 2021
Terima Aspirasi PPPK Guru, DPR Desak Peserta Yang Memenuhi Passing Grade Diluluskan
Senin, 01 November 2021
Komisi III DPR Dukung Langkah Kapolri Perbaiki Institusi Polri
Senin, 01 November 2021
Pimpinan DPR Sebut Kita Bersyukur Indonesia Jabat Presidensi G20
Minggu, 31 Oktober 2021
Arzetti Dukung Pemerintah Sosialisasikan Bahaya BPA

MPR RI lainnya ...
Berita Pilihan
Selasa, 26 April 2022
DPRD Dukung Pemprov Riau Tindak Tegas PKS Nakal, Kalau Melanggar Cabut Izin !
Selasa, 26 April 2022
Polemik Rotasi AKD DPRD Riau, Sugeng Pranoto: Hari Kamis Paripurna
Selasa, 26 April 2022
Sikapi Turunnya Harga Sawit di Riau, Ini Upaya Gubri
Selasa, 26 April 2022
CPNS dan PPPK Baru di Rohul Dipastikan Tak Terima THR, Ini Sebabnya...
Selasa, 26 April 2022
Sambut Mudik Lebaran, HK Operasikan 2 Ruas JTTS, Termasuk Tol Pekanbaru-Bangkinang
Senin, 28 Maret 2022
Ibu Muda Ini Ditangkap Polisi Usai Simpan Narkotika di Kandang Anjing
Minggu, 27 Maret 2022
Polda Riau Tingkatkan Kasus Jembatan Selat Rengit Meranti ke Penyidikan
Selasa, 26 April 2022
PPKM Level 2 Kota Pekanbaru Berlanjut hingga 9 Mei
Selasa, 26 April 2022
Parisman: 10 Tahun Visioner yang Menenggelamkan Pekanbaru
AMSI
Topik
Senin, 12 Desember 2022
Kapolda Riau Resmikan Kantor Pelayanan Terpadu Polres Rohil di Bagansiapiapi
Selasa, 08 Januari 2019
Penerimaan Pajak Air Tanah Pekanbaru 2018 Meningkat
Minggu, 06 Januari 2019
Mega Training 'Magnet Rezeki'
Minggu, 06 Januari 2019
Taman Marga Satwa Kasang Kulim, Kawasan Wisata Alam dan Hiburan

CAKAPLAH TV lainnya ...
Selasa, 31 Januari 2023
Gubri Minta UNRI Siapkan SDM untuk RS Jantung dan Otak
Selasa, 31 Januari 2023
Muswil Resmi Dibuka, Aspedi Riau Diharapkan Bangkit dan Berkembang Pasca Pandemi
Selasa, 31 Januari 2023
Gubernur Syamsuar dan Saleh Djasit Komitmen Bangun Pendidikan di Riau
Selasa, 31 Januari 2023
Silahturrahmi dengan Gubernur Syamsuar, IKBR Dukung Program Pemprov Riau

Serantau lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Berdesain Unik, Pojok Baca RSUD Tengku Rafian Siak Juara 1 Lomba Perpustakaan
Selasa, 24 Januari 2023
Si Kembar Atlet Sepatu Roda Rohul Raih Gelar Perdana 2023
Jumat, 20 Januari 2023
Masakan Dapur Lapas Pekanbaru Resmi Bersertifikasi Halal dari MUI
Rabu, 18 Januari 2023
Royal Century Purwodadi Menjawab Hunian Impian Setiap Orang

Gaya Hidup lainnya ...
Selasa, 08 November 2022
Festival Halloween Itaewon Tewaskan 154 Orang, Ini 4 Festival Berdarah Lainnya yang Tercatat dalam Sejarah
Senin, 05 September 2022
Merindu Wajah Indah Pekanbaru, Muflihun Optimis Raih Piala Adipura
Senin, 29 Agustus 2022
Peringatan HUT RI Ke-77 Jadi Momentum Refleksi Perjuangan Para Pendiri Bangsa
Selasa, 16 Agustus 2022
GALERI FOTO: Dalam Rangka Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau, Ribuan Masyarakat Hadiri Dzikir Akbar Bersama Ustaz Das'ad Latif

Advertorial lainnya ...
Senin, 16 Januari 2023
Asyik, Layar Samsung Galaxy Z Fold 5 Bakal Minim Kerutan
Sabtu, 14 Januari 2023
30 Anggota API BPD Riau Ikuti Kelas Digital Marketing
Rabu, 04 Januari 2023
Setahun Pasca Merger, IOH dan Twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023
Senin, 02 Januari 2023
Pemkab Meranti Kini Miliki Command Center yang Himpun Semua Data

Tekno dan Sains lainnya ...
Senin, 30 Januari 2023
Prevalensi Stunting di Siak Naik 3 Persen, Wabup: Perlu Perhatian Serius
Senin, 30 Januari 2023
Sederhanakan Birokrasi, BKKBN Riau Terbitkan Surat Tugas Tim Kerja
Senin, 23 Januari 2023
Direktur Kemenkes Minta Layanan Kanker dan Jantung di RSUD Arifin Achmad Riau Ditingkatkan
Minggu, 01 Januari 2023
Gubri Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Bahaya Narkoba

Kesehatan dan Keluarga lainnya ...
Jumat, 20 Januari 2023
Waka DPRD Riau Hardianto Raih Gelar Magister Manajemen dari Sekolah Pascasarjana Unilak
Rabu, 18 Januari 2023
Syamsuar, Ganjar hingga Risma Hadiri Pelantikan Rektor IPB
Selasa, 17 Januari 2023
Mahasiswa IPB Goes to School ke 80 Sekolah di Riau
Sabtu, 14 Januari 2023
Sekolah Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Hukum, Manajemen dan Lingkungan

Kampus lainnya ...
Rabu, 09 November 2022
Wijatmoko Rah Trisno Pimpin Forum CSR Provinsi Riau
Rabu, 12 Oktober 2022
BDI EMP Bersama Bakrie Amanah Salurkan Santunan Pendidikan Tahap II
Senin, 10 Oktober 2022
Wujudkan Kota Dumai Bersih, BRK Syariah Bantu Pengadaan Sarana Angkutan Sampah Lewat Program CSR
Minggu, 09 Oktober 2022
BSI dan BSI Maslahat Bantu Pembuatan Sumur Bor Yayasan Al Muslimin Dumai

CSR lainnya ...

APRIl - Imlek 2023
Terpopuler
BUMD 2023
Foto
PCR 2023
Khas Hotel November 2022
Senin, 30 Januari 2023
Sosialisasi Upaya Konservasi Gajah, Komedian Komeng dan Djarwo Kwat Kunjungi PLG Minas
Selasa, 10 Januari 2023
Luna Maya Buka Suara Soal Kabar Menikah dengan Gading Marten
Selasa, 06 Desember 2022
Bukan dengan Istri, Shah Rukh Khan Umrah Didampingi Bodyguard
Sabtu, 26 November 2022
Indra Prasta Simpati Gempa Cianjur, Lelang Gitar Kesayangan

Selebriti lainnya ...
Nataru 2022 April.RAPP
Rabu, 09 Oktober 2019
Jadi Pimpinan DPRD Siak Dari Partai PAN, Ini Sosok Fairuz
Rabu, 09 Oktober 2019
Indra Gunawan Akan Berjuang Untuk Masyarakat dan Loyal Terhadap Partai
Rabu, 09 Oktober 2019
Ternando Jadi Anggota DPRD Siak Termuda dan Suryono Terpilih Dengan Suara Terkecil
Rabu, 09 Oktober 2019
Reaksi Pimpinan DPRD Siak Terkait PTPN V Buang Limbah Sembarangan

Parlementaria Siak lainnya ...
Jumat, 02 Desember 2022
Lima Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jumat, 02 Desember 2022
Amalan Hari Jumat yang Disunnahkan Rasulullah
Jumat, 18 November 2022
Pegadaian Tawarkan Produk Arrum Haji, Cicilan hanya Rp22 Ribu Perhari
Senin, 31 Oktober 2022
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Taja Peringatan Maulid Nabi

Religi lainnya ...
Indeks Berita
www www